<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079</id><updated>2011-07-08T09:59:14.293-07:00</updated><category term='Refleksi Buku'/><category term='Renungan Harian'/><category term='Breaking News'/><category term='Goretan hidup'/><category term='Alkitab Matter'/><category term='Materi Seminar or Kotbah'/><category term='Hikmat'/><category term='Teologi dan Lingkungan'/><title type='text'>Batu Karang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-4328871807069229230</id><published>2009-12-28T17:31:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T17:32:18.016-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Dilahirkan untuk menderita (2)</title><content type='html'>Siapa Pilatus? Kalau Yohanes Pembaptis adalah tokoh penting pada kelahiran Yesus, maka Pilatus juga adalah tokoh penting di dalam penyaliban Yesus. Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus, maka Pilatus juga “mempersiapkan” jalan bagi kematian Yesus. Di dalam Alkitab, Pilatus hanya disebutkan sebagai wali negeri artinya pemerintah tertinggi Romawi yang menjabat di Yerusalem. Keputusan tertinggi di Yerusalem adalah di tangan Pilatus. Bagaimana sih sebenarnya Pilatus menyikapi tuduhan atas Yesus? Sebuah komentari menuliskan bahwa Pilatus sebenarnya adalah a man in need, seorang manusia yang sedang membutuhkan. Membutuhkan apa? Membutuhkan kebenaran. Sepanjang percakapan dengan Tuhan Yesus (dan para orang Yahudi), yang dia butuhkan adalah penjelasan mengapa Yesus harus dihukum padahal tidak ada dosa yang ditemukan olehnya. Pilatus diberi kesempatan yang sedemikian berharga oleh Tuhan untuk bertatap muka dan berbicara langsung dengan kebenaran itu, tetapi ironisnya dia tidak mengenal kebenaran itu karena hatinya lebih condong kepada menyenangkan manusia daripada menyenangkan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya membaca mengenai Pilatus, saya kasihan dengan Pilatus. Dia memiliki kekuasaan yang sangat besar tetapi tidak berdaya terhadap People Power. Kemarin di dalam khotbah SKI, Pdt. Samuel Fu mengatakan bahwa zaman sekarang adalah zaman civil society/people power (Bibit-Chandra, Bank Century dan Koin Prita didukung oleh rakyat banyak), ini memang baik tetapi people power/civil society dapat juga menyesatkan kebenaran. Karena terlihat mayoritas maka kebenaran dapat diatur dan diputarbalikkan, seperti yang terjadi pada Pilatus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilatus sebenarnya dia memiliki kuasa untuk membebaskan/menyalibkan Yesus. Pilatus berkata kepada Yesus 19:10, “Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?” Tetapi pada ayat berikutnya, menarik sekali Yesus menjawab, “Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. . . “ Apa maksudnya? Maksudnya adalah kekuasaan Pilatus adalah di tangan Allah. Allah yang mengatur kekuasaan dan pilihan dia. Ini memang salah satu paradox di dalam Alkitab di mana Allah yang mengatur jalan salib, tetapi Pilatus dan orang banyak itu juga hatinya condong untuk menyalibkan Kristus. Yang mana yang benar? Dua-duanya benar. Dua-duanya berjalan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memang merencanakan jalan salib. Kalau kita membaca di dalam 18:28-32, “Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah. Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: "Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?" nah, ini biasa ditanyakan oleh pejabat Negara. Jawab mereka kepadanya: "Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." SS, Pilatus sebenarnya tahu bahwa dia tidak boleh bekerja sama bila itu menyangkut urusan agama Yahudi, kecuali bila hal itu sudah diluar kendali. Karena itu, dia menyerahkan Yesus kembali kepada mereka supaya Yesus diadili. Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang." Jadi, kita melihat bahwa orang Yahudi memang sudah berniat membunuh Yesus tetapi karena mereka tidak mau mencemari tangan mereka menjelang Paskah, mereka minta Pilatus yang menghukum. Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.” Nah, apa maksudnya? Kalau dibunuh di tangan orang-orang Yahudi, maka hukumannya adalah rajam/lempar batu sampai mati, sedangkan kalau diserahkan kepada pemerintah Romawi, maka hukuman tertinggi adalah disalib. Nah, keinginan daripada orang-orang Yahudi ini akan menggenapi rencana Allah yaitu Yesus disalib, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Gal. 3:13). Allah merencanakan jalan salib melalui keinginan hati mereka. Mungkin ada yang ingin menyanggah saya dan berkata, “jahat banget Allah memanfaatkan mereka?” Tidak, Allah tidak memanfaatkan mereka, karena di dalam hati sudah ada kegelapan dosa. Firman Tuhan menuliskan, Pilatus akhirnya mengetahui bahwa Yesus diserahkan kepada dia karena dengki, “Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.” (Mat. 27:18) Rencana Allah dan keinginan hati manusia berjalan bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, kalau Allah tidak berencana sengaja datang ke dalam dunia di dalam kelahiran Yesus dan berencana menebus dosa manusia lewat kayu salib, maka tidak akan ada keselamatan. Keinginan hati manusia tidak berjasa atas penebusan Kristus (cth: Yudas Iskariot yang disebut pahlawan di dalam Injil Yudas) melainkan itu adalah dosa yang menjijikkan di mata Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, Kembali kepada Pilatus, inilah a man in need, manusia yang mencari kebenaran tetapi lari daripada kebenaran itu sendiri. Dia lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus berkata 18:37, “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." Kristus datang ke dalam dunia untuk menjadi Raja di hati kita. Dan siapakah yang dapat mendengarkan suara-Nya dan mengerti kebenaran daripada-Nya? Mereka yang berasal dari kebenaran. Artinya, mereka yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk mendengar dan mengerti kebenaran. Apa kebenaran itu? Kristus lahir menjadi manusia dan mati di kayu Salib untuk menebus dosa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saudara memahami kebenaran ini? Apakah saudara juga berasal dari kebenaran? Kalau Roh Kudus berbicara di dalam hati saudara dan saudara mampu mendengarkan dan mengerti firman Tuhan hari ini, buka hatimu dan terimalah Yesus sebagai Raja di hatimu yang akan memimpin langkahmu di dalam hidup ini. Maukah saudara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saudara sudah memahami kebenaran ini sekian lama, pertanyaan saya, apakah Kristus sudah menjadi Raja yang bertahta di hatimu? Sudahkah Dia menjadi yang terutama? Sudahkah hidup kita memuliakan nama-Nya? Rendahkanlah hatimu dihadapan-Nya. Melihat kepada rencana Allah yang agung dan kebebalan dosa manusia, maka sudah sepatutnya kita merendahkan diri di hadapan Allah dan menghargai hidup baru yang Dia sudah berikan. Maukah saudara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khotbah komisi Pemuda GKKB jemaat Pontianak tgl 20 Desember 2009&lt;br /&gt;Kian Guan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-4328871807069229230?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/4328871807069229230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=4328871807069229230&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4328871807069229230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4328871807069229230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2009/12/dilahirkan-untuk-menderita-2.html' title='Dilahirkan untuk menderita (2)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8374730104189373596</id><published>2009-12-22T17:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T17:28:44.499-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Dilahirkan untuk menderita (1)</title><content type='html'>Yohanes 18:36-38a; 19:8-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang penting di dalam kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia karena dia mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan di dunia.  Kita belajar 2 hal dari Yohanes Pembaptis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yohanes tidak menganggap dirinya penting di saat orang-orang membutuhkan.  Dia begitu merendahkan diri di hadapan Allah.  Dia tidak memenuhi keinginan orang-orang Yahudi yang hendak mengangkat dia menjadi Juruselamat mereka.  Dia menolak keinginan mereka karena dia tahu yang harus dipandang penting adalah Tuhan Yesus bukan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yohanes tahu betul apa yang menjadi tugas dia dan dia melaksanakannya.  Dia tahu apa itu kebenaran firman Allah dan dia memberitakan kebenaran itu. “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saya mau ringkas bagaimana sikap hati daripada Yohanes Pembaptis, maka ada satu lagu yang dapat melukiskan isi hati daripada Yohanes Pembaptis.  Pujian ini diciptakan oleh Lenny LeBlanc dengan judul no Higher Calling (tidak ada panggilan yang lebih tinggi).  Dalam lagu ini dikatakan tidak ada panggilan yang lebih tinggi daripada membungkuk dan berlutut di hadapan Tuhan.  Justru di tempat itulah, manusia mendapatkan tempatnya yang paling tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;see http://www.youtube.com/watch?v=EpTjqmjXB9Q&lt;br /&gt;No higher calling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Down at your feet Oh Lord &lt;br /&gt;Is the most high place&lt;br /&gt;In your presence Lord,&lt;br /&gt;I Seek your face&lt;br /&gt;I Seek your face&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Down at your feet Oh Lord &lt;br /&gt;Is the most high place&lt;br /&gt;In your presence Lord,&lt;br /&gt;We Seek your face&lt;br /&gt;We Seek your face&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is no higher calling&lt;br /&gt;No greater honor &lt;br /&gt;Than to bow and kneel before your throne&lt;br /&gt;I am amazed at your glory&lt;br /&gt;Embraced by your mercy&lt;br /&gt;Oh Lord, I live to worship you &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Berlutut di bawah kaki-Mu Tuhan, adalah tempat yang paling tinggi&lt;br /&gt;Di hadirat-Mu Tuhan, aku mencari wajah-Mu, aku mencari wajah-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlutut di bawah kaki-Mu Tuhan, adalah tempat yang paling tinggi&lt;br /&gt;Di hadirat-Mu Tuhan, kami mencari wajah-Mu, kami mencari wajah-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada panggilan yang lebih tinggi, tidak ada kehormatan yang paling besar&lt;br /&gt;Daripada membungkuk dan berlutut di tahta-Mu&lt;br /&gt;Aku terkagum akan kemuliaan-Mu, dirangkul oleh anugerah-Mu&lt;br /&gt;Oh Tuhanku, aku hidup untuk menyembah-Mu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah saudara sudah memenuhi panggilan Tuhan ini?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, Kelahiran Tuhan Yesus tidak akan berarti apa-apa tanpa pengorbanan-Nya di atas kayu salib.  Palungan tanpa salib, maka hanya peristiwa yang sia-sia.  Palungan tanpa salib maka tidak jauh berbeda dengan apa yang diajarkan oleh agama-agama.  Mengapa demikian?  karena keselamatan manusia hanya bisa diperoleh dengan syarat pengorbanan manusia.  Kenapa Tuhan Yesus harus lahir ke dalam dunia menjadi manusia?  Kenapa sih tidak langsung aja dari sorga bilang, “Kian Guan kamu sudah berdosa, saya ampuni dosamu sekarang, ting!”  karena, dosa manusia hanya bisa dibereskan dengan manusia lainnya, itu  baru adil, tetapi harus manusia yang tidak ada dosanya.  Kalo ada dosa yah gak bisa, mana bisa yang kotor bersihkan yang kotor.  Gak mungkin kan kita cuci piring yang kotor pake lumpur.  Masalahnya, semua manusia Roma 3:23 katakan sudah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah.  Semua, baik dulu, sekarang dan masa akan datang.  Karena itu, tidak ada manusia di dunia ini yang bisa menebus dosa, menyelamatkan kita dari kebinasaan.  Karena alasan itulah, Allah mengutus Yesus masuk ke dalam dunia menjadi manusia, ia hidup dengan sempurna dan layak menggantikan kita yang berdosa.  Nah, kelahiran Yesus yang kita peringati dalam hari natal adalah awal ia menebus dosa kita.  Tanpa kelahiran-Nya maka tidak ada salib.  Tanpa palungan, tidak ada salib.  Tetapi tanpa salib, palungan tidak berarti apa-apa.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Injil Yohanes memang tidak mencatat kelahiran Tuhan Yesus karena yang dia hendak tekankan mengenai Yesus adalah sebagai Allah dari kekal sampai kekal (dimulai dari logos tanpa awalan dan tidak ada akhir, tidak dicatat mengenai kenaikan Yesus ke Sorga).  Tetapi yang menarik adalah beberapa jam sebelum Yesus disalib, Dia mengungkapkan alasan Dia lahir ke dalam dunia.  Kita bisa lihat itu dalam percakapan Yesus dengan Pilatus.  Sebelumnya mari kita mengenal siapakah lawan bicara dari Tuhan Yesus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung . . .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-8374730104189373596?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/8374730104189373596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=8374730104189373596&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8374730104189373596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8374730104189373596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2009/12/dilahirkan-untuk-menderita-1.html' title='Dilahirkan untuk menderita (1)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8298623541431081762</id><published>2009-07-14T19:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T19:53:25.888-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teologi dan Lingkungan'/><title type='text'>Not One Sparrow</title><content type='html'>We can be 'speciesists' and show compassion for animals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a recent post on Her.meneutics, the Christianity Today women's blog, Saddleback Church's Kay Warren shared the story of being emotionally duped, then angered, by a heart-tugging television ad about suffering animals. As someone who has seen Rwandan children orphaned by hiv and surviving on dirt cookies, Warren urged readers to remember the chasm between humans and animals, and the respective dignity that chasm confers. "Only people have a spiritual dimension," she wrote. "Jesus didn't die for animals; he gave his all for human beings." &lt;br /&gt;Warren's post received many thankful "amens." Her frustration resonates with many Christians who are concerned with appeals for animal compassion when so much callousness toward human suffering persists. Such concern is rooted in both Scripture's witness and the intuitive knowledge that, while animals and all of non-human creation are not disposable, neither do they have the same worth as humankind. It was the first human's nostrils into which God, in an embarrassingly intimate act, breathed life; it was the human patriarchs and their families whom God called into covenant relationship; when God chose Mary, a Jewish teenager in a backwater of the Roman Empire, it was human flesh he chose to take on. And though Paul writes in Romans 8 that God will usher the entire creation into freedom in the age to come, he also says that humans alone were chosen "before the creation of the world to be holy and blameless … to be adopted as his sons through Jesus Christ" (Eph. 1:4-5).&lt;br /&gt;Given the highlights of God's story of redemption, Christians cannot help being a bit speciesist, a term coined by psychologist Richard D. Ryder for "the widespread discrimination … practiced by man against other species" and popularized by Princeton philosopher Peter Singer.&lt;br /&gt;But while Christians happily acknowledge the charge, we misstep when we brush off animal cruelty with nonchalance. Showing animal compassion does not de facto assign animals the same worth as humans. It merely acknowledges that animals have worth and dignity—something plainly assumed in biblical passages like Exodus 21-22:14 and Deuteronomy 25, which outline upright ways to handle livestock, and Proverbs 12:10, which praises the righteous man who "cares for the needs of his animal." The church has traditionally interpreted Isaiah 65's well-known apocalyptic imagery of lions and lambs not as a cozy metaphor of human community, but as a picture of fully restored creation, people and animals. And while Luke 12:6's five sparrows sold for two cents usually refer to God's sovereign care for us in our daily lives, it's remarkable that those five sparrows aren't forgotten by God, but are part of his sovereign care as well.&lt;br /&gt;Instead of leading us down dangerous paths toward secular humanism, animal compassion becomes part of our privileged role as custodians of the creatures in which God delights. In fact, C. S. Lewis, who wrestled in many essays with the seeming senselessness of animal suffering, argued that it was precisely because humans are higher than animals in creation's hierarchy that they should oppose animal cruelty. Our very superiority to animals, he said, ought to motivate us "to prove ourselves better than the beasts precisely by the fact of acknowledging duties to them which they do not acknowledge to us."&lt;br /&gt;When we hear about dogs being hanged or drowned for not performing well in dogfighting rings, or about legitimate hunting turning into mere slaughter, or when livestock are killed in ways that prolong their suffering, what usually erupts in us is an adamant no! We do well to pay attention to that no!, because it tells us that something has gone horribly wrong with the world, something Christians believe traces back to man's enmity with God.No! is also our response, of course, when 8-year-olds are forced to prostitute themselves on Cambodian streets, or a doctor admits to having aborted a child one day before he was due. But we need not worry that our no! about cruelty to animals will lessen our response to wrong done to humans.&lt;br /&gt;Compassion is not a zero-sum game. Compassion begets more compassion, though channeled into different responses and for different ends. The most famous evangelical animal activist, William Wilberforce, publicly opposed bull-baiting (a spectator sport where dogs attack bulls) and co-founded the first animal welfare group out of the same vision for Christ's kingdom that led him to support public Sabbath observance, fund evangelism to Indians, and work to overthrow the British slave trade, among countless other initiatives.&lt;br /&gt;It's our recognition of Christ's reign over all things—even the sparrows—that compels us to proclaim our no! about animal cruelty in the public square, and to make our yes! about the worth and dignity of all God's creatures a joyful witness to his coming kingdom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari A Christianity Today editorial | posted 7/13/2009 10:33AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-8298623541431081762?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/8298623541431081762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=8298623541431081762&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8298623541431081762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8298623541431081762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2009/07/not-one-sparrow.html' title='Not One Sparrow'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-3852285169161578778</id><published>2009-02-10T23:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T23:39:55.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Inilah kasih itu!</title><content type='html'>“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1Yoh. 4:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh dunia sebentar lagi merayakan hari kasih sayang.  Seluruh dunia sepakat untuk menunjukkan kasihnya kepada orang-orang yang mereka kasihi, berupa perhatian, hadiah, dan suasana romantis.  Tetapi sejarah membuktikan bahwa dunia justru semakin kehilangan makna kasih.  Kasih dunia sangat menuntut persyaratan, Kasih diumbar di dalam nafsu, kasih direndahkan di dalam bentuk materi seperti sogokan, pengagungan kasih yang hanya 1 hari dianggap cukup untuk menutupi segala kemarahan, kedengkian dan perselisihan, setelah itu, kasih hanya menjadi tertawaan dunia.  Masihkah kita merayakan hari kasih sayang yang demikian?  Bagaimana seharusnya kita sebagai orang-orang yang ada di dalam Tuhan merayakan hari kasih sayang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Renungkanlah firman Tuhan karena makna kasih yang sejati di dalam firman Tuhan.  Frasa “inilah kasih itu” memberitahukan kita bahwa firman Tuhan memiliki makna kasihnya sendiri—tentu yang berbeda dengan dunia.  Sebagai anak-anak Tuhan, kita seharusnya tidak mencari makna kasih di luar dari kebenaran firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berdoalah dan ucapkanlah syukur atas kasih Allah yang tak bersyarat.  Frasa “bukan kita yang telah mengasihi Allah” menunjukkan bahwa kita tidak akan pernah mampu mengasihi Allah kalau Allah tidak terlebih dahulu mengasihi kita.  Tidak ada setitik pun hidup kita yang mampu memenuhi syarat untuk dikasihi Tuhan, selain daripada inisiatif kasih Allah itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kasihi setiap orang dengan kekudusan dan ketulusan karena kasih sejati itu sebuah kesadaran, bukan hawa nafsu.  Frasa “tetapi Allah yang telah mengasihi kita” menunjukkan sebuah kesadaran dan keinginan dari Allah yang timbul dari pikiran, hati, rencana dan kehendak-Nya yang kudus untuk mengasihi manusia—bukan seperti hawa nafsu manusia yang murahan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beritakanlah kasih Allah karena kasih-Nya tidak murahan tetapi mahal harganya.  Frasa “dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian dosa-dosa kita” menunjukkan kasih Allah itu mahal harganya karena yang datang adalah Allah sendiri di dalam diri Tuhan Yesus.  Kasih seperti ini yang mendamaikan kita yang berdosa dengan Allah yang kudus sehingga kita menjadi kudus di hadapan-Nya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jadilah orang-orang yang mengasihi sampai akhir hidup kita karena kasih yang sejati tidak hanya 1 hari tetapi selamanya.  Kata “mengasihi dan mengutus” yang Allah kerjakan adalah sebuah perbuatan yang dilakukan sekali untuk selamanya.  Allah mengasihi manusia dengan kasih-Nya yang kekal.  “ . . . Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu” (Yer. 31:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari kasih sayang Tuhan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-3852285169161578778?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/3852285169161578778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=3852285169161578778&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/3852285169161578778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/3852285169161578778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2009/02/inilah-kasih-itu.html' title='Inilah kasih itu!'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8681122111234493239</id><published>2009-01-22T00:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T00:56:23.726-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goretan hidup'/><title type='text'>catatan pinggir seorang suami</title><content type='html'>setiap sore menjelang malam dan sampai larut malam, selalu hati ini was-was melihat gelagat istri yang gelisah.  dan betul, tiba-tiba apa yang ada di perutnya yang mungkin baru saja selesai makan (kadang yang lumayan mahal belinya) berakhir di lubang kloset.  Pernah sekali waktu sambil merasakan asamnya rasa yang keluar dengan jenis makanan dan minuman, baik yang masih berbentuk maupun yang sudah kaga jelas bentuknya, alias encer, saya pun ingin mengikuti jejaknya.  Untung saya sebagai suami menunjukkan integritas yang tinggi untuk tidak serta merta muntah bersamanya.  alhasil, pijatan maut pun saya keluarkan baik di leher, tepukan di punggung dan pinggang (ke dia).  &lt;br /&gt;kasihan hati ini melihat istri yang kelelahan, demikian juga dengan saya yang kelelahan menahan nafas setiap melihat dia begitu merana dengan berusaha mengeluarkan kekuatan dia yang terakhir menahan rasa lelah.  akhirnya bisa juga dia tidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap melihat dia muntah, saya langsung ingat masa saya suka muntah waktu malaria.  emang gak enak, meskipun lama-kelamaan enak juga muntah karena setelah itu segar.  hati ini hanya terus berdoa bagi istriku agar kuat menghadapi kehamilannya.  sampai sekarang dia masih merasakan sakit di lambung, entah karena makan asam-asam, stres mikirin pelayanan, atau faktor lainnya.  i love u my wife!  be stong in the Lord!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-8681122111234493239?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/8681122111234493239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=8681122111234493239&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8681122111234493239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8681122111234493239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2009/01/catatan-pinggir-seorang-suami.html' title='catatan pinggir seorang suami'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-783565358821036026</id><published>2009-01-13T01:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T01:34:11.806-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goretan hidup'/><title type='text'>Catatan pinggir yang kelelahan</title><content type='html'>Kalau saya sedang jabarkan kehidupan saya sekarang, maka kata itu adalah SIBUK.  Puji Tuhan kalo Tuhan masih percayakan banyak pelayanan, tapi saya takut berubah menjadi puji setan karena dia sudah berhasil membuat saya sibuk sampai hal yang esensi dalam hidup ini yaitu bergaul karib dengan Tuhan saya berat jalankan dan mulai menjadi barang langka.  maunya sih mengurangi kesibukan pelayanan.  maunya sih memikirkan ladang yang baru yang lebih mungkin memberikan space untuk bernafas bersama Tuhan.  tapi ah....bisa aja alasan untuk menghindar dari tantangan atau pengen cari suasana yang lebih enak buat diri sendiri.  tapi jujur, hati ini emang belum sreg ada di tempat pelayanan sekarang.  emang dasar kamu Kian Guan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rasanya malu deh dengar katanya kalo di tenpat pelayanan Mr. Caleb Tong, beliau berkata (dengar kata orang), "orang dunia aja tekun bekerja, kaga ada off, masa kita hamba Tuhan kalah dan butuh off?"  wuih.....gentar juga kalo Tuhan utus kerjasama sama beliau.  tapi pikir2, benar juga.  cuma masalahnya bagaimana dengan orang yang gelo kayak saya ini yang masih susah bergaul karib dengan Tuhan sembari bersibuk ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada baca buku bagus buanget karangan Charles Swindoll judulnya so, you want to be like Christ?/Anda mau menjadi seperti Kristus?  eh...baca buku ini, beliau mengatakan bahwa harus berani berkata tidak kepada pelayanan yang menyita hubungan kita dengan Tuhan.  harus ada waktu bersama Tuhan yang cukup dengan implikasi pelayanan harus ditata tak menyibukkan.  ehm.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apalagi pelayanan sekarang sering saya terjebak dalam perbandingan dengan orang lain yang lebih mantap jadwal pelayanannya tapi tidak ngeluh, sedangkan saya....wahhhhh....ngeluhnya lebih banyak daripada pelayanannya.  apa karena masih bau kencur yah?  ehmmm.....God forgive me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan pinggir orang yang kelelahan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-783565358821036026?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/783565358821036026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=783565358821036026&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/783565358821036026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/783565358821036026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2009/01/catatan-pinggir-yang-kelelahan.html' title='Catatan pinggir yang kelelahan'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-1075801509338716893</id><published>2008-12-29T17:42:00.001-08:00</published><updated>2008-12-29T17:50:23.355-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Imanuel--Allah beserta kita</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:2040623157; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1495015390 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:2043045220; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:69002548 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Budi adalah seorang profesor penemu ulung, dia berhasil menciptakan robot yang bisa mendeteksi kebohongan, dia membuat robot itu sedemikian rupa sehingga ketika mendengarkan kebohongan, sang robot akan langsung menampar si pembohong itu...&lt;/span&gt;  Budi dengan bangga membawa robot itu ke ruang keluarga dan menunggu anaknya pulang... tapi anaknya tak kunjung pulang...  ditunggu-tunggu baru sore hari sang anak pulang... "Kamu dari mana ? kok pulangnya telat" tanya si Budi.  "Ada pelajaran tambahan pa" jawab sang anak.  *PLAK* Sang robot menampar si anak...  "Nak, ini adalah robot ciptaan ayah, dia akan menampar siapapun yang berbohong..! sekarang katakan dengan jujur, kenapa pulangnya telat ??!"  "Maaf ayah.. aku habis menonton film di rumah teman..."  "Film apa?"  "Film Sinetron pa"  *PLAK*  Ayo katakan denga! n jujur film apa ??"  "Maaf Ayah... saya menonton film porno"  mendengar itu marahlah si Budi..  "Kamu itu yach ... kecil-kecil uda nakal, mau jadi apa kamu nanti besar ?  kurang ajar kamu yach ... bikin malu ajah ... perbuatan yang  benar-benar memalukan..! !! papa waktu seumuran kamu gak pernah melakukan hal senakal kamu...!"  *PLAK* Budi ditampar sang robot.  Suasana hening untuk beberapa saat...  Istri Budi kemudian masuk datang dan langsung berkata... "huh, sama aja kelakuannya, apel gak akan jatuh jauh dari pohonnya kan ? ya gimanapun juga dia anak elo, jadi... "  *PLAK*  Sang robot menampar istri Budi sebelum sang istri  sempat menyelesaikan kata2nya..&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;  Dan semua terdiam...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;SS, Bagaimana jadinya kalau Tuhan adalah seorang pembohong?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka Kita akan mendengar suara tamparan di surga, dengan catatan robotnya masuk surga. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bagaimana jadinya kalau Tuhan tidak menepati janji-Nya seperti yang ditulis di dalam Maleakhi 4:2 berkata, “&lt;i style=""&gt;Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;bagimu akan terbit surya kebenaran  .. . ”??&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka hidup manusia juga adalah sebuah kebohongan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Manusia hanya akan diperbudak oleh dosanya, penderitaannya, kesulitannya, dan masalahnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak pernah ada jalan keluar bagi manusia, karena satu-satunya jalan keluar yang mungkin adalah pada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi bagaimana kalau satu-satunya jalan keluar itu tertutup?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka tamatlah sejarah manusia!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya memikirkan dua ironi yang terjadi berkaitan dengan hal ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sebagian manusia akan berhenti berharap dan berkata,      “Tuhan sudah mati.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan tidak      ada!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan tidak bekerja lagi      sekarang tetapi meninggalkan ciptaan tangan-Nya” Maka mereka berusaha      dengan kekuatan sendiri mengatasi dosa dan masalah dalam hidup ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah bisa?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah manusia mampu?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak!&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Manusia hanya menutupi dosa mereka dengan dosa yang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;manusia hanya menutupi masalah mereka      dengan masalah yang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka manusia      binasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sebagian manusia lainnya akan tetap berharap kepada      Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka akan menanti dengan      setia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi yang dinanti tidak      kunjung datang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang      ditunggu-tunggu tidak pernah menepati janjinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka manusia binasa. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Betapa malangnya manusia bukan kalau      mereka menanti dan berharap kepada Tuhan yang tidak menepati janji-Nya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tetapi kita bersyukur bahwa Allah tidak pernah ingkar janji.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Melalui kisah Yakub, kita akan melihat bukti penyertaan Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mari kita membaca &lt;b style=""&gt;Kejadian 28:10-22.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;SS, siapa Yakub?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yakub adalah anak Ishak yang menjadi kesayangan Ribka, mamanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia jarang keluar rumah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia dapat dikatakan anak mami, anak rumahan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia berbeda dengan Esau yang kuat, pengembara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi pada saat itu, Yakub terpaksa harus pergi dari rumahnya karena setelah dia menipu kakaknya, Esau, Dia akan dibunuh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka pergilah ia menuju tempat Pamannya, Laban dengan segala keputusasaan, &lt;i style=""&gt;homesick&lt;/i&gt;, kesepian, dan kebimbangan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pada Malam ketika ia tidur, Yakub bermimpi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yakub melihat ada sebuah tangga yang ujungnya sampai ke langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Apa maksud dari Tangga Yakub ini yang dikutip juga oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 1:51?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;                1.    Allah beserta kita      (tangga itu dari atas ke bawah = turun)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kita akan melihat tangga itu dari atas ke bawah dan ini menunjukkan bagaimana Allah berinisiatif menyatakan janji-Nya kepada Yakub.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di tengah-tengah pergumulan Yakub, Allah menyatakan diri-Nya dan janji-Nya bahwa Ia akan menyertai Yakub ke manapun ia pergi (ay. 15).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tangga itu dari atas ke bawah menunjukkan Allah peduli akan segala kesulitan dan pergumulan yang dialami Yakub.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan pun peduli kepada segala kesulitan dan pergumulan yang dialami setiap kita yang hadir di tempat ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa bukti kepedulian Tuhan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia datang dari atas (surga) turun ke bawah (dunia).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia datang dari kemegahan, kemuliaan dan kekuasaan kepada kehinaan, kesengsaraan, dan kerendahan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia datang dari sorga, tempat yang paling diinginkan orang-orang di dunia ini, menuju bumi, tempat di mana dosa dan penderitaan merajalela di mana-mana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dari Allah yang tidak terbatas menjadi seorang bayi manusia yang terbatas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ibrani 2:14 berkata, “&lt;i style=""&gt;karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan kata lain, “ketika kita berdarah dan berdaging, maka Ia pun berdarah dan berdaging sama seperti kita.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Siapa yang mengerti pergumulan manusia selain dari manusia itu sendiri?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Siapa yang mampu mengerti kesulitan, penderitaan, sengsara, kepahitan, sakit hati kita selain daripada manusia itu sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi apakah manusia lainnya bisa mengerti kita?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah orang-orang yang duduk Di samping kiri kanan, depan belakang saudara mampu mengatasi penderitaan, kepahitan dan luka saudara?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memiliki kesulitan, penderitaan, kepahitannya sendiri. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Yang terluka tidak dapat mengobati yang terluka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tetapi Yesus, Ia sumber sukacita, sumber pengharapan itu menjadi manusia agar dapat mengobati kita yang terluka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1 Korintus 2:11 berkata, “&lt;i style=""&gt;Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam diri dia?”&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi ayat ini tidak berhenti hanya di situ, dilanjutkan, “&lt;i style=""&gt;demikian pulalah tidak ada yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yesus adalah manusia sejati sehingga Ia mengerti pergumulan kita dan Ia adalah Allah sejati sehingga Ia mampu mengatasi pergumulan kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena itu, hanya satu pengharapan manusia yaitu di dalam diri Tuhan Yesus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;SS, Apa yang dimimpikan Yakub dipakai Tuhan di dalam Yohanes 1:51.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika itu Natanael sempat mempertanyakan apakah ada sesuatu yang baik datang dari Nazaret?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi ketika ia percaya kepada Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus menjaminkan dia suatu hal yaitu Dia akan melihat langit terbuka dan malaikat Tuhan akan turun naik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tangga itu turun menunjukkan Allah akan beserta dengannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah akan menyertai orang-orang yang percaya kepada-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Apakah saudara pernah percaya sekali kepada seseorang?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimana jadinya kalau orang itu mengecewakan saudara?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inilah yang terjadi di dalam hidup manusia, seberapa percayanya kita, suatu saat akan mengecewakan kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, kepada siapa seharusnya kita percaya, maka pemazmur di dalam Mazmur 56:4 (BUKA ALKITAB) di kala ia mengaku bahwa ia takut, ia berkata kepada Allah aku percaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka setelah itu di dalam ayat-ayat berikutnya kita melihat bahwa pemazmur memiliki keyakinan dan pengharapan kepada Allah dan berkata, “&lt;i style=""&gt;Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut&lt;/i&gt;.” (ay. 5, 12)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia mengucapkannya 2 kali saudara yang menunjukkan suatu kepercayaannya kepada Tuhan dan ia tidak takut lagi menghadapi hidup ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, ada &lt;b style=""&gt;pribadi yang kita tuju yaitu Tuhan, dan ada yang kita lakukan yaitu percaya, maka hasilnya kita tidak takut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ketika Yakub bangun dari tidurnya, ia menyadari kehadiran Tuhan dan menyebut tempat di mana ia berada adalah pintu gerbang sorga (&lt;i style=""&gt;the gate of Heaven&lt;/i&gt;) di mana Tuhan menyatakan diri-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kehadiran Tuhan ke dalam dunia (natal) adalah di mana pintu keselamatan itu dinyatakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia datang untuk mati di atas kayu salib untuk dosa saudara dan saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pintu keselamatan itu dibukakan bagi mereka yang dipanggil di dalam nama-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagi saudara-saudara yang belum merasakan damai natal ini, di mana Tuhan berkenan hadir di dalam hati saudara membereskan dosa dan pergumulan saudara, bila saudara merasakan firman Tuhan berbicara di dalam hati saudara, saudara merasa berdosa dan membutuhkan Juruselamat, maka datanglah kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Percayalah kepada Tuhan Yesus karena hanya Dia yang mampu menjadi jawaban bagi segala pergumulanmu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin saudara-saudara bertanya-tanya, Bagaimana saya bisa yakin bahwa Dia adalah yang benar yang dapat saya percaya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jawabannya adalah, Karena hanya Tuhan Yesus yang membuktikan janji-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pembuktian akan janji terbitnya surya kebenaran itu ditepati-Nya di dalam Yohanes 1:9, “&lt;i style=""&gt;Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya&lt;/i&gt;,”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Berapa lama orang Yahudi menantikan pembebasan dari seorang Mesias?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sejak zaman Israel.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi ada satu masa yang panjang sejak zaman nabi Nehemia sampai pemerintahan Romawi kira-kira 400 tahun lamanya yang tadi didramakan di mana ada satu periode yang dinamakan periode intertestamental (peralihan antara PL dan PB), ini sering disebut zaman kevakuman Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di zaman inilah orang Yahudi menantikan kedatangan Mesias.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di tengah penaklukan bangsa Persia, kebobrokan dan penganiayaan bangsa Yunani, dan tekanan bangsa Romawi, maka harapan orang Yahudi satu-satunya adalah kedatangan Mesias, Juruselamat itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi apakah firman Tuhan Vakum?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah Allah diam?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebenarnya tidak!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang terjadi selama 400 tahun itu sudah dinubuatkan di dalam Daniel 2, 7, 8 dan 11.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini menunjukkan bagaimana Terang firman itu tetap beserta di tengah kegelapan zaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah ada tempat atau waktu di mana Terang Tuhan tidak beserta? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tidak ada!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sejak penciptaan ketika Terang itu dikatakan baik adanya sampai kepada ketika manusia tidak membutuhkan lagi terang matahari karena Allah akan menjadi penerang abadi, maka kita melihat tidak ada tempat atau waktu di mana Terang Tuhan tidak bercahaya dan beserta ciptaan tangan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tangga itu dari atas ke bawah yaitu Imanuel, Allah beserta kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang masih kita kuatirkan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Percayalah kepada-Nya!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;2.     Kita mengikuti      Tuhan (tangga itu dari bawah ke atas = naik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ss, seringkali dalam hidup kita, kita terlalu sibuk dengan pergumulan dan masalah dalam hidup kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita memohon kepada Tuhan untuk menjaga, memelihara kita dan memberkati kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita selalu berseru dan berseru kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita ingin Tuhan selalu turun ke bawah menolong kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi Tuhan mendapati kita tidak sepenuhnya bergantung kepada-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan kata lain, Kita belum naik tangga ke atas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita terlalu terpuruk dengan keadaaan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;SS, setelah Yakub berangkat dari tempatnya itu, ia bertemu dengan Laban dan kita melihat bagaimana Yakub terus mengalami pergumulan dalam hidupnya sampai kepada pertemuannya kembali degan Esau, kakaknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DI dalam Kejadian 32, kita melihat bagaimana Yakub takut untuk bertemu dengan Esau, sampai Tuhan harus kembali mengingatkan dia dengan bergumul bersama Yakub.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan sampai harus membuat Yakub pincang untuk menyakinkan penyertaan Allah kepada Yakub.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Berapa banyak dari kita yang mengamini bahwa Allah adalah Allah yang baik?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan mungkin setiap kita yang hadir di sini tidak akan mengingkarinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi berapa banyak yang di dalam segala pergumulannya dan masalahnya masih bisa berkata Tuhan itu baik dan tetap hidup bersukacita?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berapa banyak dari kita yang mengamini bahwa Allah adalah Allah yang Mahakuasa?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi berapa banyak dari kita yang meragukan kuasa Allah ketika badai hidup menerjang kita?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak juga!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika banyak orang bilang tahun 2009 krisis global akan lebih parah daripada tahun 1998, usaha mulai menurun, PHK di mana-mana, dll, berapa banyak dari kita yang masih mampu berkata, “Tuhan, aku tidak kuatir karena hidupku di tangan-Mu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku tetap percaya kepada kuasa-Mu yang mengatur sejarah dunia ini?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Paulus di dalam Kolose 3:2 berkata, “&lt;i style=""&gt;Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa artinya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Artinya adalah pikiran kita harus selalu tertuju kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita harus memiliki &lt;i style=""&gt;the heavenly mind&lt;/i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kaki ini memang berpijak di bumi, tetapi pikiran dan hati kita haruslah &lt;i style=""&gt;heavenly&lt;/i&gt;/surgawi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kaki yang berpijak di bumi ini menunjukkan bahwa kita akan tetap menjalani hidup di dunia ini, Bertemu dengan kesulitan, masalah, pergumulan, kepahitan, penolakan, dan banyak lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi pikiran hati kita harus tertuju kepada Allah yang berkuasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan demikian, saya percaya bahwa kita akan membawa suasana surgawi itu ke tengah-tengah dunia ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita akan menghadapi masalah hidup ini dengan cara Tuhan, bukan dengan cara kita yang terbatas dan di dalam keberdosaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;SS, istri saya sedang mengandung.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Awal-awal kehamilannya ini sangat menyulitkan dirinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Baju semakin sempit, badan sakit-sakit, maunya tidur terus, dan banyak lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya melihat bagaimana dia mampu bertahan menghadapi “penderitaannya” ini karena dia sadar ini harus ditempuh olehnya demi mendapatkan sesuatu yang berharga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pikiran akan datangnya seorang bayi di tengah-tengah kami yang akan membahagiakan hidup kami tentu menjadi pendorong di dalam menghadapi kesulitan dalam proses kehamilan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Demikian juga dengan kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pikiran akan bagaimana penderitaan akan membuat iman kita teruji, menjadi murni dan bertumbuh, seharusnya menjadi pendorong bagi kita di dalam menghadapi tantangan dunia ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita tidak akan menjadi anak-anak gampang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita tidak akan menjadi orang Kristen yang sedikit-sedikit putus asa dan mempertanyakan Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam 1 Petrus 1:6-7, “&lt;i style=""&gt;Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maksud semuanya itu adalah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dukacita itu dikatakan hanya seketika saja dibandingkan kemuliaan yang akan kita dapatkan selama-lamanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;waktu saya diutus praktik satu tahun, sekolah saya mengadakan ibadah pengutusan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seorang dosen saya berkhotbah dan beliau berkata bahwa di dalam pelayanan akan banyak mengalami tantangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika kami tahan uji menghadapi tantangan itu, maka kami akan lulus dan mendapatkan gelar kami, ada yang Sth (sarjana Teologi) dan ada juga M. Div (Master Divinitas).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau belajar lagi dan lulus lagi maka akan dapat gelar sampai paling tinggi yaitu Phd. (doktor philosofi).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi gelar2 di atas tidak akan ada gunanya tanpa satu gelar yang paling penting yang diberikan oleh Tuhan sendiri, yaitu W. D. (&lt;i style=""&gt;Well Done&lt;/i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;[Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik].”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Maukah saudara mengikut Tuhan dengan setia di tengah-tengah gejolak zaman ini?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maukah saudara tidak berdiam diri saja, tidak hanya meminta-minta penyertaan Tuhan tetapi mulai sekarang saudara mau berkata, “Tuhan, pakai segala peristiwa dalam hidupku untuk membuatku semakin mendekat pada-Mu dan memuliakan-Mu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-1075801509338716893?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/1075801509338716893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=1075801509338716893&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1075801509338716893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1075801509338716893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/12/imanuel-allah-beserta-kita.html' title='Imanuel--Allah beserta kita'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-5821062023554812647</id><published>2008-12-07T19:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T19:43:48.599-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Waktu dan hikmat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/STyXD-FhemI/AAAAAAAAAD0/_hn-_I2nzrA/s1600-h/ist2_2940560-kung-fu-master.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 281px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/STyXD-FhemI/AAAAAAAAAD0/_hn-_I2nzrA/s320/ist2_2940560-kung-fu-master.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277258957832944226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;2 Raja-raja 20:1-11&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Alkisah hidup seorang guru silat yang sudah sangat tua.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia mempunyai dua murid yang masing-masing rajin dan semangat belajar silat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk mewariskan perguruannya, ia harus memilih yang terbaik dari keduanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setiap mereka diadu kekuatannya, hasilnya selalu seimbang. Untuk mengetahui mana di antara mereka yang lebih baik dan lebih cerdik, guru tersebut terpaksa menggunakan cara lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Suatu tengah malam, guru tersebut memanggil kedua muridnya dan memberi mereka tugas,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Besok pagi kalian pergilah ke hutan mencari ranting pohon. Siapa yang pulang dengan hasil yang terbanyak, dialah yang keluar sebagai pemenang.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Waktu yang tersedia untuk kalian adalah jam lima pagi sampai jam lima sore." Kemudian guru tersebut berkata, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Ini adalah dua bilah parang yang dapat kalian gunakan, ada pertanyaan?"&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Tidak."&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Baiklah kalau begitu, sekarang, kalian cepatlah beristirahat dan besok bangun lebih pagi,"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Di pikiran murid yang pertama langsung terbayang bahwa keesokan hari&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;nya ia harus bekerja lebih keras dan lebih serius karena waktunya terbatas. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ia pun pergi tidur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Murid kedua tidak langsung tidur tetapi memikirkan pekerjaannya besok.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia memeriksa parang yang disediakan oleh gurunya, dan ternyata parang tersebut adalah parang tua yang sudah tumpul.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka, ia pun memutuskan, besok sebelum berangkat ia akan mencari batu asah untuk mengasah parangnya agar menjadi tajam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Lalu ia berpikir lagi, bagaimana cara membawa ranting pohon lebih banyak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara temannya sudah tertidur lelap, ia masih mondar-mandir di depan kamarnya, memikirkan cara terbaik untuk membawa ranting dengan jumlah lebih banyak. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya ia memutuskan untuk menyiapkan tali dan tongkat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia akan memikul ranting menggunakan tongkat pikulan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Paling tidak, ia bisa membawa dua ikat besar ranting-satu di depan dan satu lagi dibelakang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan perasaan puas, ia pun pergi tidur.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Keesokan harinya, murid pertama yang sudah berencana akan bekerja keras, bangun tepat waktu dan langsung berangkat ke hutan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara itu, murid kedua masih tidur karena tidurnya terlalu malam memikirkan strategi. Tepat jam enam pagi, murid kedua bangun. Sesuai rencana, ia segera mencari batu asah dan mengasah parangnya sampai benar-benar tajam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian ia mencari tali dan tongkat pikulan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah semua perlengkapan siap, ia segera berangkat ke hutan, jam menunjukkan pukul tujuh lebih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Ketika jam menunjukkan pukul satu siang, murid kedua sudah berhasil mengumpulkan ranting cukup banyak. Ia segera mengikatnya menjadi dua dan memikulnya pulang. Sesampainya di rumah, diserahkannya ranting-ranting tersebut kepada g&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;urunya. Ia berhasil mendapat banyak ranting dan pulang lebih cepat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sementara itu, murid pertama, karena tidak mengasah parangnya, harus menggunakan waktu dan energi yang lebih besar untuk memotong ranting pohon.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan demikian ia juga memerlukan waktu yang lebih banyak untuk beristirahat karena kelelahan. Belum waktu yang ia gunakan untuk mencari tali pengikat. Selain itu, dengan caranya membawa ranting kayu yang dipanggul di pundaknya, jumlah yang bisa dibawanya juga terbatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Apa pelajaran yang bisa dipetik dari cerita ini?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Waktu manusia sudah ditentukan dan diatur oleh Allah, waktu yang terbatas ini bagaimana manusia menjalaninya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada dua jenis orang: (1) Ada orang yang memiliki waktu tetapi tidak memiliki hikmat, sehingga yang dijalaninya hanyalah kesia-siaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi kalau kita renungkan, (2) ada orang yang berhikmat tetapi waktunya singkat baginya, ada orang yang baru menyadari hidup ini harus memuliakan Tuhan, tapi sudah harus dipanggil Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kedua hal inilah yang terjadi dengan hizkia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Siapakah Hizkia?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Hizkia selama hidupnya berhikmat dan menjalani hidupnya sungguh-sungguh sehingga di dalam 2 Raja-Raja 18:3, Hizkia dikatakan raja Yehuda yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Luar biasa, Hizkia dibandingkan dengan Daud, orang yang dikatakan berkenan di hati Allah dan melakukan segala kehendak-Nya (Kis. 13:22).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Tetapi waktu dia sudah usai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di pasal 20:1, Hizkia jatuh sakit dan Tuhan berkata “engkau akan mati.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita melihat bahwa waktu itu singkat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Siapa&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;pun kita, betapa kayanya kita, betapa terkenalnya kita, betapa pintarnya kita, betapa cantiknya kita, ketika Tuhan berkata engkau akan mati, maka apa yang kita punya kita tinggalkan di dalam dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seorang raja menyadari akan hal ini, dan sebelum dia mati, dia memerintahkan pengawalnya untuk membuat peti mati yang disampingnya ada lubang, untuk apa?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar tangannya bisa dikeluarkan dan menunjukkan bahwa ia mati dengan tangan yang kosong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Hizkia adalah orang yang berhikmat tetapi tidak memiliki waktu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia tidak kuasa menahan kematian dari Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Tetapi Tuhan dengan segala rencana-Nya menyembuhkan Hizkia dan tidak hanya itu, Hizkia diberi tambahan umur/waktu 15 tahun. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hizkia punya waktu tetapi kali ini ia tidak punya hikmat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia justru berbuat hal yang tidak berkenan di hati Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inilah yang dinamakan orang yang memiliki waktu tetapi tidak berhikmat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hizkia menjadi contoh manusia pada umumnya di mana waktu dan hikmat tidak pernah berjalan bersama-sama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pagi ini, kita yang duduk, kita diingatkan bahwa kita punya waktu dan diberi hikmat oleh Tuhan untuk menjalaninya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selama kita masih hidup maka kita harus menjalaninya dengan bijaksana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Hizkia tidak berhikmat di dalam menggunakan waktu yang ada, padahal Tuhan punya rencana indah dalam hidupnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Janji Tuhan kepadanya adalah, “&lt;i style=""&gt;Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;i style=""&gt; oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku&lt;/i&gt;" (ay. 6).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Memang bangsa Israel lepas dari bangsa Asyur tetapi karena kesombongan Hizkia, maka Tuhan menghukum bangsa Israel kepada bangsa Babel (ay. 12-21).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Rencana Allah dalam hidup kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Seperti Hizkia, Tuhan pun memiliki rencana dalam hidup setiap kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena Tuhan menciptakan kita dengan sebuah maksud.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak orang berkata, “untuk apa Tuhan menciptakan saya?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk apa saya ada di dunia ini?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Westminster cathecismus&lt;/i&gt; memberikan jawaban, “&lt;i style=""&gt;tujuan hidup manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Dia selama-lamanya&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Karena kita ini buatan Allah, &lt;span style="background: blue none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:white;" &gt;diciptakan&lt;/span&gt; dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik [memuliakan Allah], yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya [menikmati Dia selama-lamanya].&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt; (Ef. 2:10).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Apa rencana Tuhan dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;hidup SS sekalian?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pernahkah SS merenungkan panggilan hidup SS?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah kita pernah merenungkan bagaimana saya dapat menyenangkan hati Tuhan dengan hidup saya ini?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangan-jangan selama ini setelah puluhan tahun kita hidup tetapi belum pernah melakukan sesuatu pun yang menyenangkan hati Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hidup dalam dosa, kesenangan duniawi, hidup mencari kepuasan diri sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Ada sebuah kisah nyata di Amerika, ada seorang pria yang merupakan orang penting dan sibuk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia bekerja dari pagi sampai malam setiap hari, bahkan libur pun bekerja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Istrinya selalu mengingatkan dia akan keluarga mereka, anak-anak yang mulai bertumbuh dan membutuhkan dia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi apa yang dia pikirkan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“saya akan bisa meluangkan waktu lebih banyak bagi mereka dalam 6 bulan ke depan atau lebih, ketika segala sesuatu sudah tenang dan teratur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Toh, bukankah saya melakukan semua ini bagi kebaikan mereka?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini yang selalu menjadi alasannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini yang selalu menjadi rencana di dalam hidupnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia tidak memikirkan kesehatannya, ia tidak punya waktu ke gereja apalagi baca Alkitab, selalu saja alasannya, saya akan melakukannya kalau semua sudah tenang dan teratur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suatu hari pimpinannya memerintahkannya mengerjakan proyek besar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Malam itu, ia berkata kepada istrinya, “hidup kita akan segera tenang dan teratur karena keuangan kita akan terjamin, kita bisa pergi berlibur ke manapun kita mau.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi istrinya sudah mendengar hal ini sebelumnya dan ia tetap pergi tidur sendirian seperti biasanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pukul 3 pagi istrinya terbangun dan menyadari bahwa suaminya belum ada di sampingnya, maka ia bangun dan menuju ke ruang kantor suaminya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika istrinya menyentuh tubuhnya, ia tidak m&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;erespon dan kulitnya sudah dingin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ternyata ia terkena serangan jantung dan sudah meninggal beberapa jam yang lalu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kematiannya menghebohkan komunitas keuangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berita kematiannya ditulis di koran-koran dan majalah terkenal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam pemakamannya, semua teman-temannya memuji dan menyanjung namanya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mereka membuat tugu peringatan dengan tulisan, “Sukses, pemimpin, pengusaha, inovator.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi SS tahu bila malam itu ada malaikat datang dan menuliskan sebuah kata di batu peringatan itu, apa yang akan ditulisnya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;BODOH!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Di dalam Lukas 12:20, Tuhan berkata kepada orang kaya yang bodoh, “&lt;i style=""&gt;Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, &lt;span style="background: blue none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:white;" &gt;untuk siapakah itu nanti&lt;/span&gt;&lt;span style="background: blue none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;color:black;" &gt;?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan Tuhan Yesus menyimpulkan, &lt;i style=""&gt;“Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah&lt;/i&gt;”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apakah ini juga terjadi pada mereka yang kaya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak juga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang tidak kaya pun, yang hidup pas-pasan punya sering berkata, “bagaimana saya bisa melayani, memikirkan soal hubungan dengan Tuhan, untuk makan saja saya pusing memikirkannya.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, orang kaya dan orang tidak kaya sama-sama bodoh bagi Tuhan, kalau mereka tidak kaya di had&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color:black;"&gt;apan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/STyXd2AzkgI/AAAAAAAAAD8/h4zuzfl9ylo/s1600-h/ServantLeadership.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 237px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/STyXd2AzkgI/AAAAAAAAAD8/h4zuzfl9ylo/s320/ServantLeadership.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277259402342273538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Apa itu kaya di hadapan Allah?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut John Ortberg:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;kaya di hadapan Allah berarti menumbuhkan jiwa yang semakin sehat dan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;kaya di hadapan Allah berarti mengasihi dan menikmati orang-orang di sekeliling anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Kaya di hadapan Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt; bera&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;rti belajar mengenai berbagai karunia dan melakukan hal baik&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt; u&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;ntuk membantu memperbaiki dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Kaya di hadapan Allah berarti bermurah hati dengan barang-barang anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Kaya di hadapan Allah berarti membuat apa yang bersifat sementara menjadi hamba dari apa yang bersifat kekal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Ketika saya menerima panggilan Tuhan, ada lagu yang menguatkan saya untuk kaya di hadapan Allah, “telah lama kucari-cari, langkah hidup yang lebih pasti.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hidup penuh berkem’nangan setiap hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Suatu saat Yesus panggilku menjadi pekerja, melayani, jadi saksi bagi-Nya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Bagaimana kita tahu kalau Tuhan masih ingin memakai kita dalam pekerjaan-Nya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan memberikan waktu dan hikmat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Pemberian waktu dan hikmat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Apa itu waktu?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut orang barat, “&lt;i style=""&gt;waktu adalah uang&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut orang China, “&lt;i style=""&gt;waktu adalah uang tetapi uang bukanlah waktu&lt;/i&gt; karena ada peribahasa China yang berkata—&lt;i style=""&gt;satu inci waktu sama dengan satu inci emas, tetapi satu inci emas tidak dapat menggantikan satu inci waktu&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi Definisi ini belum tepat karena dunia memikirkan waktu secara dangkal yaitu uang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Pdt. Stephen Tong memberikan tiga pengertian soal waktu:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya akan bantu kita memahaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Waktu adalah hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Menghamburkan waktu berarti menghamburkan hidup.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin kita pernah bertanya kepada seseorang, “Apakah kamu mau percaya kepada Tuhan Yesus?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah kamu mau pergi ke gereja untuk mendengar injil?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biasa jawaban yang kita temukan adalah, saya mau, Cuma saya terlalu sibuk!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya tidak punya waktu!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lucu bukan, mereka menggunakan waktu selama hidup mereka tetapi mereka berkata mereka tidak punya waktu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini pun sering kali diucapkan oleh kita yang sudah lama percaya kepada Tuhan tetapi ketika ditanya, “apakah kamu mau ambil satu bagian pelayanan di dalam gereja untuk melayani Tuhan?”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jawaban kita pun sama!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya sibuk, tidak punya waktu!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;SS, mengapa kita berkata demikian?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena kita tidak memandang hidup itu berharga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena kita tidak menggunakan waktu yang singkat ini untuk melihat nilai hidup, makna dan tujuan hidup.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inilah yang menjadikan kita menyerahkan hidup dan waktu kepada uang?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Mau sampai berapa lama lagi kita membuang hidup/waktu ini?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mau tunggu sampai tua baru menyesal karena waktu tidak bisa diputar kembali?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seandainya kita divonis oleh dokter kalau hidup kita hanya tinggal 1 minggu lagi, saya percaya kita akan memandang waktu dengan berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi apakah mau tunggu sampai demikian?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt; (Mzm. 90:12).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hitunglah setiap hari apakah kita sudah mempersembahkan waktu, pikiran, kekuatan, kesehatan dan segala yang kita miliki bagi kemuliaan Tuhan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Waktu adalah kesempatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Di dalam bahasa Yunani, waktu dibagi menjadi dua yaitu kronos dan kairos.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kronos adalah waktu yang berjalan sebagaimana mestinya, tetapi kairos adalah kesempatan atau momen dalam perjalanan waktu kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kairos ini yang harus kita tangkap dan pergunakan sebaik mungkin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam mitologi Yunani, dewa kairos dilukiskan dengan kepala botak di bagian belakang dan rambutnya hanya di bagian depan, dan mempunyai sayap di kakinya, sehingga kalau dewa kesempatan lewat, maka berjalan cepat sekali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dewa kairos jarang lewat, maka manusia harus mencarinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau dewa kairos itu lewat dan manusia berusaha mengejarnya; ia tidak mungkin dapat mengejarnya, karena ia mempunyai sayap di kakinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lagipula kita tidak bisa menangkapnya dari belakang karena kepalanya botak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi kalau manusia sudah bersiap-siap untuk menangkapnya, sebelum ia tiba, dan begitu ia tiba langsung menangkapnya, masih bisa menangkapnya dengan memegang rambutnya yang di depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;SS, kita tidak percaya mitologi apapun tetapi ada pelajaran yang berharga yang bisa kita dapatkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang bodoh selalu membuang kesempatan, orang biasa menunggu kesempatan, tetapi orang bijak mencari kesempatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Hidup yang masih kita jalani ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan, karena kita tidak tahu sampai kapan Tuhan memberikan kita hidup.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena itu, pakai waktu, kesempatan ini untuk menyenangkan hati Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika banyak kesempatan disodorkan kepada kita, pilihlah dengan hikmat dari Tuhan yang terpenting sehingga kita dapat maksimal melakukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Hidup ini hanya sekali dan kita tidak akan kembali lagi setelah mati. Selama hari masih siang kita harus melakukan pekerjaan Tuhan; sebab akan datang malam, ketika tidak seorang pun dapat bekerja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt; (Yohanes 9:4)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Waktu adalah catatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;SS, segala perkataan saya, tingkah laku saya, khotbah saya tercatat dan terekam sekarang oleh alat ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi saya percaya bahwa segala yang saya lakukan sekarang sedang dicatat dan direkam oleh Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada yang luput, segala dosa, kesalahan saya tercatat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena itu saya harus selalu berhati-hati dalam hidup ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Kita tidak dapat sembarangan menjalani hidup kita karena setiap perbuatan kita dicatat oleh Tuhan di surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada orang Kristen berkata, “kalau Tuhan adalah Mahapengampun dan akan selalu mengampuni dosa saya dan saya adalah orang pilihan Tuhan, maka saya bebas melakukan dosa, toh nanti diampuni Tuhan.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Betul!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau kita berbuat dosa dan datang sungguh2 kepada Tuhan minta ampun, Tuhan pasti akan mengampuni kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdosa lagi?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Datang dan Tuhan ampuni.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai kapan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan akan hajar kita dengan keras agar kita sadar dan tidak main-main dengan dosa!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi kita harus ingat bahwa segala perbuatan kita akan dicatat dan diperhitungkan pada saat penghakiman nanti.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Orang yang bijak akan menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang baik dan berguna.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang yang bodoh akan menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang tidak baik dan sia-sia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Kalau kita bertemu dengan Tuhan sekarang, coba pikirkan, kira-kira apa yang Tuhan catat mengenai hidup kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;" &gt;Bagaimana respon kita? setelah mendengar firman Tuhan hari ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Menyadari bahwa kita harus mempertanggungjawabkan hidup kita kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hiduplah bijaksana!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangan sembarangan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Habiskan waktu kita dengan nilai yang kekal, jangan yang sementara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang kekal?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan, Jiwa kita, orang-orang di sekitar kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa yang sementara?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kekuasaan, harta, uang, kemudaan, dll.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saringlah baik-baik, prioritaskan hidup kita kepada nilai yang kekal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau sekarang sudah lama kita mengabaikan Tuhan, anak, istri, suami, cucu atau orang tua kita karena kita terlalu sibuk bahkan dengan alasan bekerja demi mereka, kita harus berubah! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Pikirkan apa yang sedang kita kejar, apakah itu adalah nilai kerajaan surga atau yang sementara sifatnya yang pada akhirnya hanya kita tinggalkan di dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gereja kita terus menantang zaman ini!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gereja kita terus berjalan dalam amanat agung Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gereja kita terus berupaya bergerak dalam memuridkan jemaat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gereja kita terus membangun secara fisik: rumah duka, sekolah, panti.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah SS mau bergabung dan menyenangkan hati Tuhan atau hanya menjadi penonton dan menyia-nyiakan hidup ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;DOA:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt; Tuhan, aku menyadari selama ini aku belum hidup bijaksana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aku sudah mengabaikan Engkau, keluargaku, dan pekerjaan Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ajar aku, Tuhan, untuk menghitung hari-hariku agar aku beroleh hati bijaksana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-5821062023554812647?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/5821062023554812647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=5821062023554812647&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/5821062023554812647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/5821062023554812647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/12/waktu-dan-hikmat.html' title='Waktu dan hikmat'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/STyXD-FhemI/AAAAAAAAAD0/_hn-_I2nzrA/s72-c/ist2_2940560-kung-fu-master.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-9053048098493140734</id><published>2008-11-27T00:12:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T00:13:22.244-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Jawaban atas doa</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Matius 26:36-46&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Getsemani adalah sebuah tempat yang subur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam bahasa Ibrani, kata Getsema&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;ni diartikan lembah yang gemuk atau lembah Zaitun karena ada banyak pohon Zaitun di sana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pohon Zaitun sangat berguna sekali bagi masyarakat pada waktu itu unt&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SS5WJu5QNqI/AAAAAAAAADk/5rvWJZixOf4/s1600-h/gethsemane.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SS5WJu5QNqI/AAAAAAAAADk/5rvWJZixOf4/s320/gethsemane.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273246938904409762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;uk obat, bumbu masakan, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tetapi malam itu kesuburan dan kenyamanan taman Getsemani tertutup oleh dukacita dan kepedihan Allah kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada di dalam bagian firman Tuhan lain yang mencatat di mana Tuhan kita Yesus Kristus berkata, “&lt;i style=""&gt;hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya&lt;/i&gt;” (ay. 38).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan ini menjadi tempat kedua di mana Yesus paling merasakan kesepian dan kesendirian, selain daripada ketika Dia di kayu salib dan berteriak Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan-Ku. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jadi, Getsemani yang dikatakan lembah kesuburan telah menjadi lembah kekelaman bagi Tuhan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tetapi justru di dalam lembah kekelaman inilah, Ia menemukan cara terbaik untuk menemukan kedamaian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kedamaian yang bukan didapatkan dari kesejukan dan kenyamanan taman Getsemani yang subur, karena kedamaian ini bersifat fana adanya, melainkan dari Allah Bapa sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan Yesus berdoa!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;            Seringkali manusia di dalam lembah kekelaman hidupnya selalu berusaha menemukan kedamaian di luar Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka mencarinya kepada kesenangan yang sementara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stres maka merokok.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak hutang maka berjudi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak harmonis dengan keluarga maka selingkuh atau cerai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sangkanya dengan cara-cara demikian, maka kedamaian akan mereka dapatkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi buktinya apa?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka hanya menggantikan masalah yang satu dengan masalah yang lain yang semakin rumit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akhirnya, manusia hidup seperti orang yang menutup lubang tetapi harus menggali lubang agar tanah yang digali dapat menutupi lubang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terus dan terus tidak ada hentinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tuhan Yesus tidak demikian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia memberikan kita sebuah gambaran hidup yang utuh dan terbaik bagi manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menemukan kedamaian sejati di dalam Allah yaitu melalui doa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Doa adalah komunikasi kita dengan Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Doa adalah menyadari bahwa Allah itu ada dan mendengarkan kita berbicara kepada-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Doa adalah sebuah permohonan kepada-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masalahnya adalah seringkali kita berdoa mengharapkan jawaban yang cepat, instan, dan sesuai dengan keinginan kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini dikarenakan kedagingan kita sehingga tidak jarang kita seakan-akan memaksa Tuhan untuk menuruti semua keinginan kita di dalam doa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita sering pakai ayat di Alkitab di dalam Matius 7:7-8, “&lt;i style=""&gt;mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat, dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuh kan, ayat ini bilang saya boleh minta apa saja kepada Tuhan dan saya pasti akan menerimanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Nanti dulu!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayat ini mengajarkan kita untuk datang menghadap Tuhan dan mengajukan permohonan kepada-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi jangan berhenti sampai di situ.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Baca bagian berikutnya yang mengatakan bahwa, “&lt;i style=""&gt;Tuhan akan memberikan apa yang baik bagi kita&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau permintaan kita hanya untuk memuaskan keinginan kita dan tidak memuliakan Allah maka Tuhan tidak akan menjawabnya, Yakobus 4:2b-3, “&lt;i style=""&gt;kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Roh memang penurut tetapi daging itu lemah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Misalnya, anak kita yang masih kecil minta pisau, maka kita tahu bahwa yang baik baginya adalah tidak bermain-main dengan pisau.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka kita tidak akan memberikan kepadanya bukan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka sebenarnya berdoa bukan sekedar meminta kepada Allah tetapi bagaimana mengerti dan memahami rencana dan kehendak-Nya dalam hidup kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di dalam 1 Yohanes 5:14 berkata, “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;.”&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tuhan Yesus di dalam bagian yang kita baca juga melakukan permohonan kepada Allah Bapa di sorga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika dekat waktunya Ia akan menjalankan karya keselamatan itu, Ia merasakan kegentaran yang amat sangat sampai di catat di Lukas 22:44, “&lt;i style=""&gt;Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peluh-Nya (keringat-Nya) menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang Yesus mohonkan kepada Allah Bapa di sorga?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia memohon jikalau sekiranya mungkin, cawan penderitaan itu tidak dijalani-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;SS, apakah salah kalau kita minta dan memohon kepada Tuhan segala yang kita inginkan? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tidak!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Secara manusia, ini menjadi sebuah bukti kebutuhan dan kebergantungan manusia kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika kita sakit, kita berdoa mohon kesembuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika usaha kita tidak lancar, maka kita minta berkat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika hubungan kita dengan keluarga atau teman tidak baik, kita minta kasih itu mengalir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau mau dipikir-pikir apa yang kita minta/kuatirkan tidak pernah sebanding dengan permohonan Yesus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;permohonan Yesus adalah permohonan yang wajar sebenarnya untuk dijawab karena Dia tidak layak menerima salib.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia tidak berdosa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia adalah Allah yang mulia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia tidak pernah berbuat salah, tetapi disalahkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia memang pantas kalau meminta cawan penderitaan itu lalu daripada-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tetapi kita melihat bahwa Tuhan Yesus tidak berhenti hanya kepada meminta.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia berdoa, “&lt;i style=""&gt;tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jawaban doa bergantung kepada Allah!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jawaban doa tidak pernah mengubah rencana Allah yang kekal!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang berubah adalah rencana kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;permohonan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pada suatu hari seorang wanita sedang membimbing keponakannya belajar.Tapi tidak seperti biasanya, kali ini keponakannya tidak bisa berkonsentrasi. Ternyata salah satu kelerengnya hilang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tiba - tiba anak itu berkata, "Bi, bolehkah aku berlutut dan meminta Allah untuk menemukan kelerengku ?"&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika bibinya mengizinkan, anak itu lalu berlutut di dekat kursinya, menutup matanya dan berdoa dengan sungguh - sungguh. Selesai berdoa dia bangkit berdiri dan melanjutkan pelajarannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keesokan harinya, bibinya yang takut doa keponakannya tidak terjawab, dan dengan demikian akan melemahkan imannya, dengan khawatir bertanya, "Sayang, apakah engkau sudah menemukan kelerengmu ?"&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Tidak, Bi" Jawab anak itu, "tetapi Allah telah membuatku tidak menginginkan kelereng itu lagi." Alangkah indahnya iman anak itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah memang tidak selalu menjawab doa kita menurut kehendak kita, tetapi jika kita tulus berdoa, Dia akan mengambil keinginan kita yang bertentangan dengan kehendak-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Ini yang seharusnya menjadi pengharapan kita ketika berdoa kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Nah, bagaimana kita dapat mengenali kehendak Tuhan dalam hidup kita?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentu kita harus mengenal dengan dalam Allah kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan cara satu-satunya adalah melalui firman Tuhan kita dapat mengenal-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan Yesus mengenal dengan baik Allah Bapa karena mereka adalah Allah Tritunggal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam doa kedua-Nya, Tuhan Yesus berkata, “&lt;i style=""&gt;Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya&lt;/i&gt;. . . ”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan Yesus tahu betul bahwa salib itu harus dijalani oleh diri-Nya yang sempurna.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penebusan manusia harus dengan manusia lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan hanya Yesus yang layak karena semua manusia di dalam dunia sudah berdosa, maka hanya Dialah satu-satunya jalan kepada penebusan karena Dia adalah sempurna, tak bercacat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inilah alasan mengapa keselamatan harus melalui Yesus saja karena hanya Dia yang bisa menghapus dosa manusia, menggantikan posisi manusia yang seharusnya binasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tuhan Yesus tidak lagi berdoa agar cawan itu lalu daripada-Nya karena Dia memiliki pemahaman yang sempurna bahwa keselamatan harus tetap berjalan dan Dia yang harus menanggung-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bayangkan SS, kalau Tuhan tidak meneruskan pekerjaan-Nya ini, maka kita sudah tidak ada di sini lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita berada di dalam kebinasaan yang kekal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terpisah selama-lamanya dengan kebahagiaan, sukacita, dan segala bentuk kedamaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tetapi bukankah firman Tuhan berkata, “&lt;i style=""&gt;tetaplah berdoa&lt;/i&gt;!”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bukankah ini berarti saya harus terus memohonkan keinginan saya sampai saya mendapatkannya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukan!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetaplah berdoa artinya tetaplah bergantung kepada Tuhan agar kita mengerti apa rencana dan kehendak-Nya yang terbaik bagi kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau SS saat ini sedang terus mendoakan sesuatu masalah dan masalah itu tidak kunjung selesai, maka sudah waktunya saudara mengubah doa dan tetap berdoa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin bukan lagi masalah itu agar selesai, tetapi agar kita diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi masalah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Saya pernah sakit malaria dan sakitnya sangat tidak enak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya berdoa agar Tuhan sembuhkan tetapi tidak langsung sembuh tuh, butuh seminggu baru pulih.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka selama beberapa hari itu, saya mengubah doa saya agar Tuhan beri saya kekuatan, kesabaran dan khususnya, apa yang dapat saya pelajari dari sakit saya itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak hal saya belajar, saya belajar apa itu kelemahan manusia dan perlunya bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya belajar, manusia tidak ada yang bisa dibanggakan karena sekali sakit, tidak bisa mengerjakan apa-apa lagi selain beristirahat dan bergantung kepada orang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya juga belajar merenungkan kasih Tuhan ketika sakit. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tuhan Yesus berkata, “&lt;i style=""&gt;Ya Bapa-Ku, jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;Jadilah kehendak-Mu!”&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan Yesus tidak main-main ketika berkata, “jadilah kehendak-Mu!”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia mengulangnya kembali di dalam doa-Nya yang ketiga (ay. 44), “&lt;i style=""&gt;Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan tidak hanya mengulangnya tetapi Dia melakukannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan berkata, “ &lt;i style=""&gt;. . . Lihatlah, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bangunlah, marilah kita pergi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan kalau kita baca bagian berikutnya bagian Matius ini maka kita akan sampai kepada Kristus yang tergantung di kayu salib bagi keselamatan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Apakah kita hanya sebatas di mulut berkata, “Tuhan, jadilah kehendak-Mu!”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau demikian, maka kita sebenarnya belum memahami apa arti doa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, apa yang bisa kita simpulkan di sini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Ungkapkan seluruh isi hatimu kepada Tuhan karena Tuhan mendengar setiap seru doa kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dia memperdulikan hidup kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Tetaplah berdoa karena itulah yang dikehendaki Tuhan bagi kita anak-anak-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selalu datang mencari wajah-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Belajar firman Tuhan baik-baik agar kita dapat mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.75in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Ubahlah doamu bila Tuhan memiliki rencana dan kehendak-Nya dalam hidupmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Lakukanlah apa yang menjadi kehendak Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau Tuhan meminta kita bersabar, maka bersabarlah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau Tuhan berkata tidak kepada doa kita maka jangan meminta lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau Tuhan mengarahkan kita kepada jalan yang lain maka berjalanlah ke arah itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi ingat!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kepekaan kita adalah melalui firman Tuhan dan hubungan yang intim dengan Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan pun bisa memakai manusia lainnya dalam menyatakan maksud-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;Selamat berdoa dan menantikan jawaban atas doa-Nya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:130%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-9053048098493140734?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/9053048098493140734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/9053048098493140734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/11/jawaban-atas-doa.html' title='Jawaban atas doa'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SS5WJu5QNqI/AAAAAAAAADk/5rvWJZixOf4/s72-c/gethsemane.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-4318017696367395956</id><published>2008-11-19T17:42:00.001-08:00</published><updated>2008-11-19T17:58:49.439-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>The necessity of community</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Nehemia 4:1-23&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Siapa Nehemia?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang Israel yang menjadi Juru minuman Raja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada bangsa-bangsa asing/kafir, posisi juru minuman raja adalah posisi yang sangat penting sekali karena merupakan pejabat tinggi di dalam lingkungan Raja (Raja Salomo dalam menyambut Ratu Syeba; 1Raj. 10:5) dan dapat mewakili Raja untuk memperingatkan perang (Raja Asyur kepada Hizkia; Yes. 36:1-2).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, Nehemia memiliki posisi yang penting di dalam pemerintahan Arthasasta, Raja Persia.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dia juga sangat disayang oleh Raja karena ketika dia bersedih akan kondisi negerinya, raja memperhatikannya sehingga dia dapat kembali ke negerinya dan membangunnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nah, kepercayaan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTBJvvTemI/AAAAAAAAADE/nCSwgjx3f8I/s1600-h/2006_wdacl_together1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTBJvvTemI/AAAAAAAAADE/nCSwgjx3f8I/s320/2006_wdacl_together1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270549837108181602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; dan kasih sayang dari Raja Arthasasta ini tentu menunjukkan Nehemia bukan orang Israel buangan yang sembarangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentu ia memiliki perawakan, karakter dan kepandaian yang dibutuhkan oleh bangsa penjajah, seperti kalo kita lihat Raja Nebukadnezar, Raja Babel, yang menyuruh Aspenas, kepala istananya untuk membawa orang Israel yang berperawakan baik, muda dan pintar termasuk di dalamnya kita kenal Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Dan seperti Daniel dan ketiga kawannya, Nehemia adalah seseorang yang mencintai Tuhannya sehingga ketika ia mendengar berita negerinya hancur, maka dia berkabung dan berpuasa selama beberapa hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini menunjukkan seuatu sikap kedukaan yang amat sangat. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tidak heran, Nehemia memiliki kerinduan membangun kembali negerinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;               Kita melihat tujuan dari Nehemia adalah membangun kembali tembok Yerusalem dan pintu-pintu gerbang Yerusalem.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengapa penting sekali membangun sebuah tembok padahal tembok Berlin saja dihancurkan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa pentingnya membangun kembali pintu-pintu gerbang?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tembok dan pintu-pintu gerbang melambangkan kejayaan suatu kota/bangsa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Contohnya Tembok dan gerbang Yerikho menjadi kejayaan dan lambang kekuatan bangsa Kanaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi ketika Yosua dapat menghancurkannya, maka kejayaan Yerikho lenyap sudah, tidak terdengar lagi!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh tentara sekutu, maka kejayaan tentara Jepang hilang sudah sehingga beberapa hari setelah itu mereka menyerah pada sekutu 14 Agustus 1945.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi ketika mereka mulai membangunnya, maka jadilah mereka bangsa yang kuat sampai sekarang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tidak heran, Nehemia pun berkata di dalam Nehemia 2:17, “. &lt;i style=""&gt;. . Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jadi, apakah membangun tembok dan gerbang Yerusalem menandakan berjayanya kembali bangsa Israel yang sudah terpuruk?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukan!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi kejayaan dan kemegahan Allah bangsa Israel.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena siapa yang mencela bangsa Israel maka nama Allah juga dicela!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena bangsa Israel tidak dapat lepas dari nama Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;               Di samping mengembalikan kemegahan Allah, maka pembangunan tembok dan gerbang Yerusalem menunjukkan perkenanaan Tuhan atas segala dosa yang dilakukan bangsa Israel.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan mengampuni mereka dan berkenan membangun kembali iman mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Karena itu, membangun tembok dan gerbang Yerusalem menjadi fokus yang sangat penting sekali di dalam hidup Nehemia dan bangsa Israel.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam pasal 2:1-20 mereka bertekad bersama-sama untuk membangun kembali kejayaan Allah dan komunitas umat Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan di dalam pasal 3 kita melihat campur tangan banyak pihak untuk membangun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Pada pasal 4 kita melihat ternyata mereka menghadapi tantangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi justru di dalam tantangan ini kita melihat pentingnya kesatuan, pentingnya komunitas, pentingnya kebersamaan!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang saya bagi menjadi dua poin mengapa komunitas itu begitu penting sekali dalam hidup kita:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Komunitas penting untuk mewujudkan rencana Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tantangan seharusnya tidak menjadi halangan bagi rencana Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nehemia menyadari tantangan yang berat datang ketika ia dan bangsa Israel akan membangun tembok Yerusalem.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi nehemia dan bangsa Israel dikatakan terus membangu&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTBlL8MLNI/AAAAAAAAADM/0muScgDEu7o/s1600-h/working-together-731682.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 222px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTBlL8MLNI/AAAAAAAAADM/0muScgDEu7o/s320/working-together-731682.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270550308534889682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;n tembok sampai setengah tinggi dan ujung2nya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati (ay. 6).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengapa mereka dapat tetap fokus?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena mereka mendapatkan jaminan dari tangan Allah yang perkasa itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di dalam 2:18, bangsa Israel siap untuk membangun ketika Nehemia menyampaikan kepada mereka betapa murah tangan Allah yang melindungi dia (Raja yang mengijinkan, memberikan surat kepada Bupati agar diijinkan lewat dan surat kepada Asaf, pengawas taman raja untuk menyediakan kayu bagi pembangunan—2:8).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Apa rencana Allah yang terbesar di dalam hidup manusia?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentu rencana keselamatan!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita melihat rencana keselamatan ini pun merupakan campur tangan komunitas Allah Tritunggal.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukan sekedar pekerjaan satu pribadi Allah tetapi Allah Tritunggal di mana Allah Bapa memilih, Allah Anak menebus dan Allah Roh Kudus yang melahirbarukan (1Ptr. 1:2).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi Allah kita yang Tritunggal itupun berkomunitas dan kita sebagai gambar dan rupa-Nya memiliki natur berkomunitas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, bukan makhluk individual yang egois, karena Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, yang menunjukkan secara komunitas, seseorang saling membutuhkan satu dengan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Nah, apa tembok Yerusalem kita?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Membangun usaha kita?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pekerjaan kita?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Studi kita?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau kita hanya berfokus membangun semua itu demi kepentingan kita, maka wajar saja kita tidak suka berkomunitas, bahkan kita bisa terjebak ke dalam nilai dunia yang mengatakan, “capai keberhasilanmu, jangan kalah dengan orang lain!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati-hati, teman bisa menjadi lawan!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dst!”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa tembok Yerusalem kita seharusnya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apa yang dapat menyatukan kita untuk memuliakan nama Tuhan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Saya harus mengatakan, Wujudnyatakan rencana Allah yang terbesar yaitu keselamatan manusia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita harus menjadikan keselamatan manusia ini fokus kita yang penting sepenting mendirikan tembok Yerusalem bagi kejayaan nama Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita harus bisa menjadikan keselamatan manusia ini fokus dalam hidup kita karena kita sendiri sudah dipanggil, diselamatkan dan dijamin keselamatan-Nya oleh Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga secara status, kita tidak perlu lagi kuatir akan keselamatan kita melainkan kita fokus melakukan pekerjaan Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tembok Yerusalem komisi Pemuda dalam waktu dekat ini adalah KKR Natal dan seminar spiritualitas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah pekerjaan Allah dan rencana Allah ini dikerjakan saya seorang diri?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah bisa?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa orang pengurus juga?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak dapat!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Diperlukan saudara-saudara yang sudah dipanggil dan dikuduskan Allah untuk kita bersama-sama mewujudkan pekerjaan Allah yang besar ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak hal sederhana yang dapat kita kerjakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ikut berdoa setiap sabtu, fokus kepada beberapa orang yang akan kita bawa ke KKR, membantu di dalam membimbing mereka yang nantinya mengambil tekad percaya kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ketika jemaat mula-mula terbentuk hasil dari kotbah Petrus, mereka melakukan banyak hal sehingga dikatakan mereka disukai semua orang sehingga Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Luar biasa bukan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan memakai komunitas jemaat mula-mula untuk membawa jiwa datang kepada Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah kita bisa seperti demikian?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ataukah sekian tahun lamanya kita duduk di kursi yang kita duduki sekarang dan tidak pernah berbuat apa-apa padahal betapa luar biasanya sebuah komunitas di mata Tuhan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sebuah lego tidak akan kelihatan cantik tetapi kalau sudah dirangkai akan kelihatan seperti begini (tunjukkan gambar lego).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan rindu merangkai komunitas kita menjadi cantik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mau dipakai Tuhan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Komunitas penting untuk saling mengingatkan akan kuasa dan pimpinan Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;SS, mengapa mereka mau menyerah dan berputus asa meskipun Tuhan sudah menjamin rencana pembangunan ini? (ay. 10)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;inilah manusia yang berdosa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meskipun ada jaminan dari Tuhan tetap saja kekuatiran dan ketakutan berjaya di dalam hidupnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Manusia lebih sering takut sama manusia dan masalahnya daripada kepada Tuhan itu sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itulah sebabnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komunitas penting sekali untuk saling mengingatkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Nehemia mengingatkan mereka dengan berkata, “&lt;i style=""&gt;jangan kamu takut terhadap mereka!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ingatlah kepada Tuhan yang Mahabesar dan dahsyat. . .&lt;/i&gt;” (ay. 14).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebelum Nehemia berucap kata-kata ini, Nehemia sendiri pun perlu diingatkan dulu sampai sepuluh kali oleh orang-orang Yahudi yang tinggal dekat dengan para pengancam itu barulah dia memutuskan untuk menempatkan rakyat dengan senjatanya untuk berjaga-jaga dari serangan. (ay. 12-13).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jadi, ada timbal balik di dalam saling mengingatkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nehemia mengingatkan, Nehemia diingatkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita mengingatkan, kita pun diingatkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika kita mengingatkan dan berharap orang lain memperhatikan maka ketika kita diingatkan maka kita pun perlu sekali memperhatikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengapa saya mengatakan demikian?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena seringkali kita suka mengingatkan tetapi tidak suka diingatkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Komunitas penting sekali untuk mengingatkan kita akan segala hal dalam hidup kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita dapat saling mengingatkan akan pimpinan dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika iman kita sedang lemah, Tuhan bisa memakai komunitas kita untuk menguatkan kembali iman kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketika sedang kuatir, kata-kata penghiburan dari teman-teman kita dapat menguatkan kita kembali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;SS, kita itu adalah makhluk berakal budi, tetapi juga makhluk pelupa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Komunitas penting sekali untuk mengingatkan kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau kita menjauh dari komunitas maka kita akan selalu lupa, lupa dan lupa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lupa seharusnya saat teduh, lupa seharusnya melayani, lupa seharusnya tidak kuatir, dll. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Selain mengingatkan akan penyertaan Tuhan, kita juga bisa saling mengingatkan akan dosa kita sehingga kita dapat hidup memuliakan Tuhan, karakter kita dapat diasah dan dikikis sehingga semakin serupa dengan Tuhan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini dapat terjadi melalui komunitas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bagaimana saudara mau belajar sabar?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika bertemu dengan orang yang menjengkelkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimana kita bisa belajar mengasihi?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika kita bergesekan dan berbeda pendapat di dalam komunitas. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jemaat mula-mula saling mengingatkan dengan cara senantiasa berkumpul baik di Bait Suci (komunal) dan rumah-rumah (Kelompok lebih kecil).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka tidak takut berkomunitas karena mereka sadar bahwa mereka saling membutuhkan satu dengan yang lainnya untuk saling mengingatkan akan segala dosa mereka maupun iman mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;SS, di tempat ini jangan menyendiri, jangan menjauhkan diri dari orang lain, percayalah, engkau sulit bertumbuh sendirian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seperti lidi, tidak akan berfungsi dengan baik kalau hanya sebatang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada banyak wadah di komisi kita yang baik untuk saling mengingatkan, ada PA, Persekutuan pelayan Tuhan, Persekutuan Mahasiswa, dll.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Datanglah dan rasakan berkat Tuhan di tengah komunitas!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya percaya perkataan Paulus bukan perkataan omong kosong di dalam Efesus 2:18-19, “&lt;i style=""&gt;Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari &lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,&lt;/i&gt;”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;Komunitas penting untuk saling menguatkan di tengah kesulitan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Kita mengenal di dalam dunia ini banyak komunitas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada komunitas sepeda ontel, komunitas komik, komunitas lokomotif, di internet ada komunitas Yahoogroup, dll.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka membuka jaringan komunitas untuk memperkuat identitas mereka sebagai penggemar komik, lokomotif, dll, menyakinkan mereka dan menguatkan posisi mereka bahwa mereka tidak maniak sendirian, tetapi ada yang juga sama maniaknya dengan mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kondisi ini membuat mereka semakin percaya diri untuk mengejar barang-barang yang mereka dambakan meskipun banyak tantangan, tetapi mereka merasa ada teman seperjuangan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Nehemia dan bangsa Israel lainnya pun tidak merasa sendirian waktu itu meskipun ada banyak tantangan dari luar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka saling percaya diri karena kuasa Tuhan tentu yang bekerja dalam pembangunan ini tetapi juga karena mereka melihat orang-orang di sekeliling mereka bersiap siaga dengan senjata menjaga dari segala serangan yang bisa datang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang menarik adalah mereka tetap bekerja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka tetap fokus untuk menyelesaikan pekerjaan mereka ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tangan yang satu memegang senjata dan tangan yang satunya lagi bekerja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;Bila Nehemia meniup sangkakala, maka mereka harus berkumpul dan bersatu melawan orang-orang yang jahat itu.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;i style=""&gt;“berkatalah aku kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: "Pekerjaan ini besar dan luas, dan kita terpencar pada tembok, yang satu jauh dari pada yang lain. Dan kalau kamu men&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;i style=""&gt;dengar bunyi sangkakala di suatu tempat, berkumpullah ke sana mendapatkan kami. Allah kita akan berperang bagi kita!"&lt;/i&gt; Nehemia 4:19-20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Apa artinya Allah kita akan berperang bagi kita dengan mereka memegang senjata?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Artinya adalah di dalam segala pergumulan kita, maka &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kita perlu datang kepada Tuhan sebagai sumber dari kekuatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika kita memiliki masalah, maka kita perlu datang berdoa dan memohon kepada-Nya kekuatan dan penghiburan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itu artinya Allah akan berperang bagi kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi Tuhan pun memakai sarana yang ada untuk mewujudkan kekuatan dan penghiburan-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia memakai manusia lainnya atau sesama kita untuk menguatkan dan menghiburkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini seperti kita se&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTCXyIYBYI/AAAAAAAAADU/56T8cC3V3Mc/s1600-h/foto+pengurus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 147px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTCXyIYBYI/AAAAAAAAADU/56T8cC3V3Mc/s320/foto+pengurus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270551177780004226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;dang memegang senjata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika kita memiliki masalah dan pergumulan atau mencari kehendak Tuhan, Tuhan ingin kita sadar bahwa kita tidak sendirian menghadapinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kita punya Dia s&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;ebagai sumber kekuatan tetapi kita juga punya sesama &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;kita yang dipakai-Nya menjadi alat kemuliaan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ss, saya pernah mengalami yang namanya jenuh dalam pelayanan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi saya bersyukur karena Tuhan tempatkan teman-teman pengurus yang menutupi kejenuhan saya, istri yang baik yang menghibur, teman-teman lain yang menguatkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jemaat mula-mula Mereka dikatakan bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, mereka berkumpul memecahkan roti dan berdoa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketiga unsur ini adalah bagaimana mereka menjalin relasi dengan Tuhan se&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTDXUyJzBI/AAAAAAAAADc/98_WFC-uqFk/s1600-h/DSC03206_exposure.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 347px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTDXUyJzBI/AAAAAAAAADc/98_WFC-uqFk/s320/DSC03206_exposure.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270552269413796882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bagai sumber kekuatan dan penghiburan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi kita melihat juga bahwa jemaat saling menolong dan menguatkan dengan bukti-bukti nyata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka dikatakan menjual harta milik mereka dan membagi-bagikannya kepada mereka yang kekurangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Mari saudara, kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bergandengan tangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak meninggalkan pertemuan-pertemuan ibadah, tidak meninggalkan komunitas karena kita tidak akan mampu menghadapi dunia ini sendirian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tuhan akan memakai kita untuk:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Mewujudkan      rencana Allah&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Mengingatkan      kita akan kuasa dan pimpinan-Nya &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Menguatkan      kita dalam segala kesulitan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;To God be the glory!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-4318017696367395956?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/4318017696367395956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=4318017696367395956&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4318017696367395956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4318017696367395956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/11/necessity-of-community.html' title='The necessity of community'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SSTBJvvTemI/AAAAAAAAADE/nCSwgjx3f8I/s72-c/2006_wdacl_together1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8464280923305982942</id><published>2008-10-10T01:40:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T01:48:33.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Naik pesawat dan saat teduh</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SO8WW3Eg6yI/AAAAAAAAAC0/uS4LyGCTWlc/s1600-h/stewardess.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255443872160475938" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 277px; CURSOR: hand; HEIGHT: 227px" height="240" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SO8WW3Eg6yI/AAAAAAAAAC0/uS4LyGCTWlc/s320/stewardess.jpg" width="299" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“&lt;em&gt;Penumpang yang kami hormati, demi keselamatan anda, kami akan memperagakan prosedur keselamatan penerbangan. Pertama-tama kami akan memperagakan bagaimana caranya memakai sabuk pengaman . . &lt;/em&gt;.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudara pasti akan mendengar perkataan ini ketika berada di dalam pesawat yang akan terbang. Informasi keselamatan penerbangan di atas sangat penting sekali jika sewaktu-waktu terjadi masalah kepada pesawat yang kita tumpangi. Tetapi saya mengamati seringkali hampir semua penumpang di dalam pesawat (termasuk diri saya sendiri) mengabaikan para pramugari yang sedang memperagakan prosedur keselamatan. Ada yang langsung tidur, ada yang melamun memikirkan apakah pesawat ini sudah cukup aman, ada yang baca koran, ada yang berbicara dengan temannya, dll. Intinya, hampir semua orang mengabaikan informasi penting mengenai prosedur keselamatan. Beberapa alasan yang bisa saya pikirkan adalah: (1) sudah terlalu sering naik pesawat sehingga sudah hafal, (2) informasinya membosankan karena tidak ada hal baru, dan (3) sudah yakin masuk surga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengamatan di atas sebenarnya tidak jauh berbeda dengan keadaan Saat teduh (berdoa dan membaca firman Tuhan) kita setiap hari. Seringkali karena sudah membosankan, menjadi sebuah rutinitas atau sudah yakin masuk surga sebagai orang pilihan Tuhan, kita malas melakukan saat teduh. Kalaupun kita melakukannya hanya sebatas rutinitas, tidak lagi ada gairah dan sukacita di dalamnya, padahal saat teduh adalah saat di mana kita berkomunikasi dengan Allah dan mengerti kehendak-Nya bagi hidup kita. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di dalam saat teduh, kita berdoa kepada Tuhan mencurahkan seluruh &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SO8We4GOYhI/AAAAAAAAAC8/6SaWXmuOEV8/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255444009875038738" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SO8We4GOYhI/AAAAAAAAAC8/6SaWXmuOEV8/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;isi hati kita dan membiarkan Tuhan mencurahkan isi hati-Nya kepada kita melalui firman-Nya. Saat teduh ini sangat penting sekali di dalam hidup kita karena ketika sewaktu-waktu kita dilanda masalah atau pergumulan, kita akan diingatkan, dihiburkan, dan dikuatkan oleh Tuhan. 1 Timotius 4:8 berkata, “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah (saat teduh termasuk di dalamnya) itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Mari mulai bersaat teduh karena “pesawat” hidup kita bisa kapan saja di dalam keadaan darurat! &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-8464280923305982942?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/8464280923305982942/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=8464280923305982942&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8464280923305982942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8464280923305982942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/10/naik-pesawat-dan-saat-teduh.html' title='Naik pesawat dan saat teduh'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SO8WW3Eg6yI/AAAAAAAAAC0/uS4LyGCTWlc/s72-c/stewardess.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-7843608801610919505</id><published>2008-10-06T04:44:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T04:55:29.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>WITH ALL MY MIND</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ulangan 6:4-5 dan Markus 12:28-30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengajaran Perjanjian Lama yang paling mendalam berbunyi, “D&lt;span style="font-style: italic;"&gt;engarlah, hai orang Israel: Tuhan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;itu Allah kita, Tuhan itu Esa!  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan se&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;genap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu&lt;/span&gt;” (Ul. 6:4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran ini dikutip Yesus sebagai perintah yang terutama.  yang terutama di sini harus kita pahami bukan berarti perintah yang paling besar berdasarkan urutan/order artinya mementingkan melakukan hukum/perintah ini dulu baru melakukan yang lainnya &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SOn7pXPD0SI/AAAAAAAAACU/g0_zhd-eEbo/s1600-h/brain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SOn7pXPD0SI/AAAAAAAAACU/g0_zhd-eEbo/s200/brain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254007128334782754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;(karena kita percaya bahwa semua perintah berasal dari Tuhan yang Mahabesar), Amanat Agung Tuhan di Matius 28 itu pun adalah perintah yang penting dan besar.  tetapi perintah ini dikatakan paling utama di dalam pengertian bobotnya/kewibawaannya/ dignity.  Artinya, dari segala hukum atau perintah yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi pada waktu itu, mereka harus memandang nilai rohaninya dibandingkan sekedar ritual.  Apa yang mereka lakukan sebagai rutinitas atau ritual keagamaan, yah beribadah ke Bait Suci, memberi kurban sebagai pengakuan dosa, memberi  persepuluhan, memuji Allah, menolong sesama, harus dikerjakan dengan satu pemahaman kasih kepada Allah.  seperti yang kita lakukan setiap hari bersaat teduh, kalau kita tidak memahami hukum yang terutama ini, maka kita akan menjalaninya sambil lalu.  Ketika kita beribadah tiap minggu ke gereja, kalau kita tidak memahami sungguh2 hukum yang terutama ini, maka kalau hujan kita akan mudah memilih untuk tidak beribadah, dan kita akan beribadah seperti robot yang datang dan pergi tanpa ada gairah kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dikecam oleh Yesus di dalam diri Ahli Taurat dan orang2 Farisi.  Mereka melakukan keagamaan mereka sebagai sebuah kebanggaan bagi diri sendiri dan menjalaninya sebagai tuntutan hukum tabur tuai (melakukan diberkati, tidak melakukan akan dihukum Tuhan).  Kalau saya memberi persembahan ke gereja apalagi dalam jumlah besar maka saya akan diberkati lebih berlimpah lagi. Kalau saya memberi sedikit, wah pantas saja usaha saya tidak maju-maju.  Kalau saya memenuhi tanggung jawab saya memberi persepuluhan, Tuhan akan memberkati usaha dan pekerjaan saya.  AMIN saudara2?  Sejujurnya saya mengaminkan, karena ada janji-janji Tuhan, tetapi bukan itu yang kita cari.  Itu urusan Tuhan mau berkati atau tidak, yang pasti kita memberi persembahan karena kita mengasihi Tuhan. Karena persepuluhan  itu adalah milik Tuhan.  Saya berbuat baik sama orang karena saya percaya Tuhan akan membalas perbuatan baik saya.  Itu betul!  Tetapi seharusnya kalau kita berbuat baik karena kita mengasihi Tuhan, maka tidak ada orang yang membalas kebaikan kita pun, kita tetap harus berbuat baik.  Karena perbuatan baik kita bukan berdasarkan imbalan orang, melainkan perintah Tuhan yang harus kita taati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, Mengasihi Allah  dengan segenap hati pasti mengarah kepada mengasihi Allah dengan kehendak dan emosi.  Segala keputusan yang kita ambil apakah berdasarkan kehendak kita atau kehendak Tuhan?  Karakter kita selama ini apakah sudah menunjukkan kasih kita kepada Tuhan?  Mengasihi Allah dengan segenap jiwa tentunya mengarah kepada hubungan pribadi dengan-Nya melalui iman.  Apakah ada satu iman yang kuat dan teguh untuk mengenal Dia dan menikmati kehadiran-Nya?  Mengasihi Allah dengan segenap kekuatan pasti mengarah kepada melayani-Nya dalam tindakan-tindakan dan perbuatan baik.  Apakah ada kerinduan melayani-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, yang menarik pada bagian Markus ini adalah saat Yesus mengutip ayat Ulangan, Ia menambahkan suatu cara lain untuk mengasihi Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu&lt;/span&gt;.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SOn8RPcPLSI/AAAAAAAAACc/JMlJnBRWFyM/s1600-h/thinking-pic.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SOn8RPcPLSI/AAAAAAAAACc/JMlJnBRWFyM/s200/thinking-pic.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254007813437336866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus menambahkan “dengan segenap akal budimu.”  Apa yang dimaksudkan Yesus di dalam mengasihi Allah dengan segenap akal budi?  Secara sederhana, hal itu berarti berpikir tentang Allah, sadar akan keberadaan-Nya dalam kehidupan setiap hari, merenungkan kehadiran-Nya dan kebaikan-Nya, memenuhi pikiran kita dengan firman-Nya.  Hal ini jelas sebenarnya pada lanjutan perikop kitab Ulangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;(Ulangan 6:6-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perikop ini memerintahkan agar firman Tuhan diajarkan kepada anak-anak dan dibahas oleh orang dewasa setiap hari di manapun mereka berada.  Artinya, mengasihi dengan akal budi dihubungkan dengan proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus melangkah lebih jauh lagi, Ia meminta pengikut-Nya untuk mengasihi Allah dengan “segenap” akal budi.  Artinya, apa pun yang bisa dipikirkan oleh seorang anak Tuhan maka harus diserahkan untuk mengasihi Tuhan.  Ketika pikiran kita sanggup merencanakan sebuah bisnis, merancang sebuah bangunan, mengarang sebuah cerita, maka ia harus mengasihi Tuhan dalam segala perencanaan, analisis, atau pemahamannya.  Kalau ada yang berencana sebuah toko, misalkan toko roti, dengan dana yang besar kita punya uang untuk membangun toko roti yang besar, eh tempat yang kita incar di sebelahnya sudah ada toko roti yang lama di sana hanya saja masih kecil, apakah kita tetap mau buka di sana?  Kalau kita mengasihi Tuhan maka ini harus menjadi pergumulan kita.  kalau dosen saya kasih contoh, bagus gak nyapu depan rumah kita?  bagus!  Tapi lihat dulu debunya kemana.  Kalo sapu debunya ke rumah tetangga, yah tidak bagus.  Kita diberi otak/pikiran untuk mengasihi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, Otak kita beratnya hanya 500 gram tetapi. . .&lt;br /&gt;- 100 Milyar syaraf neutron yang menguasai 10.000 pikiran setiap hari&lt;br /&gt;- Mengontrol 103.000 detak jantung setiap hari&lt;br /&gt;- Mengkoordinasi 23.000 nafas setiap hari&lt;br /&gt;- Mengontrol 600 otot untuk bergerak setiap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak yang Tuhan berikan kepada manusia luar biasa canggih.  Binatang punya otak?  Ada, tetapi tidak bisa seperti manusia yang antara otak dan hati dan seluruh keberadaan manusia saling terkait.  Karena itu mengabaikan pikiran kita maka kita sedang mengabaikan diri kita sendiri.  Sebuah slogan dari sebuah yayasan pendidikan berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;a mind is a terrible thing to waste&lt;/span&gt;.”  Pikiran adalah sesuatu yang sangat mengerikan untuk disia-siakan.  Pengamsal berkata di dalam 27:19, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu&lt;/span&gt;.”  Hati di sini secara umum juga menggambarkan kapasitas manusia berpikir sehingga dapat dikatakan pikiran manusia mencerminkan manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pikirannya selalu kotor, yah manusia itu dalam bertutur kata, bertingkah laku akan menjurus kepada hal2 yang kotor.  Kalau pikirannya adalah selalu berbuat dosa, maka apa yang dikatakan dan diperbuatnya selalu berbuahkan dosa.  Inilah yang terjadi pada zaman ini.  Paulus memberikan kita bukti-bukti bahwa manusia sudah menyia-nyiakan akal budinya dan akal budinya mengalami distorsi.  Kira-kira ada 12 bagian firman Tuhan yang mencatat demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Roma 1:28, “terkutuk”&lt;br /&gt;2. 2 Korintus 3:14, “tumpul”&lt;br /&gt;3. 2 Korintus 4:4, “dibutakan”&lt;br /&gt;4. Efesus 4:17, “sia-sia”&lt;br /&gt;5. Efesus 4:18, “gelap”&lt;br /&gt;6. Kolose 1:21, “jahat”&lt;br /&gt;7. Kolose 2:4, “diperdaya”&lt;br /&gt;8. Kolose 2:8, “palsu:&lt;br /&gt;9. Kolose 2:18, “duniawi”&lt;br /&gt;10. 1 Timotius 6:5, “rusak/sakit”&lt;br /&gt;11. 2 Timotius, “bobrok”&lt;br /&gt;12. Titus 1:15, “najis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibat dari semua kerusakan ini maka tidak heran banyak orang yang walaupun selalu diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran (2Tim. 3:7) dan beberapa bahkan giat melayani Tuhan, tetapi tanpa pengertian yang benar (Roma 10:2).  Tidak heran, gereja-gereja yang dipenuhi orang adalah gereja yang menawarkan solusi praktis, keajaiban, supranatural.  Sedangkan gereja yang berusaha mendidik orang dalam kebenaran, mendorong orang untuk pembinaan, belajar FT mulai dijauhkan.  Orang lebih suka dengan penglihatan, mujizat yang katanya dari Tuhan tetapi tidak pernah mau belajar Firman Tuhan yang jelas-jelas penyataan Allah bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah bisa manusia dengan segenap akal budinya mengasihi Tuhan?  Tidak dengan keadaan demikian!  Bagaimana kita bisa kembali kepada maksud Allah semula bahwa dengan segenap akal budi kita, kita dapat mengasihi Dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Pikiran kita harus ditebus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau diusut maka akar dari kerusakan akal budi manusia adalah berasal dari kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa.  Hawa begitu diperdaya pikirannya oleh si ular.  Di dalam Kejadian 3:6 Hawa menilai buah pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu pertama dari segi fisiknya di mana buah itu baik untuk dimakan.  Mungkin Hawa berkata dalam hatinya, “hm…mungkin Iblis benar bahwa Tuhan sengaja menghindarkanku dari buah ini agar aku tidak menikmati semua kebahagiaan dalam taman ini.”  Berdasarkan pemikiran ini, maka ia melangkah kepada penilaian kedua yaitu secara emosi atau keindahan.  Buah itu sedap kelihatannya.  Hawa memikirkan buah itu dan merasakan di dalam hatinya.  Ada sebuah tulisan berkata, “pikirkan perasaanmu dan rasakan pikiranmu.”  Secara negatif, hawa memandang buah itu.  Dan terakhir, Hawa mengambil langkah terakhir yaitu penilaian secara intelektual.  Buah itu dapat memberi pengertian.  Pengertian sepeti yang dimiliki Allah.  Pikiran yang sudah jatuh ke dalam dosa ini yang membuat manusia tidak lagi berkenan kepada Tuhan.  Apakah ini berarti manusia tidak lagi pintar?  Tidak!  Manusia banyak yang pintar dan meraih penghargaan nobel atau pulitzer atau penghargaan lain, tetapi itu tidak dapat membuatnya datang kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita William James Sidis.  Sidis adalah salah satu manusia yang terpandai di dunia yang pernah hidup.  Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah  menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar: menulis beberapa buku   sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika.  Lebih dasyat lagi: Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!  tetapi percuma segala yang ada di dalam akal budinya tidak membawa dia kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, sebagai hasil dari penebusan Kristus, maka kita yang percaya kepada-Nya mengalami penebusan tidak hanya hidup tetapi juga pikiran kita sudah ditebus.  Pikiran kita bukan lagi milik Iblis yang bisa dimanfaatkannya untuk melakukan dosa dan memberontak kepada Allah melainkan pikiran kita sudah menjadi milik Kristus dan diserahkan bagi kemuliaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Pikiran kita harus diperbaharui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang sudah masuk ke dalam persekutuan dengan Tuhan, maka segala yang dilakukan dan dipikirkannya adalah jalan yang baru.  Pikiran kita akan dimampukan untuk berpikir sesuatu yang baru dan membersihkan pikiran kita yang lama.  Tentu saja, ini adalah pekerjaan Allah Roh Kudus yang membersihkan pikiran kita, memperbaharui pikiran kita (Rm. 12:2; Ef. 4:23; Kol. 3:10).  Bagaimana caranya Roh Kudus bekerja?  Dengan firman-Nya.  Untuk berpikir seperti Allah, maka seseorang harus berpikir seperti Alkitab/firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry Blamires berkata, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;untuk berpikir secara alkitabiah maka harus berpikir di dalam koridor pewahyuan.  Bagi orang sekuler, Allah dan teologi adalah area bermain mereka.  Bagi kekristenan, Allah adalah nyata, dan teologi Kristen menggambarkan kebenaran-Nya yang dinyatakan-Nya kepada kita.  bagi pikiran sekuler, agama adalah hanya sekedar masalah teori, bagi pikiran Kristen, kekristenan adalah berbicara aksi dan fakta.  Aksi dan fakta yang didasarkan kepada iman kita yang tercatat di dalam firman Tuhan&lt;/span&gt;." (Terjemahan bebas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pembaharuan akal budi adalah melalui firman-Nya.  Tidak ada jalan yang lain!&lt;br /&gt;Kalau pikiran kita sudah ditebus dan diperbaharui, maka tentu kita dituntut oleh Tuhan untuk mempersembahakannnya dengan segenap akal budi kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad 5 sampai 11, adalah merupakan abad di mana pengetahuan berhenti dan pengajaran hampir dimusnahkan.  Abad ini dikenal dengan abad kegelapan.  Dimana orang Vandal membakar perpustakaan-perpustakaan.  Seni membaca hampir hilang.  Bahasa-bahasa kuno dilupakan.  Orang hanya memperhatikan kesenangan dan bagaimana dapat bertahan hidup.  Namun bersyukur, ada warisan2 yang tidak punah.  Warisan budaya Yunani dan hukum Roma tidak dilupakan.  Karya2 besar dalam seni, literatur, penemuan, dll dipelihara.  Bagaimana bisa demikian?  Karena gereja Kristen mempertahankannya.  Di dalam biara2, ada orang2 yang menyalin buku-buku kembali.  Alkitab, karya-karya bpk2 gereja, sejarah dan filsafat, karya sastra, tulisan mengenai kedokteran, bilogi, puisi dan teknik ketrampilan semua disimpan, dibahas, dipelihara dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dunia modern saat ini, sepertinya abad kegelapan itu kembali muncul.  Banyak orang yang mulai merusak nilai-nilai.  Mereka menghina keteraturan dan nilai-nilai objektif.  Orang tidak lagi taat kepada hukum.  Semua lebih suka melihat kekerasan dan antiintelektualisme.  Semua beralih kepada spiritualisme yang palsu di dalam Yoga, kundalini, reiki, positive thinking, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang profesor yang bernama Gene Edward Veith berkata, “j&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ika zaman kegelapan hadir kembali, pengetahuan mungkin akan bertahan lagi, seperti yang selalu terjadi, dalam gereja.  Saya membayangkan orang Kristen bertemu bersama untuk membahas hal-hal penting mengenai teologi dan gagasan lain ketika tidak ada orang lain yang tertarik kepada pemikiran abstrak; dan orang Kristen membaca Alkitab dan buku-buku lain, di saat orang-orang lain lebih suka menonton televisi.  Jika Kristus menunda kedatangan-Nya yang kedua kali, dan jika gereja menolak untuk menyamakan diri dengan kecenderungan dunia, mungkin orang Kristen—seperti pada masa lalu—akan mempelopori suatu renaissans baru; perkembangan seni dan sains, pembaruan budaya barat dan timur, dan kebangunan spiritualitas yang alkitabiah&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita mau menjadi bagian dari kepeloporan ini bisa suatu saat terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MaUKAH?&lt;br /&gt;1. TIDAK MALAS BERPIKIR&lt;br /&gt;2. MULAI BELAJAR SERIUS FIRMAN TUHAN&lt;br /&gt;3. MEMIKIRKAN NILAI-NILAI KEKRISTENAN DAN MENERAPKANNYA DI MANAPUN KAMU BERADA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khotbah di Komisi Pemuda GKKB Pontianak tgl 5 Oktober 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-7843608801610919505?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/7843608801610919505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=7843608801610919505&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/7843608801610919505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/7843608801610919505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/10/with-all-my-mind.html' title='WITH ALL MY MIND'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SOn7pXPD0SI/AAAAAAAAACU/g0_zhd-eEbo/s72-c/brain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8400327349052976099</id><published>2008-09-27T06:02:00.001-07:00</published><updated>2008-09-27T06:04:57.277-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Breaking News'/><title type='text'>Tanggung Jawab dalam pernikahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SN4vMPmABgI/AAAAAAAAACA/uaVA7Z9mn3g/s1600-h/IMG_2876.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SN4vMPmABgI/AAAAAAAAACA/uaVA7Z9mn3g/s320/IMG_2876.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250686102951429634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:939988514; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1776837634 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernikahan adalah perjalanan yang baru menuju kedewasaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa kali saya mengamati orang yang dulunya saya kenal nakal tetapi setelah menikah maka ia mengalami perubahan (memang tidak semua).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah diperlukan pernikahan terlebih dahulu, baru orang menyadari arti sebuah tanggung jawab?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya rasa tidak seharusnya demikian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi kalau memang di situlah momen Tuhan bekerja, maka apa kata, Tuhan yang berkuasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ngomong soal ngomong, bukan berarti saya sendiri bukan tipe yang di atas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya bukannya tidak menyadari arti tanggung jawab, melainkan saya baru menyadari bagaimana memegang teguh apa itu tanggung jawab.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ya!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Melalui pernikahan pulalah saya disadarkan demikian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak cukup ternyata hanya menyadari arti tanggung jawab dan kemudian melakukannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perlu sekali sebenarnya apa itu memegang teguh tanggung jawab.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Memang di dalam pernikahan yang dini ini saya belum bisa membuktikan apa-apa kepada dunia, tetapi kok ada keyakinan di dalam hati saya bahwa memegang tanggung jawab itu tidaklah sesulit yang saya pikirkan ketika sebelum menikah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Boro-boro memegang tanggung jawab, melakukannya pun sulit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan boro-boro juga melakukan tanggung jawab, sadar bahwa harus bertanggung jawab pun sulit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Trus apalagi?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya mencatat ada beberapa perubahan yang juga dini di dalam saya memegang tanggung jawab:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menjaga      istri saya sampai tetes darah penghabisan.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Membaca Efesus 5:25 membuat saya miris dan bergidik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang tadinya bangga kalo harus dihormati      istri, eh, kita malah dituntut firman untuk mati bagi istri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, mana yang lebih susah tanggung      jawabnya untuk dipertahankan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yah engkau      kaum Adam dan gue!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Susah gak?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kaga juga kelihatannya karena yah emang      belum ada bahayanya (jadi belum teruji) dan kedua yah emang kaga susah      karena saya mendapati betapa diri saya sangat mencintai istri saya      meskipun tidak secinta Tuhan kepada kita yang berdosa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi kalo bahaya itu datang dan kita      disuruh mati bagi istri, kira-kira cukup gak yah dengan cinta?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terlalu dini memang      menyimpulkannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi kalo urusan      angkat berat-berat agar istri tidak mati kecapean, mati kelelahan, mati      ketiban, maka saya sudah lulus.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menerima      dia apa adanya secara fisik dan kebiasaan.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Istri saya tidak cantik-cantik buanget kayak Angelina Jolie      (bibirnya mirip-mirip setelah saya teliti) tetapi dia juga tidak      biasa-biasa buanget.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalo kata      dosen pembimbing kami, dia adalah wanita di atas rata-rata wanita pada      umumnya. Hm…..jawaban yang tepat!&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;setiap ada kesempatan memandangnya, maka saya mendapati ada      gerakan-gerakan, mimik muka, bagian-bagian di dalam dirinya yang kurang      pas dengan irama penerimaan saya.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Tetapi eits….nanti dulu, ini dia namanya perubahan untuk      bertanggung jawab menerima segala perubahan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Bingung      bingung luh!&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi bukan      berarti ini adalah perubahan yang terpaksa karena sebuah komitmen tetapi      saya menamakan ini adalah perubahan yang lahir dari sebuah cinta yang      dalam karena pengenalan akan Tuhan.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Saya yakin seyakin-yakinnya ini tidak hanya sementara tetapi &lt;i style=""&gt;long lasting&lt;/i&gt; karena Tuhan yang      menjaga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ya iya lah, kalo kaga      percaya Tuhan lagi, dengan kata lain, bukan orang pilihan Tuhan, maka saya      sangat besar kemungkinan tidak memiliki cinta yang demikian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang ketiga,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menerima      dicintai dengan sangat oleh istri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Tidak pernah saya dicintai dan dikasihi orang selain daripada mama yang merawat saya, papa yang cool tapi dengan ekor matanya memperhatikan, link yang cuek tetapi sesekali dekat buanget.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kali ini yang mencintaiku dan mengasihiku adalah istriku yang begitu menunjukkan cinta dan kasih seperti yang keluarga saya lakukan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya tidak akan melanjutkan bagian ini karena ada banyak rahasia dapur keluarga sendiri yang masih mengepul.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bisa-bisa gara-gara artikel ini istriku tidak lagi mencintaiku seperti dahulu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Peace&lt;/i&gt; istriku!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhir kata.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pernikahan itu indah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pernikahan itu mulia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pernikahan itu mendamaikan jiwa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pernikahan itu kalau disertai Allah maka akan seperti di surga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan terakhir, Pernikahan itu mengajarkan perubahan di dalam tanggung jawab.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salam pernikahan kudus 7 September 2008!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-8400327349052976099?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/8400327349052976099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=8400327349052976099&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8400327349052976099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8400327349052976099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/09/tanggung-jawab-dalam-pernikahan.html' title='Tanggung Jawab dalam pernikahan'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SN4vMPmABgI/AAAAAAAAACA/uaVA7Z9mn3g/s72-c/IMG_2876.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-1980323501070851996</id><published>2008-09-15T17:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T17:44:20.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Heroes (4)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pahlawan Iman&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui mengenai Pahlawan Sejati, masih ada yang saya namakan pahlawan iman.  Pahlawan iman adalah mereka yang memuliakan nama Tuhan dengan memperjuangkan dan mengorbankan diri mereka menjadi martir.  Martir kedua (yang pertama tentu Tuhan Yesus yang tidak sekedar menjadi martir pertama, melainkan menjadi sumber dari segala kemartiran yang ada di sepanjang sejarah) yang dicatat di dalam Alkitab adalah Stefanus (Kis. 7:54-60).  Ia dirajam dengan batu sampai mati.  Kemudian kita melihat satu persatu para Rasul (murid Tuhan Yesus) dihukum mati secara mengenaskan oleh pemerintah Roma.  Sebut saja Yakobus (Kis. 12:2) yang dihukum mati sekitar tahun 44 M oleh perintah Raja Herodes Agrippa I dari Yudea.  Kemartirannya menjadi penggenapan dari hal yang diramalkan Yesus tentang ia dan saudaranya Yohanes (Mrk. 10:39).  Penulis terkenal, Clemens Alexandrinus, menulis bahwa ketika Yakobus dibawa menuju tempat eksekusinya, keberaniannya yang luar biasa menimbulkan kesan yang mendalam pada satu orang yang menangkapnya, sehingga ia jatuh bertelut di depan rasul itu, meminta ampun kepadanya dan mengaku bahwa ia adalah orang Kristen juga.  Ia berkata bahwa Yakobus jangan mati sendiri, akibatnya mereka berdua dipenggal kepalanya.  Masih banyak lagi para martir sampai pada abad 21 sekarang ini yang terus mencucurkan darahnya untuk menyirami jalan salib seperti lagu yang diciptakan Pdt. Stephen Tong dan C. M. Yu berjudul Api Zaman—“Darah kaum martir yang belum kering, yang menyirami jalan salib. . .” (Kidung Puji-Pujian Kristen no. 382).  Mereka sungguh para pahlawan iman (informasi lebih banyak di &lt;a href="http://www.hrionline.ac.uk/"&gt;www.hrionline.ac.uk&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.ccel.org/"&gt;www.ccel.org&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.the-tribulation-network.com/"&gt;www.the-tribulation-network.com&lt;/a&gt; atau search di Goggle dan Yahoo untuk website martir Indonesia).  Apakah kamu dan saya berani melakukan hal yang sama seperti mereka ini bila berada di dalam tekanan?  Boro-boro martir, diejek sama teman saja karena kita tidak mau ikut nyontek, ngerokok, atau perbuatan dosa lainnya, kita sudah merasa malu.  Well, my friend, is it you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;So, what gitu loh?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus ku lakukan setelah membaca artikel ini?  Apa efeknya bagiku?  Kalau kamu sudah bertanya demikian, puji Tuhan!  Berarti kamu tidak sekadar membaca, melainkan rindu artikel ini mengubahkan hidupmu.  Pada hari kemerdekaan Republik kita, Indonesia, kita perlu mengucap syukur atas pengorbanan pahlawan sejati kita—Yesus Kristus—bagi kemerdekaan hidup kita.  Tanpa Dia, maka kita tidak akan pernah merasakan kemerdekaan dari dosa kita.  Bersyukurlah atas pengorbanan pahlawan-pahlawan yang selama ini sudah mengorbankan dirinya bagi hak hidup orang banyak, yang tidak mementingkan dirinya sendiri dan sudah memberikan suri teladan bagi kita.  Bersyukurlah dan hormatilah pahlawan-pahlawan yang masih hidup sekarang (seperti orang tua, guru, dan para pendidikmu).  Dan terakhir, jadilah “pahlawan” yang mementingkan kepentingan orang banyak, mengasihi, rela memberikan waktu, tenaga, pikiran bagi pekerjaan Tuhan.  &lt;em&gt;Start now, ending never!  Soli deo gloria.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-1980323501070851996?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/1980323501070851996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=1980323501070851996&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1980323501070851996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1980323501070851996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/09/heroes-4.html' title='Heroes (4)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-3972208319044598429</id><published>2008-08-22T23:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T00:07:54.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Heroes (3)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Pahlawan sejati&lt;/strong&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di antara semua pahlawan yang ada di dalam sepanjang sejarah manusia, maka mau tidak mau kita harus memperhatikan dengan seksama kepada seorang pahlawan sejati yang tidak hanya menjadi pahlawan bagi banyak orang saja, tetapi bagi semua orang yang pernah lahir di tengah-tengah dunia ini, termasuk pahlawan-pahlawan yang ada. Dia adalah&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK-3DBe5gbI/AAAAAAAAABw/E6rYxjwiDdA/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237606154220700082" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK-3DBe5gbI/AAAAAAAAABw/E6rYxjwiDdA/s320/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tuhan kita, Yesus Kristus yang adalah pahlawan dari segala pahlawan yang ada. Apa yang diperbuatnya? Penyelamatan manusia dari kebinasaan. Dia adalah pahlawan sejati karena di saat manusia/pahlawan-pahlawan lain membanggakan/mengharapkan statusnya, Tuhan Yesus justru menanggalkan statusnya. Di dalam Filipi 2:6-8, Rasul Paulus dengan jelas memakai teladan Yesus untuk menunjukkan kepada jemaat Filipi arti mementingkan orang lain daripada diri sendiri dengan penggambaran pengosongan diri-Nya (menanggalkan statusnya sementara, tanpa menghilangkan jati diri-Nya sebagai Allah) sebagai Allah yang kemudian mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Di dalam ayat 6, kita melihat bahwa natur Allah (rupa Allah) di dalam diri Yesus tidak hilang yang menandakan Dia tetap Allah meskipun menjadi manusia. Yesus yang adalah Allah rela menundukkan diri-Nya demi menjalankan misi Allah Bapa yaitu keselamatan bagi umat pilihan-Nya. Pada akhirnya nanti di atas kayu salib, Yesus sebagai Allah yang dapat menanggung seluruh dosa manusia dan Yesus sebagai manusia yang menjadi wakil manusia yang terhukum, sehingga kamu dan saya tidak lagi menerima hukuman karena sudah digantikan oleh Pahlawan Sejati, Tuhan Yesus Kristus. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melihat pengorbanan yang Kristus kerjakan bagi kita manusia yang berdosa, maka sudah sepantasnyalah kita mengelu-elukan Dia, menempatkan Dia sebagai pusat teladan dan pusat otoritas hidup kita. Apalagi kalau berbicara kepemilikan maka kita adalah milik-Nya, bukan lagi milik si Iblis yang “elek” itu. Banyak orang sekarang menggandrungi Samson, Nidji, Delon “idol”, dan artis-artis lainnya, sampai-sampai ada acara di televisi yang menampilkan seorang fans yang ngebet bertemu idolanya karena merasa melalui idolanya itu fans ini mendapatkan banyak inspirasi, wejangan, dan semangat hidup (padahal belum pernah bertemu). Hal ini sebenarnya masih dalam taraf wajar kalau apa yang diajarkan dan dicontohkan si idola adalah hal yang positif dan memang memberi semangat hidup. Masalahnya, ada banyak orang yang saking ngefansnya, maka tidak perduli idolanya baik atau buruk, ia tetaplah idolanya (bahkan ada juga ketika idolanya salah dan bermasalah masih dibela dengan membabi buta). Perlu kita ketahui bahwa manusia sangat terbatas dan mudah mengecawakan. Manusia sudah jatuh dalam dosa sehingga sangat rentan untuk mewariskan pengaruh-pengaruh buruk kepada sesamanya. Tetapi Kristus tidak! Ia tidak berdosa. Ia sempurna dan Yang sempurna ini seharusnya yang pantas dan layak kita elu-elukan sebagai idola/pahlawan kita. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian, apakah berarti kita tidak boleh mengagumi pahlawan yang ada di dunia ini dan meneladani perbuatan mereka? Saya tidak mengatakan gak boleh, tetapi yang terpenting adalah mengidolakan Kristus dalam hidup kita. Christ is number one! Kita harus akui bahwa Tuhan dapat memakai manusia—baik yang percaya kepada-Nya maupun yang tidak—untuk menyatakan hal-hal yang baik bagi dunia ini, misalnya Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Para Nabi dan Rasul di dalam Alkitab, dll. Namun segala kebaikan dan kebenaran yang mereka lakukan harus kita akui berasal dari Tuhan sehingga ketika kita mengagumi mereka, maka kita teringat kepada Tuhan yang lebih harus kita kagumi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Paulus berani mengatakan, “&lt;em&gt;Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Peliharalah harta yang indah yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita&lt;/em&gt;” (1Tim. 1:13-14). Maksud Paulus adalah agar Timotius, anak rohaninya, memegang erat segala pengajaran, suri teladan, perbuatan, iman, pendirian Paulus (lih. 1Tim. 3:10) karena Paulus pun meneladani Kristus. Dengan kata lain, Kristus dapat memakai, khususnya orang-orang yang dipilih-Nya, untuk menyatakan karakter Ilahi, maksud dan kehendak-Nya agar ketika orang lain meneladani Paulus, mereka melihat Kristus di dalamnya. Hak istimewa ini tidak diselewengkan Paulus. Ia berkata, “.&lt;em&gt; . . Kristus adalah pengharapan akan kemuliaan! Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam Aku&lt;/em&gt;” (Kol. 1:27b-29). Paulus membawa orang yang mengikuti teladannya kepada kesempurnaan Kristus, bukan kesempurnaannya yang tentu tidak akan pernah sempurna selama masih di dunia ini. Kesempurnaan dalam Kristus inilah yang diusahakan dan digumulkannya. Kalau sudah demikian, apakah kita masih mau petantang petenteng menganggap diri kita pantas dikagumi? Paulus saja yang rohaninya jauh lebih baik dari kita membawa orang kepada Kristus, masakah kita yang rohaninya masih &lt;em&gt;ece-ece&lt;/em&gt; membawa orang untuk mengagumi kita?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-3972208319044598429?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/3972208319044598429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=3972208319044598429&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/3972208319044598429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/3972208319044598429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/08/heroes-3.html' title='Heroes (3)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK-3DBe5gbI/AAAAAAAAABw/E6rYxjwiDdA/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-6569690075401294090</id><published>2008-08-22T00:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-22T01:20:32.105-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Heroes (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK5xoK1gvsI/AAAAAAAAABg/fepndHcY9b0/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237248351595970242" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK5xoK1gvsI/AAAAAAAAABg/fepndHcY9b0/s200/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pahlawan maya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di samping pahlawan-pahlawan di atas, kita mengenal pahlawan dalam bentuk maya. Biasanya justru ini yang lebih menarik dibandingkan mengenal pahlawan-pahlawan di atas. Apa arti pahlawan maya? Pahlawan maya seperti Gaban, Batman, Superman, Spiderman, “Po” si Kungfu Panda dan Super Heroes lainnya, bahkan pahlawan bertopeng adalah pahlawan-pahlawan yang tidak nyata di dalam kehidupan kita. mereka memiliki kekuatan super yang tidak dimiliki oleh orang biasa pada umumnya. Mereka hanya beraksi di media-media televisi dan film, tetapi tidak pernah terjadi di dalam kehidupan yang sesungguhnya. Apa kerugian kita melihat dan menggandrungi pahlawan maya ini? (1) Kita akan kehilangan jati diri kita sebagai manusia. Biasanya anak-anak yang sudah dipengaruhi oleh pahlawan maya akan bertingkah laku seperti mereka seakan memiliki kekuatan super dan imortalitas (tidak dapat mati). Ini akan membawa bias bagi anak untuk mengetahui bahwa dirinya hanyalah manusia terbatas yang diciptakan Tuhan. Lama kelamaan mereka akan tidak membutuhkan Tuhan lagi karena pikirannya sudah dipengaruhi oleh kekuatan Super Heroes tersebut. Tidak heran, zaman ini manusia, khususnya anak-anak, sulit sekali diajarkan keterbatasan manusia dan kemahakuasaan Allah. (2) Mudah untuk melakukan hal yang bodoh. Beberapa kali saya mendengar berita bahwa ada anak yang dengan kain diikatkan di lehernya seperti Superman melompat dari tempat yang tinggi ke bawah. Ada yang luka-luka bahkan sampai meninggal. Demikian pula sewaktu acara gulat Amerika (WWF) gandrung di Indonesia, ada ba&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK5ygdCDcfI/AAAAAAAAABo/su9mGOg_dBM/s1600-h/zen.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237249318553088498" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK5ygdCDcfI/AAAAAAAAABo/su9mGOg_dBM/s200/zen.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;nyak berita yang menyatakan bahwa anak-anak meniru perbuatan dari pegulat-pegulat tersebut sehingga mengakibatkan banyak anak yang cedera. Anak-anak mudah sekali diprovokasi oleh pahlawan-pahlawan maya ini. (3) Pahlawan maya hanya akan menambah idola baru yang akan menggantikan posisi Tuhan di dalam hati manusia. Seringkali pahlawan-pahlawan demikian ditunggangi oleh Gerakan Zaman Baru (New Age Movement) yang mengutamakan potensi di dalam diri manusia ketimbang kuasa Allah. Bahkan cilakanya, di dalam konsep Gerakan Zaman Baru ini, manusia bisa menjadi Allah (melebihi perkataan si ular di dalam Kej. 3:5—menjadi seperti Allah) pada akhirnya asal manusia mau sungguh-sungguh memperjuangkannya dengan cara-cara seperti meditasi, Yoga, dan model spiritualisme lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun dari kelemahan-kelemahan ini, kita perlu akui ada kekuatan yang ditimbulkan oleh pahlawan maya ini: (1) Orang akan diajarkan untuk membela kebenaran dan keadilan. Ketika melihat pahlawan maya ini beraksi di film, mereka akan menyadari bahwa ada banyak orang yang memerlukan pertolongan. Ini sebenarnya mengajarkan mereka untuk memperhatikan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri. (2) ketika memiliki keinginan untuk menolong orang, maka kepercayaan diri mereka akan muncul. Kalau begitu, perlukah kita menggandrungi pahlawan maya ini? Bagi saya, mengenal dan mengetahui pahlawan maya boleh-boleh saja. Tetapi pahlawan maya ini tidak boleh menggantikan posisi Tuhan di dalam hati kita. Bila pahlawan maya ini sudah menjadi kebanggaan kita melebihi Tuhan, maka kita sudah harus berhati-hati. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-6569690075401294090?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/6569690075401294090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=6569690075401294090&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/6569690075401294090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/6569690075401294090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/08/heroes-2.html' title='Heroes (2)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK5xoK1gvsI/AAAAAAAAABg/fepndHcY9b0/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-604010246323652037</id><published>2008-08-21T02:13:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T02:19:22.414-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Heroes (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK0zAN_i1ZI/AAAAAAAAABY/6SC0SWs2_a8/s1600-h/983655934_8abb5a31e5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236898020550956434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK0zAN_i1ZI/AAAAAAAAABY/6SC0SWs2_a8/s320/983655934_8abb5a31e5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap saya mendengar kata “pahlawan,” hati saya dilingkupi dengan kekaguman. Yang membuat saya kagum adalah, seorang pahlawan rela berjuang dan berkorban dengan meneteskan darahnya, keringatnya, air matanya, hartanya, waktunya, tenaganya sampai titik penghabisan. Kadang saya bertanya-tanya di dalam hati, mengapa mereka mau melakukan semua perjuangan dan pengorbanan ini? Jawabannya adalah mereka merindukan sebuah perubahan terjadi di dalam kehidupan banyak orang, tidak hanya perubahan bagi dirinya sendiri. Bagaimana kita sebagai anak Tuhan menyikapi pahlawan-pahlawan yang sudah meninggalkan kita maupun yang saat ini masih berjuang di sekeliling kita? Mungkin langkah awal adalah kita mengingat mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mengenal pahlawan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan di dalam setiap sejarah manusia sudah berjuta-juta orang, dari pahlawan di dalam Alkitab, pada masa Kerajaan-kerajaan, Perang Dunia I dan II, reformasi, sampai saat sekarang yang masih berjuang. Kalau dihitung-hitung, maka terlalu panjang daftarnya. Sebagai contoh di Indonesia, sejarah mencatat bagaimana Hayam Wuruk, Gajah Mada, Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman, Bung Karno, Bung Hatta, si Pitung, Elang dan Wawan (mahasiswa yang mati dalam peristiwa Trisaksi dan Semanggi) berjuang dan berkorban demi kepentingan banyak orang. Kita dapat mengenal mereka melalui buku-buku yang dijual. Ada di dalam bentuk Biografi, rangkuman sejarah dunia, maupun di dalam ensiklopedia. Selain buku, kita juga dapat memperoleh kejelasan melalui website-website sejarah (silakan search di Yahoo atau Goggle). Penting sekali kita mencari dan mengupayakan pengenalan kita agar kita dapat mengenal siapakah para pahlawan ini sebelum mengikuti suri teladannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-604010246323652037?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/604010246323652037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=604010246323652037&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/604010246323652037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/604010246323652037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/08/heroes-1.html' title='Heroes (1)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SK0zAN_i1ZI/AAAAAAAAABY/6SC0SWs2_a8/s72-c/983655934_8abb5a31e5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-5390333845109576880</id><published>2008-07-28T17:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T17:55:04.811-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Pahlawan Iman</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SI5pICy_9cI/AAAAAAAAAAw/7NKKY0453tk/s1600-h/Jesus_large.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5228231804334372290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SI5pICy_9cI/AAAAAAAAAAw/7NKKY0453tk/s320/Jesus_large.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2 Samuel 23:8-23; Ibrani 11:32-40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca 2 Samuel 23:8-24b. Wow! Luar biasa kisah ini. Bayangkan bagaimana kalau hal demikian terjadi dalam hidup kita. ada orang-orang yang rela berkorban bagi kita, bahkan mengorbankan nyawanya bagi kita. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita baca lagi kali ini di dalam Perjanjian Baru Ibrani 11:32-40.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemarin kita sudah belajar mengenai ketidakbersalahan Alkitab dan kita memiliki tanggung jawab sebagai anak Tuhan untuk menjaga gawang kebenaran Alkitab dari orang-orang yang menentang maupun yang menurunkan derajat kebenaran Alkitab. John Huss adalah salah satu pahlawan iman yang pernah hidup di dunia yang berjuang membela kebenaran Alkitab. Ia berjuang mempertahankan Alkitab adalah sumber otoritas tertinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;John Huss adalah seorang anak Tuhan yang menentang otoritas Paus sebagai otoritas tertinggi di dalam Gereja. Bagi John Huss, otoritas tertinggi di dalam Gereja adalah Alkitab yang dapat menyelesaikan semua masalah Gereja. Akibat penentangannya ini, John Huss dibawa ke pengadilan. Di sana, Ia menolak dengan tegas otoritas Paus dan membela Alkitab. Akhirnya pengadilan memutuskan John Huss dibakar sebagai penyesat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tujuh orang maju ke depan dan memerintahkan kepada Huss untuk menaruh pakaian imamnya dan ia melakukannya. Mereka kemudian mulai menghina dan mengejeknya pada saat mereka melepaskan pakaian imam darinya satu demi satu. Kemudian pada kepalanya yang berdarah mereka menempatkan topi kertas Uskup yang memiliki gambar roh-roh jahat dan kata-kata, "biang keladi bidat."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Uskup mengenakan penutup kepala dari kertas di kepala Huss, ia berkata, "Sekarang kami menyerahkan jiwamu kepada neraka." Huss mengangkat matanya ke surga dan berkata, "Namun, aku menyerahkan ke dalam tangan-Mu, O Tuhan Yesus Kristus, rohku yang telah Engkau tebus."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Huss kemudian dituntun melewati api unggun tempat mereka membakar buku-bukunya dan diikat di tiang dengan rantai. Ketika pelaksana eksekusi melingkarkan rantai ke sekeliling tubuhnya, Huss tersenyum dan berkata, "Tuhanku Yesus Kristus diikat dengan rantai yang lebih kuat daripada ini demi aku, jadi mengapa aku harus malu dibelenggu dengan rantai yang berkarat ini?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ikatan kayu ditumpuk sampai ke lehernya kemudian Duke of Bavaria berusaha membuatnya menyangkal ajarannya. Huss menjawab, "Tidak, aku tidak pernah mengkhotbahkan doktrin yang jahat dan hal yang kuajarkan dengan bibirku aku meteraikan dengan darahku." Ketika berkas kayu api dinyalakan dan nyala api menyelubunginya, Huss menyanyikan himne begitu keras dan penuh sukacita sehingga suaranya bisa terdengar mengatasi bunyi kayu yang terbakar dan suara orang banyak yang menonton ia dibakar. Namun, segera suaranya berhenti ketika nyala api itu mencapai tenggorokan dan wajahnya, dan ia tertelungkup ke depan bersandar pada rantainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan kebodohan lebih lanjut para uskup dengan teliti mengumpulkan abu Huss dan membuangnya ke Sungai supaya tidak ada sisa Huss yang masih tetap ada di bumi. Namun, mereka tidak bisa menghapuskan kenangan akan ia atau ajarannya dari pikiran para pendukungnya dengan siksaan, api atau air. Melalui mereka, kenangan akan ia dan ajarannya akan terus dihormati serta tersebar lebar dan luas. Setelah mati, Huss memberikan ancaman lebih besar pada Gereja Roma daripada saat hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini hanya salah satu contoh pahlawan iman di sepanjang sejarah kekristenan. Kedua bagian firman Tuhan yang kita baca tadi menunjukkan kepada kita bahwa Alkitab pun mencatat ada banyak pahlawan-pahlawan iman. Yang perlu kita renungkan malam ini adalah, mengapa Tuhan mencatat pahlawan-pahlawan ini di dalam Alkitab? Tentu Tuhan memiliki maksud. Saya melihat ada 2 maksud Tuhan mencatat para pahlawan ini di dalam Alkitab:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Agar kita meneruskan apa yang sudah mereka perjuangkan/pertahankan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manusia pada umumnya adalah manusia yang hidup untuk bertahan. Para suami bekerja keras untuk mempertahankan keluarganya tidak kelaparan, para ibu atau perempuan berusaha mempertahankan tubuhnya tetap ideal, para politisi dan penguasa bekerja keras mempertahankan harga dirinya, para pengusaha atau pedagang berusaha mempertahankan bisnisnya tidak bangkrut di tengah kesulitan ekonomi, para karyawan berusaha mempertahankan agar dirinya tidak di PHK atau dipecat dari pekerjaannya, para siswa dan mahasiswa berjuang mempertahankan nilainya tidak jelek, dan semua manusia pasti berusaha dengan keras untuk mempertahankan dirinya dari segala ancaman kematian. Hidup manusia adalah hidup untuk mempertahankan sesuatu yang dianggap penting baginya. Tetapi apakah hidup kita hanya sekedar mempertahankan hal-hal di atas?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentu tidak! Karena firman Tuhan mengatakan di dalam Kolose 2:6, “&lt;em&gt;kamu telah menerima Kristus Yesus Tuhan kita. karena itu, hendaklah&lt;/em&gt; [ay. 6b, 7, 16, 3:1, 5, 12], khusus lihat di pasal 3:1-2, hendaklah cari perkara yang di atas (kekekalan), ayat 2 mengatakan pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bumi.” Kaki memang ada di bumi tetapi kepala harus ada di surga sehingga keadaan di bumi kita jadikan seperti di surga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artinya begini, secara praktis saya akan gambarkan demikian, uang pasti kita perlukan, penampilan juga perlu, sehat perlu, nilai baik perlu, semua perlu kita pertahankan/kita cari dalam hidup kita (ini berarti kaki kita masih di bumi) fakta yang tidak dapat kita sangkali, tetapi kalau kita hanya fokus kepada apa yang di bumi ini maka kita hanya akan berkutat dengan hidup yang biasa-biasa saja, padahal Tuhan memberikan kelimpahan dan kepenuhan di dalam-Nya. Kita harus berpikir keluar dari batas hanya di bumi saja, melainkan perkara surga. Masalah kerohanian kita apakah menjadi perhatian kita yang serius seserius kita bekerja mencari uang? Apakah kita perduli untuk mempertahankan saat teduh atau kehidupan doa kita sebaik kita mempertahankan diri kita tidak dipecat di kantor? Kalau kita peduli, maka kita sudah melakukan kaki di bumi tetapi kepala di surga. Saya ambil contoh di dalam Efesus 4:28, “. &lt;em&gt;. . baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan&lt;/em&gt;.” Jadi kita kerja bukan sekedar untuk makan bagi saya dan keluarga melainkan berusaha memikirkan orang lain seperti yang Tuhan perintahkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap anak Tuhan tidak sekedar memiliki tanggung jawab mempertahankan hidupnya sehari-hari melainkan harus mempertahankan sesuatu yang jauh lebih penting dari hidupnya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau kita melihat para pahlawan Daud, mereka mempertahankan sesuatu melebihi hidup mereka. Mereka sedang mempertahankan dengan perjuangan dan pengorbanan agar nama Tuhan tetap tegak berdiri. Bangsa Filistin pada waktu itu sangat meremehkan bangsa Israel (lih. 1Sam. 17:25-26). Firman Tuhan mengatakan bahwa meremehkan bangsa Israel adalah meremehkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di saat bangsa Israel mundur (ay. 9), para pahlawan Daud dengan gagah beraninya bersama-sama Rajanya Daud berdiri mempertahankan nama Allah. Mereka berani karena mereka percaya kepada Rajanya Daud yang adalah orang pilihan Allah yang diberi janji penyertaan di dalam segala peperangan. Dan Tuhan memang memberkati peperangan mereka dengan kemenangan-kemenangan besar. Eleazar tetap bersama Daud meskipun semua bangsa Israel mundur dan dengan memakai pedangnya yang sampai melekat di tangannya, banyak orang Filistin mati (ay. 9-10). Sama tetap berdiri di tengah-tengah ladang kacang merah menghadapi orang Filistin meskipun semua tentara sudah mundur dan Tuhan memberinya kemenangan (ay. 11-12). Dan kita melihat pahlawan lainnya yang dengan gagah perkasanya melawan bangsa Filistin dan bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana dengan Perjanjian Baru? Saking banyaknya pahlawan Tuhan, Alkitab ini tidak cukup menceritakannya. Banyak orang yang berjuang menaklukkan kerajaan, mengamalkan kebenaran, rela disiksa, diejek, didera demi mempertahankan kebenaran dan demi nama Tuhan dinyatakan sehingga banyak orang datang kepada Tuhan. Nah kita melihat, bagaimana mereka bisa melakukan semua hal ini? Karena iman kepada Tuhan. Iman adalah keyakinan yang kokoh terhadap firman Tuhan. Iman adalah keyakinan yang kokoh akan Yesus sebagai Tuhan dan Raja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, daftar Perjanjian Baru ini berlanjut di dalam daftar nama para martir Kristus sepanjang abad manusia. Saya ambil contoh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Polikarpus, seorang murid Rasul Yohanes dan penilik gereja di Smirna. Ia mendengar bahwa para prajurit mencarinya lalu ia berusaha melarikan diri, tetapi ia ditemukan oleh seorang anak. Setelah memberi makan para penjaga yang menangkapnya, ia meminta waktu satu jam untuk berdoa dan permintaannya dikabulkan mereka. Ia berdoa dengan begitu tekun sehingga para penjaga itu meminta maaf kepadanya karena mereka ditugaskan untuk menangkapnya. Namun, ia akhirnya dibawa ke depan gubernur dan dihukum bakar di tengah pasar.&lt;br /&gt;Setelah putusan hukumannya ditentukan, gubernur berkata kepadanya, "Celalah Kristus dan aku akan melepaskan kamu."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Polikarpus menjawab, "Delapan puluh enam tahun aku telah melayani Dia; Ia tidak pernah berbuat salah kepadaku. Bagaimana mungkin aku mengkhianati Rajaku yang telah menyelamatkan aku?"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di tengah pasar, ia diikat di tonggak dan tidak dipaku seperti kebiasaan pada saat itu karena ia menjamin mereka bahwa ia akan berdiri tanpa bergerak dalam nyala api dan tidak akan melawan mereka. Pada saat kayu-kayu kering yang diletakkan di sekitarnya dinyalakan, nyala api itu berkobar dan menyelubungi tubuhnya tetapi tidak membakarnya. Maka pelaksana hukuman diperintahkan untuk menusuknya dengan pedang. Ketika ia melakukannya, darah yang sangat banyak menyembur keluar dan memadamkan api itu. Meskipun ternan-ternan Kristennya memohon agar tubuhnya diberikan kepada mereka supaya mereka dapat menguburkannya, musuh-musuh Injil bersikeras agar tubuhnya dibakar dengan api, dan itu dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana dengan kita? apa yang sedang kita pertahankan? Mungkin kita tidak perlu sampai mati untuk mempertahankan iman seperti John Huss, Polikarpus atau martir lainnya, tetapi apakah kita sudah meneruskan perjuangan dan pengorbanan mereka melalui hidup kita? apakah kita sedang mempertahankan nama Tuhan harum melalui hidup kita?&lt;br /&gt;Ini yang pertama, Tuhan menuliskan para pahlawan iman di dalam Alkitab agar kita dapat meneruskan perjuangan mereka, yang kedua adalah agar kita dapat meneruskannya dengan setia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Agar Kita meneruskannya dengan setia.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para pahlawan Daud begitu setia kepada Daud sebagai orang pilihan Tuhan (1Taw. 11:10). Mereka berani melakukan apa saja bagi Daud karena dengan setia dan taat kepada orang pilihan Tuhan, maka itu menandakan ia juga setia dan taat kepada Tuhan. Dari bagian yang kita baca, ketika Daud menginginkan air yang ada di Betlehem padahal Betlehem dikuasai bangsa Filistin, tiga pahlawan Daud menyusup dan berhasil mengambil air dari sumur di Betlehem itu. Mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh Rajanya Daud meskipun bahaya. Hal ini mengharukan Daud sehingga Daud mempersembahkan air ini kepada Tuhan sebagai yang layak menerimanya.&lt;br /&gt;Tidak hanya hal yang baik, pahlawan Daud pun melakakukan dengan setia dan taat apa yang salah diperintahkan Daud (bukan berarti kita harus setia kepda yang salah) tetapi saya ingin menunjukkan bahwa betapa setia dan taatnya para pahlawan Daud kepada Daud sebagai orang pilihan Tuhan. Di dalam pasal berikutnya pasal 24, di sana dikisahkan (memang lebih jelasnya kalau kita melihat catatan di 1 Tawarikh 21) bahwa Daud diperdaya oleh Iblis untuk menghitung seluruh pasukannya. Di dalam 1 Tawarikh 21:1 lebih jelas dituliskan, “&lt;em&gt;Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel&lt;/em&gt;.” Lalu Daud memerintahkan kepada Yoab, panglima Daud untuk pergi menjelajahi negeri dan menghitung pasukannya. Perbuatan Daud ini jahat di mata Tuhan 1 Tawarikh 21:7, “&lt;em&gt;tetapi hal ini jahat di mata Allah, sebab itu dihajarnya orang Israel&lt;/em&gt;.” Mengapa jahat di mata Allah dengan menghitung pasukan Israel? Karena itu menunjukkan bahwa Daud mengandalkan pasukannya daripada mengandalkan Tuhan. Daud sombong dengan jumlah pasukan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebenarnya Yoab sebagai Panglima sudah mengingatkan Daud akan hal ini. Di dalam 1 Tawarikh 21:3 dikatakan, “&lt;em&gt;Kiranya Tuhan menambahi rakyat-Nya seratus kali lipat daripada yang ada sekarang. Ya tuanku Raja, bukankah mereka sekalian hamba-hamba tuanku, mengapa tuanku menuntut hal itu? Mengapa orang Israel harus menanggung kesalahan akan hal itu?&lt;/em&gt;” ternyata seorang panglima lebih bijak daripada seorang Raja…hehehe…. Kalo iblis sudah memperdaya, maka siapapun bisa tertipu dan jatuh dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka dikatakan, Yoab dan panglima lainnya terpaksa menuruti titah Daud Rajanya (1 Taw. 21:4; dan seluruh panglima tentara 2 Sam. 24:4). Ini menunjukkan betapa setianya seluruh panglima Daud kepada Daud sebagai orang pilihan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bersyukur Daud sadar dan ia Raja yang bijak. Ia memohon kepada Tuhan agar hukuman yang didapat tidak ditimpakan kepada rakyatnya melainkan kepada dirinya dan keluarganya.&lt;br /&gt;Kita melihat para pahlawan Daud begitu setia kepada Daud.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana dengan di Ibrani? Di dalam ayat 35b dikatakan, “&lt;em&gt;tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik&lt;/em&gt;.” Mereka lebih suka berada di dalam penderitaan di dalam mempertahankan nama Tuhan dibandingkan harus bebas dari penderitaan namun nama Tuhan disangkalnya. Di dalam ayat 39 pun dijelaskan bahwa, “&lt;em&gt;mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik&lt;/em&gt;.” Artinya, apa yang mereka perjuangkan dan pertahankan mungkin waktu itu mereka tidak melihat hasilnya, tetapi mereka tetap setia melakukannya. Sekrang kita yang menerima hasilnya sebenarnya. Kita bisa menikmati Alkitab yang sudah dipertahankan dengan banyak darah dan air mata. Kita bisa menikmati ibadah pada malam ini karena ada banyak misionaris yang berkorban datang ke Indonesia memberitakan Injil. Ini adalah hasil kesetiaan para pahlawan iman yang meskipun tidak melihat buahnya saat itu tetapi mereka tetap berjuang dan berkorban.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;John Huss dan Polikarpus ketika menjalani penderitaan mereka akibat membela nama Yesus mungkin saat itu tidak melihat buahnya, tetapi mereka tetap setia melakukannya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? apakah kita pun setia meskipun tidak terlihat hasilnya atau buahnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan Yesus adalah pahlawan kita yang sejati. Ia pahlawan dari segala pahlawan yang ada di dalam sepanjang sejarah hidup manusia. IA MENEBUS DOSA KITA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;APA RESPON KITA AKAN KASIHNYA SELAIN DARIPADA HIDUP KITA MEMULIAKAN NAMANYA? MAUKAH ENGKAU MENERUSKAN PERJUANGAN PARA PAHLAWAN IMAN? MAUKAH ENGKAU MELAKUKANNYA DENGAN SETIA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-5390333845109576880?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/5390333845109576880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=5390333845109576880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/5390333845109576880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/5390333845109576880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/07/pahlawan-iman.html' title='Pahlawan Iman'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SI5pICy_9cI/AAAAAAAAAAw/7NKKY0453tk/s72-c/Jesus_large.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-4701089063486208206</id><published>2008-06-20T22:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T22:27:14.677-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmat'/><title type='text'>The Call</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Panggilan adalah kebenaran bahwa Allah memanggil kita bagi diri-Nya sendiri dengan cara yang sedemikian menentukan sehingga segenap diri kita, segenap hal yang kita lakukan, dan segenap milik kita dipenuhi dengan devosi, dinamisme, dan arah yang khusus yang dijalankan sebagai satu tanggapan terhadap seruan-Nya dan sebagai pelayanan bagi-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;OS GUINNESS&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;The Call&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-4701089063486208206?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/4701089063486208206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=4701089063486208206&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4701089063486208206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4701089063486208206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/06/call.html' title='The Call'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-7397113890563257551</id><published>2008-06-17T17:49:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T18:06:43.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Petrus dan Yudas--murid sejati dan gadungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SFhdBtxa15I/AAAAAAAAAAo/CGH6UrxnRv4/s1600-h/Leonardo_da_Vinci_Judas_Iscariot_and_the_Apostle_Peter_300.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213018852729477010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SFhdBtxa15I/AAAAAAAAAAo/CGH6UrxnRv4/s320/Leonardo_da_Vinci_Judas_Iscariot_and_the_Apostle_Peter_300.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Petrus dan Yudas adalah sama-sama murid Tuhan Yesus. Tetapi salah satu dari mereka adalah murid Yesus yang sejati dan yang satunya lagi hanyalah murid Yesus gadungan/palsu. Tentu kalian tahu yang mana yang sejati dan yang mana yang gadungan. Tetapi pertanyaannya sekarang, apakah saudara2 tahu, saudara2 murid yang bagaimana, murid Yesus yang sejatikah, atau jangan2 gadungan?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang profesor yang sangat pintar sekali dan sudah seringkali memberikan ceramah di berbagai universitas terkenal. Profesor ini pergi kemana-mana dengan seorang supirnya yang setia dan selalu mendengarkan ceramah dari profesor ini. Suatu ketika, profesor ini begitu sibuk dan lelah karena ceramah yang banyak itu. Terpikirlah oleh profesor ini untuk mendandani supirnya menggantikan dia berbicara di sebuah universitas agar dia bisa sejenak beristirahat. Karena supir ini sering mendengar ceramah profesor ini yang sama maka supir inipun memberanikan diri dan memang tidak bisa menolak profesor ini, takut dipecat! Supir ini sudah didandani dengan keren layaknya seorang profesor dan tibalah mereka di sebuah universitas. Dengan gagahnya supir dan profesor ini masuk ke dalam dan supir ini pun memberikan ceramah persis seperti yang disampaikan oleh sang profesor. Semua orang bertepuk tangan setelah supir ini menyampaikan ceramahnya. Ternyata waktu itu ada sesi tanya jawab dan seorang mahasiswa mengajukan sebuah pertanyaan yang sulit sekali bagi supir ini untuk menjawabnya. Tetapi supir ini tidak kehabisan akal. Supir ini menjawab, “bagus sekali pertanyaan saudara. Tetapi pertanyaan ini terlalu mudah bagi saya. Bahkan supir saya yang duduk di belakang itu saja bisa menjawabnya. Tolong supirku, jawab pertanyaan yang mudah ini kamu pasti bisa!” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang mengaku sebagai murid Kristus yang sejati. Dari tampak luar mereka dengan rajinnya dan salehnya melakukan kegiatan-kegiatan rohani. Setiap minggu ke gereja, mengikuti kegiatan gereja, memiliki banyak teman di gereja, yang pada intinya mereka berkecimpung di dalam komunitas kristiani, bahkan ada orang yang mengaku murid Kristus yang sejati karena sejak lahir sudah dibawa ke gereja oleh orang tuanya (orang-orang Papua sangat yakin akan hal ini. Mereka menyangka dengan status mereka sebagai orang Kristen sejak kakek nenek mereka, mereka ke gereja setiap minggu sudah menjamin bahwa mereka adalah anak Tuhan. Tetapi justru kehidupan di Papua kehidupan yang rusak, HIV AIDS paling besar di sana, orang mabuk ada di mana-mana, percaya kepada tahayul2. Berada di komunitas Kristen tidak menjamin seseorang sudah menjadi anak Tuhan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang salah satu ciri seorang murid Kristus yang sejati adalah ia berada di tengah komunitas kristiani, ia tidak berdiri di jalan orang berdosa dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm. 1:1), tetapi ada juga orang-orang yang mengaku-ngaku murid Yesus berada di dalam kumpulan anak Tuhan. Yohanes berkata benar di dalam 1 Yohanes 2:19, “&lt;em&gt;Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita&lt;/em&gt;.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang terjadi di dalam kehidupan Petrus dan Yudas. Selama ± 3 tahun mereka berada di sebuah komunitas yang teragung sepanjang sejarah manusia yaitu komunitas bersama-sama Tuhan Yesus. Ini sebuah kesempatan yang sangat istimewa berada di bawah bimbingan dan ajaran Tuhan Yesus. Mereka mendengar Tuhan Yesus mengajar dan berkhotbah, menyaksikan mujizat yang Tuhan Yesus lakukan, melayani orang banyak bersama dengan Tuhan Yesus, dan banyak hal lagi yang bisa mereka saksikan dan alami seperti yang Rasul Yohanes katakan di dalam 1 Yohanes 1:1, “&lt;em&gt;Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman Hidup . . &lt;/em&gt;.”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di dalam kehidupan akhir dari kedua orang ini kita melihat sebuah perbedaan yang kontras sekali terjadi. Petrus melayani Tuhan memberikan seluruh hidupnya sampai mati untuk pekerjaan Tuhan, sedangkan Yudas memilih dengan kehendaknya sendiri mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di sebuah pohon.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebenarnya yang membedakan kedua sosok ini sehingga yang satu memiliki hidup yang berarti sebagai murid Kristus yang sejati, sedangkan yang satunya lagi hidupnya adalah kesia-siaan belaka sebagai murid Kristus yang gadungan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita baca Yohanes 13:5-11, 21-30 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 hal yang mendasari apakah kita adalah murid yang sejati atau gadungan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. DiPilih oleh Allah (lahir baru)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Petrus adalah orang yang dipilih Allah untuk masuk ke dalam komunitas-Nya yang baru sedangkan Yudas tidak (13:18). Petrus mengalami apa yang namanya lahir baru sedangkan Yudas tidak pernah lahir baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Apa jaminan bahwa Tuhan memilih seseorang untuk diselamatkan? Perkataan-Nya yang ya dan amin! Ia akan menepati setiap perkataan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perkataan yang Tuhan Yesus sampaikan malam sebelum Ia disalib itu adalah bahwa murid-murid-Nya sudah “bersih,” hanya tidak semua “bersih.” Apa artinya perkataan Tuhan ini? Artinya adalah Iman mereka sudah dijamin dan akan dipelihara selama-lamanya oleh Tuhan Yesus. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika Tuhan Yesus membasuh kaki murid-muridnya malam sebelum Ia disalib, sampailah Ia kepada kaki terakhir yaitu Simon Petrus. Pembasuhan kaki Yesus menunjukkan 2 hal:&lt;br /&gt;a. Memberikan teladan akan kerendahan hati seorang pemimpin (13:15).&lt;br /&gt;b. Memberikan jaminan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka akan dibersihkan dari dosa mereka dan menjadi milik Allah. Mereka tidak akan terhilang meskipun kalau kita lihat pada saat disalib, iman mereka goncang dan mereka melarikan diri semua, tetapi ada pemeliharaan tangan Tuhan atas iman mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nah, poin kedua ini sebenarnya tidak dipahami Petrus. Petrus tidak tega melihat Yesus membasuh kakinya yang kotor itu (Petrus hanya melihat secara lahiriah). Tetapi Tuhan menegaskan kepadanya bahwa basuh kaki ini menjadi lambang kesatuan dengan Dia (secara rohani; 13:8b, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku”). Mendengar hal itu, Petrus langsung spontan menginginkan seluruh tubuhnya dibasuh karena pikirannya adalah bukankah akan lebih maknyus/tokcer/mantap kalau semuanya saja? (lahiriah lagi karena Petrus selalu ingin lebih daripada teman-temannya). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka Tuhan Yesus menjelaskan secara lahiriah juga tanpa meninggalkan makna rohaninya (Pintar!). Tuhan menjelaskan dengan bahasa sehari-hari di mana kalo sudah mandi, maka semua sudah bersih kecuali kaki, karena kaki orang pada zaman itu hanya memakai kasut yang terbuka (tidak seperti sepatu sekarang) sehingga ada banyak debu dan kotoran yang selalu mampir ke kaki mereka. Tetapi Ia kembali lagi kepada maksudnya bahwa kamu sudah bersih, hanya tidak semua. Artinya, ada 2 pengertian:&lt;br /&gt;- Kamu sudah bersih tetapi hanya kaki yang masih kotor karena itu saya bersihkan (lahiriah).&lt;br /&gt;- Kamu sudah dijamin keselamatannya oleh Aku (rohani) tetapi tidak semua—mengacu kepada Yudas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memilih dan menjamin iman mereka akan tetap di dalam-Nya berdasarkan kasih dan rencana-Nya. Pilihan Tuhan tidak berdasarkan apakah Petrus dan murid-murid yang lain lebih baik daripada Yudas. Kita tidak tahu mengapa kita dipilih Tuhan, tetapi kita bisa tahu Bagaimana kita dipilih Tuhan? Melalui apa? apa jaminannya? perkataan-Nya/firman-Nya yang ya dan amin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Firman Tuhan katakan, “setiap orang yang mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati, maka akan diselamatkan.” Apakah engkau pernah mengambil komitmen untuk melakukan hal demikian? Kalau ya, maka Roh Kudus sudah bekerja di dalam hatimu dan membuatmu mengenal-Nya dan percaya kepada-Nya. Percayalah bahwa engaku dipilih oleh Tuhan menjadi anak-anak-Nya. Tetapi kau pun harus buktikan bahwa kau memang adalah orang yang dipilih Tuhan dengan menjadi murid yang sejati di dalam perkataan, perbuatan, dan tingkah lakumu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid yang sejati akan rindu bertumbuh di dalam pengenalan firman Tuhan! Seorang murid yang sejati akan rindu melayani Tuhannya! Seorang murid yang sejati akan rindu untuk hidup menjaga kekudusan, berjuang meninggalkan dosanya! Apakah engkau murid Yesus yang sejati? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;pertanyaannya sekarang adalah, apakah Tuhan tidak adil dengan memilih Petrus dan tidak memilih Yudas?  TIDAK!  Memang Tuhan memilih seturut kehendak-Nya, tetapi Yudas memilih jalannya dengan kehendaknya sendiri, bukan Tuhan yang menjerumuskan dia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kehendak manusia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Injil Yudas yang menghebohkan beberapa waktu lalu, Yudas digambarkan sebagai seseorang pahlawan yang berjasa karena pengorbanannya sehingga misi Tuhan Yesus dapat terlaksana. Tanpa dirinya maka Yesus tidak akan disalib. Benarkah demikian? TIDAK! Yudas melakukan semuanya itu karena kehendaknya sendiri. Ia sudah menjual Tuhan Yesus hanya karena ketamakannya kepada uang. Setelah Yudas dirasuk oleh roh jahat maka Tuhan berkata kepada Yudas, “&lt;em&gt;Apa yang hendak kau perbuat, perbuatlah dengan segera&lt;/em&gt;. (ay. 27)” manusia memiliki kehendaknya sendiri untuk melakukan dosa. Yakobus 1:14-15 berkata, “&lt;em&gt;tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut&lt;/em&gt;.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan Tuhan kalau kau kecanduan drugs, rokok, pornografi, judi dan semua sekarang atau nantinya akan menyengsarakanmu. Itu semua karena engkau yang memilihnya sendiri dan menikmatinya di dalam dosamu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekarang belum ada kata terlambat. Kalau firman Tuhan hari ini berbicara secara pribadi di dalam hatimu, membuat hatimu menyesal dan malu akan segala dosamu, maka Tuhan ingin membuat perubahan di dalam dirimu. Bukan hanya menolongmu keluar dari masalahmu atau menolongmu kuat menghadapi masalahmu, melainkan menyambut engkau di dalam komunitas-Nya yang baru. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid yang sejati adalah yang kehendaknya dikuduskan oleh Tuhan dan dengan rendah hati kehendaknya diletakkan di bawah kaki Tuhan. Sedangkan murid yang gadungan, akan senantiasa menuruti keinginan hatinya dan melawan kehendak Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maukah engkau menanggalkan kehendakmu dan membiarkan Tuhan menguduskan kehendakmu sehingga bukan dosa lagi yang kau ingin lakukan, melainkan melakukan kehendak Tuhan? Seperti yang Petrus lakukan semasa hidupnya, ia melayani dan mengikuti Tuhan seumur hidupnya. Kalau engkau mau, maka engkau adalah murid yang sejati, bukan gadungan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;khotbah disampaikan di komisi Pemuda GKKB jemaat Pontianak&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-7397113890563257551?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/7397113890563257551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=7397113890563257551&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/7397113890563257551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/7397113890563257551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/06/petrus-dan-yudas-murid-sejati-dan.html' title='Petrus dan Yudas--murid sejati dan gadungan'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_XeMueiFoBB0/SFhdBtxa15I/AAAAAAAAAAo/CGH6UrxnRv4/s72-c/Leonardo_da_Vinci_Judas_Iscariot_and_the_Apostle_Peter_300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-7001628772017680513</id><published>2008-06-08T02:29:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T02:44:56.319-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Goretan hidup'/><title type='text'>Berada di Borneo Barat.</title><content type='html'>Borneo Barat (Kal-Bar) tepatnya di kota Pontianak baru saja saya jajaki selama 3 minggu.  tepatnya saya berada di sebuah gereja Tiong Hua bernama GKKB (gereja Kristen Kalimantan Barat), sebuah gereja Injili yang besar dalam kuantitas, memiliki sekolah Imanuel yang besar pula kuantitas muridnya, memiliki panti jompo dan panti asuhan yang baru mulai berkarya, dan pelayanan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Tuhan di tempat ini begitu besar bagi saya karena di dalam gereja sendiri, ada begitu banyak anak Tuhan yang perlu dibimbing dan dibina, sedangkan di luar sana ada banyak orang yang begitu "kuning" padinya dan siap untuk dituai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri merasa sulit beradaptasi karena:&lt;br /&gt;1. Bahasa.  Bahasa yang sangat umum di kota Pontianak adalah Tiociu sedangkan di daerah kampung sekitar Pontianak berbahasa Hakka.  Sedangkan saya?  hanya bisa berbahasa Indonesia dan Hokkian "tam po-tam po." &lt;br /&gt;2. Kultur. di sini sangat Chinese sekali kulturnya, sedangkan saya sudah bercampur aduk antara Chinese, Betawi, Jawa, Sunda, sedikit Papua....:d&lt;br /&gt;3.  reposisi.  penggantian pembina di gereja dari seorang pendeta kepada saya mengharuskan saya ekstra keras beradaptasi dengan cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Tuhan terus membuat saya mau belajar dan diajar!  Ingat saya dalam doamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro Christus&lt;br /&gt;KG&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-7001628772017680513?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/7001628772017680513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=7001628772017680513&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/7001628772017680513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/7001628772017680513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/06/berada-di-borneo-barat.html' title='Berada di Borneo Barat.'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-186241243301765031</id><published>2008-05-10T22:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-10T22:23:32.792-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkitab Matter'/><title type='text'>KANON (7)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KESIMPULAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1.      Allah yang menginspirasikan, Allah juga yang menguasai, membimbing, melengkapi umat-Nya untuk mengenali karya khusus-Nya itu.  Allah yang memperkenalkan karya-Nya, Allah juga yang memelihara karya-Nya melalui umat-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.      Allah juga yang pada waktunya, melalui proses yang bertahap untuk merangsang pengenalan, pengumpulan dan pengkonformasian keseluruhan kanon itu secara utuh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.      Dalam semuanya ini perlu diperhatikan bahwa yang menjadikan suatu kitab atau tulisan atau surat bersifat kanonikal bukanlah manusia, umat Allah, bapa-bapa gereja ataupun konsili-konsili gerejawi, melainkan inspirasi Allah yang ditetapkan dan dilakukan-Nya—sebagai ciri kanon—dapat dikenali oleh umat Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4.      Semenjak kanon Alkitab dikonformasikan, Alkitab sudah lengkap dan tidak mengalami penambahan tulisan/sisipan apapun lagi.  Allah dapat dan berhak untuk membuat manusia menemukan apa yang sudah diinspirasikan-Nya, namun sampai sekarang belum ditemukan.  Ia juga berhak dan dapat—kalau mau—menginspirasikan kitab/tulisan yang lain untuk ditambahkan pada kanon yang sudah ada sekarang.  Tetapi:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a.      Kita tidak boleh lupa bahwa Allah pun berhak dan dapat menilai serta menutup kanon seperti yang sudah ada sekarang, karena itu sudah direncanakan dan dinilai cukup bagi manusia untuk mengenal jalan keselamatan dan hal-hal lain berkenaan dengan keselamatannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;b.      Sampai saat ini kita sudah melihat bahwa melalui sejarah, kanon Alkitab sudah selesai, lengkap dan tertutup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;c.       Bahkan dalam Alkitab sendiri ada petunjuk tentang hal ini:&lt;br /&gt;v  Sejak nabi terakhir Maleakhi, tradisi Yahudi mengenal “silent years” selama 400 tahun.  Maksudnya, selama itu tidak ada wahyu yang diberikan, termasuk inspirasi; sejak itu kanon PL sudah ditutup.&lt;br /&gt;v  Dalam Wahyu 22:18-19 ada peringatan yang dilontarkan bagi barangsiapa yang mengurangi atau menambahkan apa yang sudah tertulis.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;d.      Di atas semua itu kita sudah memegang prinsip/kepercayaan bahwa seluruh proses kanonisasi berada di bawah control Roh Kudus, sehingga segala kekeliruan atau kelalaian berupa terlewatnya satu atau lebih kitab/surat, di rasa tidak masuk akal.  Kalaupun ada perbantahan, akhirnya kita melihat penyelesaian yang di luar batas pengertian manusiawi semata (perhatikan kasus kitab Ester, surat Yudas, 2 Petrus, dan lain-lain).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;e.      Jikalau terjadi penambahan atau pengurangan dari/terhadap kanon yang sudah ada sekarang, maka ini dapat menimbulkan akibat:&lt;br /&gt;Ø  Kegoncangan terhadap standar iman, karena belum lengkap atau ada yang dianggap tidak relevan sehingga dikurangi.&lt;br /&gt;Ø  Kegoncangan dalam hal doktrin keselamatan dan keselamatan itu sendiri, karena apa yang sudah tertulis, yang merupakan kesaksian tentang keselamatan di dalam Kristus, ternyata belum sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-186241243301765031?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/186241243301765031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=186241243301765031&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/186241243301765031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/186241243301765031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/05/kanon-7.html' title='KANON (7)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8510213222500583881</id><published>2008-05-04T09:56:00.001-07:00</published><updated>2008-05-04T09:56:56.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkitab Matter'/><title type='text'>KANON (6)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;BEBERAPA ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN?:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1.      Pembaca modern adalah fihak yang hidup sejauh ± 2000 tahun dari kejadian yang sebenarnya.  Masalahnya kita tidak memiliki fakta-fakta yang lengkap untuk setiap kejadian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.      Kita seharusnya menyakini bahwa para saksi mata (penulis-penulis Alkitab) adalah pribadi-pribadi yang dapat dipercaya.  Mereka telah melaporkan apa yang mereka lihat, saksikan sebagaimana adanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.      Kita harus percaya bahwa untuk setiap pertanyaan/problem terdapat jawaban/penjelasan yang memadai.  Bahkan, hal-hal yang kelihatannya seperti berkontradiksi akan memiliki jawaban dari dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-8510213222500583881?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/8510213222500583881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=8510213222500583881&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8510213222500583881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8510213222500583881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/05/kanon-6.html' title='KANON (6)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-179647602282437367</id><published>2008-04-29T10:24:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T10:30:18.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkitab Matter'/><title type='text'>KANON (5)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Perjanjian Baru&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Situasi sebelum terjadinya kanonisasi PB:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a. Bertumbuhnya suatu penghormatan dan penghargaan terhadap tulisan para rasul yang dipelihara dan dianggap bernilai. Sebelumnya hanya PL dan perkataan Yesus yang tertulis yang dianggap berotoritas, sedangkan yang lain hanya sebagai tulisan suci. Sekali lagi di sini nyata penguasaan dan pengarahan Roh Kudus atas umat-Nya untuk mengenali inspirasi-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;b. Bertumbuhnya gereja menimbulkan kebutuhan adanya standar iman dan perbuatan yang lengkap, atau dengan kata lain, kebutuhan teologi dan etika. Bagaimanakah cara gereja memecahkan suatu persoalan teologis dan praktis? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;c. Waktu itu biasanya kepada jemaat dibacakan surat dari para rasul yang disampaikan kepada mereka secara bergilir (1Tes. 5:27; Kol. 4:16). Sampai di sini mereka menemukan sedikit permasalahan, karena kutipan-kutipan yang dibuat oleh bapa-bapa gereja untuk mendukung penjelasan mereka dalam menangani kasus ternyata ada yang merupakan campuran kitab kanon dan Apokrifa (mis. Tatian dalam “Diatessaron” dan Justin Martir dalam “Memoris”). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;d. Timbulnya ketidaksamaan sikap penerimaan terhadap tulisan-tulisan apostolic oleh beberapa bapa gereja, misalnya:&lt;br /&gt;Ø Teofilus dari Antiokhia mengutip dari kitab Markus dan Yohanes dengan catatan sebagai yang dibawa oleh Roh (Spirit Bearers). Tetapi waktu mengutip dari surat-surat Paulus, ia tidak menunjukkan sikap sebagai seorang pengutip yang mengutip dari tulisan kudus.&lt;br /&gt;Ø Tatian dalam mempersiapkan “harmoni dari Injil-Injil”-nya, “The Diatessaron” (ca. 170) hanya memasukkan ke-4 injil dan kemudian juga menerima pengaruh surat-surat Paulus. Tetapi kemudian Jerome menolak beberapa kitab/surat Paulus. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;e. Timbulnya bidat-bidat:&lt;br /&gt;ü Pada 140 AD, Marcion mengajarkan suatu ajaran tentang perbedaan Allah PL dan PB. Ia menolak PL dan dalam kanonnya ia hanya mengakui beberapa kitab tertentu sebagai firman Allah (mis. Hanya injil Lukas).&lt;br /&gt;ü Efek dari konflik dengan gnostisisme. Gnostisisme yang mulai berkembang sejak abad kedua merasa perlu memiliki literature yang kudus dan mereka menolak PL. Mereka menciptakan kitab-kitab Injil yang baru untuk menjadi dasar bagi doktrin, pengajaran, dan kepercayaan mereka, misalnya injil Petrus, injil Tomas, injil Filipus, Injil kebenaran, dan lain-lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;f. Rangsangan misi&lt;br /&gt;Injil sudah mulai tersebar ke mana-mana sehingga dibutuhkan Kitab Suci bagi umat percaya dari suku dan bahasa yang berbeda. Untuk itu perlu dilakukan penerjemahan Kitab Suci, dan dengan demikian perlu dikenali dan disusun suatu kanon yang sah dan lengkap.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua ini merupakan suatu situasi atau rangsangan yang secara tidak langsung menimbulkan suatu kebutuhan untuk mengumpulkan dan menyatukan kitab-kitab kanonikal dan mengkonfrontasikannya sebagai kanon Alkitab yang menjadi dasar dan standar iman kepercayaan dan perbuatan umat Kristen. Kendati demikian, di balik semua itu, sebenarnya peranan Roh Kuduslah yang telah mengarahkan dan mewujudkan kebutuhan kanonisasi kitab-kitab yang diinspirasikan Allah pada umat-Nya itu. Dengan demikian timbulnya kanon Alkitab sama sekali bukan karena keinginan dan situasi yang bersifat manusiawi, melainkan berasal dari ketetapan dan rencana Allah Tritunggal yang sempurna di dalam dan melalui sejarah manusia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Proses kanonisasi&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara singkat proses kanonisasi berlangsung melalui beberapa tahap: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a. Selecting Procedure, dilakukan oleh para rasul atau di antara para rasul/penulis kitab kanonikal itu sendiri.&lt;br /&gt;v Yohanes 20:30 Ia menyeleksi apa yang ditulisnya.&lt;br /&gt;v Lukas 1:1-4 Menunjukkan ada banyak tulisan/sumber lain, sebelum Lukas menyelidiki dan menyeleksinya untuk menyusun tulisannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;b. Reading Procedure. Ciri kitab kanon adalah adanya suatu perintah untuk membacakannya berulang kali di gereja atau perkumpulan umat percaya. Ini menunjukkan adanya otoritas dalam tulisan itu yang melalui proses pembacaan dapat dikenali (1Tes. 5:27; Why. 1:3). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;c. Circulating Procedure. Tulisan-tulisan yang dibacakan sebagai suatu karya tulis yang berotoritas di hadapan gereja-gereja itu diedarkan dan dikumpulkan oleh gereja-gereja (Why. 1:11; yang diedarkan di sekitar gereja-gereja di Asia kecil). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;d. Collecting Procedure. Prosedur ketiga (Circulating) akan membawa pada suatu kebiasaan/tindakan untuk mengumpulkan tulisan-tulisan profetik dan apostolik itu. Misalnya, pada waktu surat 2 Petrus ditulis (66 AD), surat-surat Paulus sudah dipandang sebagai kanon dan sudah dikumpulkan (2Ptr. 3:15-16). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;e. Quatation Procedure. Ketika Yudas dalam suratnya mengutip dari surat Petrus (Yud. 17-18; 2Ptr. 3:3), ia bukan hanya menerima tulisan Petrus sebagai karangan/tulisan biasa, melainkan sebagai suatu tulisan yang berotoritas, yaitu yang bersifat kanon. Begitu juga ketika Paulus mengutip tulisan Lukas (Luk. 10:7) dalam suratnya kepada Timotius (1Tim. 5:18). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;f. Pengakuan oleh para tokoh gereja dan konsili-konsili:&lt;br /&gt;· Antar abad 3-4 AD sebenarnya sudah ada tokoh/bapa gereja yang menerima dan menyusun tulisan/kitab yang sudah melalui prosedur di atas secara utuh, seperti yang kita miliki sekarang.&lt;br /&gt;· Berdekatan dengan waktu itu juga susunan kanon itu dikonformasikan melalui konsili-konsili gerejawi, misalnya: Nicea (325-340), Hippo (393), dan Kartago (397 dan 419).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;Geisler dan Nix, General Introduction 184-186. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-179647602282437367?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/179647602282437367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=179647602282437367&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/179647602282437367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/179647602282437367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/04/kanon-5.html' title='KANON (5)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8513710901048888332</id><published>2008-04-17T09:56:00.000-07:00</published><updated>2008-04-17T10:01:20.643-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkitab Matter'/><title type='text'>KANON (4)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PROSEDUR KANONISASI KITAB-KITAB KANON PL DAN PB &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal pengumpulan dan pemeliharaan kitab-kitab kanonikal oleh umat Allah merupakan bagian dari langkah kanonisasi. Berbeda dengan hal pengumpulan tulisan-tulisan agamawi lainnya, proses kanonisasi Nampak berjalan wajar bahkan agak “tersendat,” karena keragu-raguan yang timbul pada beberapa orang, seperti yang sudah dibahas di atas. Pengumpulan dilakukan/terjadi secara bertahap di mana kitab-kitab kanonikal itu ditambahkan pada kumpulan kitab kanonikal yang terdahulu yang sudah dikenali, sampai akhirnya lengkaplah seluruh kanon Alkitab. Melalui semuanya itu tampaklah adanya campur tangan yang tidak terlihat oleh mata lahiriah dari Sang Pemberi inspirasi. Untuk itu pada bagian terakhir ini kita akan membahas mengenai prosedur kanonisasi secara ringkas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perjanjian Lama&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kanonisasi PL dilakukan melalui beberapa orang yang memegang peranan penting di tengah bangsa Israel bersama dengan umat Allah secara global. Mereka inilah yang mempunyai role penting dalam hal kanonisasi PL, di antaranya adalah: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;o Para nabi Allah (mis. 2Raj. 22:14-16). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;o Para raja bersama dengan rakyat Yahudi (2Raj. 23:2-3); Klerus bersama dengan umat Allah (Neh. 10:28-29). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;o Ezra, sebagai ahli Taurat, merupakan orang terakhir yang diperkirakan mengumpulkan semua kitab kanonikal PL dan menyatukannya (Ez. 7:6, 10, 14). Ini terjadi kira-kira abad 5 BC, yaitu pada masa Arthasasta I (465-424 BC). Pada waktu itu Hagai dan Zakharia yang mencatat tahun pelayanan mereka, dan juga Maleakhi (yang walau tidak jelas tahun pelayanannya, namun besar kemungkinan hidup dan menulis kitabnya ± 450 BC); mereka merupakan penulis kitab kanonikal terakhir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Data pengakuan terhadap kanon PL terpagi didapati dalam:&lt;br /&gt;1. Fakta penerjamahan PL ke dalam bahasa Yunani di Aleksandria yang dilakukan atas perintah Ptolemy Philadelpus (285-247 BC). Penerjemahan ini dilakukan oleh 72 orang Yahudi selama 70 hari, sehingga dikenal dengan sebuatan LXX (Septuaginta). Fakta ini mengindikasikan bahwa waktu itu (sekitar abad 3 BC) PL telah berakhir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Kesaksian Yesus bin Sirakh (± 170 BC) dalam karangannya yang terkenal, The Ecclus, menunjukkan bahwa ia sudah mengenal seluruh PL dan menghormatinya sebagai tulisan suci dan berotoritas dari para nabi yang mendapat inspirasi Roh Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3. Philo (13 BC- 50 AD), sejarawan dan filsuf Yahudi yang walaupun tidak menerima inspirasi Allah (yang khusus atas orang tertentu), tetapi kutipan-kutipan yang dibuatnya (dari kitab Taurat) menunjukkan bahwa ia amat menghormati kitab itu sebagai sumber hikmat. Ia tidak pernah mengutip dari kitab-kitab Apokrifa yang waktu itu banyak didapati. Hal ini jelas memperlihatkan adanya suatu pengenalan akan otoritas yang berbeda dalam PL. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4. Catatan yang ditemukan dan ditulis oleh bapa-bapa gereja beberapa waktu kemudian menunjukkan sudah terjadinya kanon PL (walaupun ada satu atau dua kitab yang “diragukan” misalnya Ester, Ratapan). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Kanon PL secara lengkap dinyatakan sah dan diterima ketika Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya menerima dan mengenali kitab kanon PL itu (Luk. 24:44-45; Gal. 3:6-13; 2Kor. 6:16-17; Rm. 14:11; 1Ptr. 1:24-25; Kis. 4:25-26). Juga Yohanes dalam kitab Wahyu yang ditulisnya banyak mengutip PL dan menyatakan bahwa semua itu akan digenapi. Jadi kanon PL bukan hasil penurunan tradisi baik dari/oleh umat Yahudi maupun oleh para bapa gereja (Origen, Athanasius, Jerome). &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-8513710901048888332?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/8513710901048888332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=8513710901048888332&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8513710901048888332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8513710901048888332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/04/kanon-4.html' title='KANON (4)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-6850657905428547814</id><published>2008-04-14T10:05:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T10:07:23.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkitab Matter'/><title type='text'>KANON (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KRITERIA PENGUJIAN&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu mengenali suatu kitab sebagai tulisan yang kanonikal berarti mengenali asal usul kitab yang bersangkutan secara ketat sebagai kitab yang berotoritas, yang diinspirasikan.  Untuk itu ada beberapa cirri yang perlu diperhatikan di dalam mengenali kitab-kitab kanonikal tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan Secara Negatif (Negative Approach)&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.      Kriteria pertama adalah bukan karena sebuah kitab berusia tua (kuno) yang dikenali sebagai kanon.  Pada waktu itu terdapat cukup banyak kitab kuno, bahkan lebih kuno dari kanon yang ada, tetapi tidak termasuk kanon, seperti misalnya kitab “peperangan Tuhan” (Bil. 21:14), Kitab Orang Jujur (Kitab Yasar, Yos. 10:13).  Selain itu ada kitab-kitab yang ternyata usianya tidak terlalu tua, tetapi justru termasuk kanon, seperti misalnya tulisan Musa yang ditulis ketika ia masih hidup, sudah diterima dan diakui sebagai kanon (Ul. 31:24-26).  Daniel, seorang nabi yang sezaman dengan Yeremia, mengakui tulisan Yeremia sebagai tulisan yang berotoritas atau kanonikal (bdk. Dan. 9:2).  Jadi usia kitab tidak menentukan dan tidak menjadi factor pengenal yang baik/tepat atas kitab kanonikal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.      Kriteria berikutnya bukan karena sebuah kitab yang berbahasa Ibrani yang dikenali sebagai kanon.  Seperti halnya argument di atas, ada kitab/tulisan yang lain yang juga berbahasa Ibrani, tetapi tidak termasuk kanon, misalnya kitab-kitab Ecclesiasticus dan Apokrifa.  Sebaliknya, justru ada bagian kitab PL yang tidak menggunakan bahasa Ibrani, melainkan Aramaik, tetapi termasuk kanon (Dan. 2:4b-7:28; Ez. 4:8-6:18; 7:12-26).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.      Kriteria selanjutnya yang dikatakan “tidak bertentangan dengan hokum Taurat” juga tidak merupakan penguji yang akurat.  Hal ini dikarenakan pada umumnya orang-orang Yahudi yang saleh bila menulis kitab-kitab, khususnya yang bersifat religious, selalu bersesuaian dengan kitab Taurat, yang dihormati dan dijunjung tinggi oleh kaum Yahudi sebagai standar utama dari semua doktrin dan pengajaran serta kehidupan etis mereka (lih. Mis. Talmud dan Midrash; karangan Iddo, pelihat raja; 2Taw. 12:15).&lt;br /&gt;Untuk kanon PB, criteria “yang dikarang oleh Paulus” juga tidak berarti semua surat/tulisan Paulus termasuk kanon, karena ternyata ada surat-surat Paulus yang tidak termasuk kanon (surat Laodikia, Kol. 4:16; surat Korintus yang hilang [1Kor. 5:9]).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4.      Kriteria “yang bernilai dan bersifat religious” juga tidak merupakan penguji yang tepat.  Hal ini pun tidak dapat dijadikan patokan karena pada waktu itu (zaman Alkitab) ternyata sudah ada literature agama yang tidak sedikit, namun tidak termasuk kanon karena umat Allah tidak mengenali adanya otoritas di dalamnya (misalnya, kitab-kitab Apokrifa dan Ecclesiasticus; bdk. Yohanes dan Lukas yang menyaksikan adanya literature agama pada zaman mereka; Yoh. 21:25; Luk. 1:1-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan secara positif:&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.      Kriteria yang benar yang perlu dijadikan ukuran adalah: Apakah kitab/tulisan tersebut berotoritas ilahi? &lt;br /&gt;Apakah yang dikatakan dalam kitab itu mempunyai bobot otoritas Allah?  (bandingkan kutipan Yesus atas Yesaya dalam Markus 1:22; orang-orang yang mendengar, melihat dan mengenali adanya otoritas di dalam perkataan/pembacaan Tuhan Yesus atas bagian PL itu.)  Kitab Kanonikal memiliki penunjuk diri yang jelas dan biasanya ada dalam bentuk pengkalimatan: “Maka berfirmanlah Allah . . .; Maka Allah berkata kepada . . .; Firman Allah pun sampai kepada . . .”&lt;br /&gt;Paulus dengan tegas dan berani mengklaim bahwa tulisannya bukanlah karena keinginan/maksud manusia, melainkan karena Yesus.  Ia menekankan otoritas yang ada di dalam tulisannya itu (Gal. 1:1, 12).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2.      Kriteria benar berikutnya adalah: Apakah kitab itu bersifat prophetic/apostolic? &lt;br /&gt;Firman yang diinspirasikan Allah dalam Roh-Nya terjadi melalui orang-orang pilihan Allah yang sudah dipersiapkan-Nya.  Tidak sembarang orang/umat yang menuliskan wahyu khusus Allah itu (2Ptr. 1:20-21; Ibr. 1:1).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;·         Tulisan yang kemudian juga diajarkan oleh rasul&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Palsu ditolak oleh otoritas rasuli Paulus (Gal. 1:6-7; 2:4).&lt;br /&gt;·         Kadang Alkitab memang mencatat ucapan, kritikan, nubuat yang dikeluarkan oleh orang yang diragukan kenabiannya, atau bahkan dari luar umat Allah, misalnya nubuat Bileam (Bil. 24:17); kutipan dari orang kafir atau sasta Yunani (Yoh. 11:49-50; Kis. 17:28; 1Kor. 15:33; Tit. 1:12).  Untuk ini perlu dipahami bahwa semua itu tetap dicatat oleh para penulis ke dalam kanon, dan ini tentunya terjadi di bawah control Roh Kudus serta dapat dipertanggungjawabkan argumentasinya.&lt;br /&gt;·         Tulisan asli dari men of God itulah yang diterima, jika tidak, maka ditolak.  Misalnya, dalam 2 Tesalonika 2:2-3, ada tulisan yang seolah-olah ditulis men of God, tetapi ternyata bukan.  Tulisan Koheleth tentang riwayat Salomo yang juga ditolak.  Di sini kita dapat melihat bahwa Roh yang menginspirasikan adalah juga Roh yang menolong umat Allah untuk mengenali karya asli dari men of God yang mendapat inspirasi, sehingga manipulasi dan kekeliruan yang mungkin dibuat manusia dapat terhindarkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;3.      Kriteria benar selanjutnya mengacu ukuran: Apakah kitab itu otentik/orisinil?&lt;br /&gt;Pertanyaannya di sini adalah: Apakah kitab itu mengatakan hal yang benar tentang Allah, manusia dan lain-lain, sehingga terdapat persesuaian atau keselrasan dengan kanon yang terdahulu?  Kuncinya adalah sebuah kitab tidak boleh memiliki kontradiksi dengan kebenaran yang standar secara keseluruhan.  Itulah sebabnya kita lihat misalnya:&lt;br /&gt;§  Kisah Para Rasul 17:11, orang Kristen Berea menguji penalaran Paulus apakah memang itu sesuai dengan kitab suci (PL) yang waktu itu sudah mereka miliki.&lt;br /&gt;§  Penolakan terhadap kitab Apokrifa karena ada hal yang kurang logis, tidak konsekuen dengan apa yang sebenarnya, baik dalam hal lokasi geografis, moral, Allah, dan lain-lain. &lt;br /&gt;Pada prinsipnya, firman Allah yang diinspirasikan itu tentunya haruslah logis dan konsekuen dengan kebenaran Allah sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;4.      Kriteria benar lainnya adalah: Adakah suatu kuasa yang dinamis di dalamnya?&lt;br /&gt;Yang dimaksud ialah kuasa yang hidup dan aktif di dalam tulisan itu (bdk. Ibr. 4:12), sehingga memiliki suatu daya gerak/mobilisasi yang mendorong manusia untuk berbuat/melakukannya, untuk pengajaran, penginjilan (2Tim. 3:16).  Bagi mereka yang menaati berita kanon itu sungguh melihat serta mengalami perubahan atau pembaharuan di dalam hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;5.      Kriteria benar lainnya adalah: Apakah kitab itu secara umum diterima umat Allah?&lt;br /&gt;Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, pengenalan kanon PB adalah melalui suatu jangka waktu dan itu menunjukkan bahwa hal diterimanya kitab-kitab kanonikal itu merupakan suatu kesaksian tersendiri dari siding-sidang gereja, melainkan merupakan suatu kesaksian bersama atas suatu fakta bahwa semua kanon itu sudah diterima oleh bapa-bapa gereja terdahulu.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;Ibid. 130-132.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;Ibid. 138-143.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref3" name="_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;Kualifikasi Rasul:&lt;br /&gt;1.       Rasul adalah seorang yang telah melihat Tuhan Yesus setelah kebangkitan dengan mata kepalanya sendiri (Kis. 1:2-3, 22; 4:33).&lt;br /&gt;2.       Rasul adalah seorang yang secara khusus diutus oleh Tuhan Yesus, dengan demikian Paulus di jalan menuju Damsyik melalui wahyu diutus oleh Kristus termasuk di dalamnya (Kis. 26:15-18; 1Kor. 9:1; 15:7-9).&lt;br /&gt;3.       Rasul diutus dengan tugas khusus yaitu untuk melakukan penginjilan (Mat. 10:1-7), menjadi saksi (Kis. 1:8), dan mengajar.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref4" name="_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt;Bagaimana halnya dengan kasus seperti kitab-kitab Wahyu, 2 Petrus, Ester, Yudas, yang pada mulanya mengalami pertentangan yang besar untuk dapat diterima sebagai bagian dari kanon?  Untuk ini ada beberapa prinsip yang perlu kita pegang: Pertama, Roh Kudus yang menginspirasikan akan menerangi umat Allah untuk mengenali karya-Nya.  Kedua, umat Allah yang terdahulu, yang sezaman merekalah yang umumnya lebih dulu mengenali (kitab Musa oleh Yosua; surat Paulus oleh rasul Petrus).  Keragu-raguan baru timbul kemudian dari beberapa/sekelompok kecil orang Kristen dengan alasan masing-masing.  Ketiga, pada akhir penggalan sejarah ternyata terjadi penerimaan universal terhadap kitab-kitab kanonikal tersebut walaupun melalui waktu yang bertahap. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-6850657905428547814?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/6850657905428547814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=6850657905428547814&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/6850657905428547814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/6850657905428547814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/04/kanon-3.html' title='KANON (3)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-1978153551915207670</id><published>2008-04-14T09:56:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T09:57:38.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkitab Matter'/><title type='text'>KANON (2)</title><content type='html'>PENETAPAN KANON ALKITAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan besar antara patokan yang ditetapkan Allah dan pengenalan manusia terhadap kitab-kitab yang ditetapkan Allah sebagai kanon.  Yang menjadikan suatu kitab itu kanonikal dan berotoritas adalah inspirasi Allah, bukannya pengenalan dan pengakuan manusia serta konsili gerejawi yang mengesahkan kanon tersebut.  Justru karena sifat kanon yang dikandung dalam kitab yang diinspirasikan itulah yang menjadikan kitab itu berotoritas serta memiliki ciri-ciri sebagai kanon yang dapat diuji, dikenali dan ditemukan oleh umat percaya.  Inilah pengertian dasar yang perlu diterapkan dan apa criteria yang harus dikenakan untuk menemukan kanon kitab tersebut di antara kitab-kitab ataupun tulisan-tulisan lainnya.&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;-          Gereja bukanlah penetap kanon, tetapi penemu kanon.&lt;br /&gt;-          Gereja bukan ibu (yang menghasilkan) kanon, tetapi anak (atau hasil) dari keberadaan kanon.&lt;br /&gt;-          Gereja bukanlah yang menghakimi kanon, melainkan melayani kanon.&lt;br /&gt;-          Gereja bukanlah pengatur (regulator) kanon, melainkan yang mengenali kanon (recognizer).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-1978153551915207670?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/1978153551915207670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=1978153551915207670&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1978153551915207670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1978153551915207670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/04/kanon-2.html' title='KANON (2)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8765184701923663682</id><published>2008-04-12T10:00:00.000-07:00</published><updated>2008-04-12T10:07:53.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alkitab Matter'/><title type='text'>KANON (1)</title><content type='html'>PENGERTIAN TENTANG KANON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Secara hurufiah&lt;br /&gt;Kata “kanon” berasal dari kata Yunani kuno, kanon, yang dilatinkan dengan arti “tongkat yang lurus” (reed), sebagai alat pengukur, penguji kelurusan; penggaris (ruler), yang biasa dipakai oleh tukang kayu. Istilah ini juga diperkirakan dimiliki oleh bahasa Ibrani, “qaneh,” yakni semacam buluh. Dalam PL, istilah ini dipakai dengan pengertian sebagai tombak pengukur (Yeh. 40:3; 42:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Secara Metafora&lt;br /&gt;Konsep hurufiah istilah “kanon” kemudian berkembang dan menjadi konsep dasar pengertian metafora (yaitu: standar, norma, criteria untuk menguji sesuatu). Dalam masa pra-Kristen (zaman Yunani) pengertian metafora ini sudah umum dipakai, misalnya untuk menggambarkan standar di bidang seni, sastra/literature, etika dan lain-lain. Dalam PB Paulus juga sudah memakai pengertian metafora ini yang sebenarnya sudah mendekati pengertian teologis (Gal. 6:16, “ . . . semua orang, yang member dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka. . .”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Secara Teologis&lt;br /&gt;Istilah “kanon” terus berkembang pengertiannya. Di kalangan Kristen abad permulaan kata ini kemudian mengandung pengertian “patokan iman,” “tulisan-tulisan normatif atau otoritatif” (misalnya, bapa-bapa gereja sejak Irenaeus memakai sebutan “Canon of the Church,” “Canon of the Truth,” dan “Canon of the Faith” untuk menunjuk pada pengajaran yang normatif). Namun pemakaian yang dengan jelas mempunyai hubungan dengan Alkitab baru muncul pertama kali sekitar tahun 350 AD oleh Athanasius yang didalamnya mengandung pengertian baik secara aktif (yaitu sebagai standar) maupun secara pasif (yaitu yang dikenali gereja sebagai kanonikal). Dengan demikian kanon merupakan kitab-kitab yang diterima, dikenali oleh gereja sebagai kitab yang mempunyai sebagaimana seharusnya firman Allah.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Taken from Dr. Daniel Lukas Lukito's Lecture&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;Lih. Norman Geisler &amp;amp; William E. Nix, A General Introduction to the Bible (Chicago: Moody, 1982) 127-128.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-8765184701923663682?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/8765184701923663682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=8765184701923663682&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8765184701923663682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/8765184701923663682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/04/kanon.html' title='KANON (1)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-4822590226426399799</id><published>2008-04-10T08:21:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T08:30:37.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi Buku'/><title type='text'>Ringkasan Buku Doktrin yang Sulit Mengenai Kasih Allah (4)</title><content type='html'>KASIH ALLAH DAN MURKA ALLAH&lt;br /&gt;A. Kasih Allah dan murka Allah&lt;br /&gt;Jika Impasibilitas didefinisikan sebagai ketiadaan “perasaan-perasaan” secara total, maka anda tidak hanya mengabaikan bukti-bukti alkitabiah, tetapi anda juga akan jatuh ke dalam kesalahan-kesalahan yang berhubungan dengan kekudusan Allah. Alasannya, kekudusan Allah berkaitan dengan murka Allah (perasaan). Akibat dari mengabaikan murka Allah adalah mengurangi kekudusan Allah. Allah memiliki afeksi yang kuat akan murka-Nya akan dosa, sehingga gagasan yang keliru akan impasibilitas Allah akan segera melawan kekudusan Allah sendiri. Jika demikian, bagaimana seharusnya kasih Allah dan murka Allah dipahami dan dihubungkan satu sama lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu gagasan klise dari kaum Injili mengatakan bahwa Allah membenci dosa tetapi mengasihi orang berdosa. Memang kelihatannya benar, tetapi kita tidak dapat pungkiri bahwa empat belas kali dalam lima puluh Mazmur pertama dikatakan Allah membenci para pendosa (bdk. Yoh. 3:36). Tetapi Allah bukanlah murka yang buta dan tidak dapat ditenangkan. Betapapun emosionalnya murka Allah, murka itu sepenuhnya merupakan respons yang beralasan dan dikehendaki terhadap pelanggaran-pelanggaran yang melawan kekudusan-Nya. Allah dalam kesempurnaan-Nya harus murka terhadap para penyandang gambar-Nya yang memberontak, karena mereka telah menyakiti hati-Nya; Allah dalam kesempurnaan-Nya harus mengasihi para penyandang gambar-Nya yang memberontak, karena Dia adalah Allah yang mengasihi. Apakah anda ingin melihat kasih Allah? Lihatlah Salib! Apakah anda ingin melihat murka Allah? Lihatlah Salib!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hal ini akan membawa kita kepada gagasan keliru yang kedua yaitu Allah digambarkan sebagai musuh kita yang tidak dapat didamaikan dan penuh murka, tetapi ditenangkan oleh Yesus, yang mengasihi kita (berdasarkan surat Ibrani). Namun, kita harus melihat bagian lain yang dengan jelas menunjukkan betapa Allah sendiri yang mengutus Anak-Nya (Yoh. 3:16). Dia tidak segan mengirim Anak-Nya. Sang Bapa yang penuh murka yang adil terhadap kita, tetap begitu mengasihi kita sehingga Dia mengutus Anak-Nya. Sang Anak, yang dengan sempurna mencerminkan perkataan dan perbuatan Bapa-Nya, berdiri di hadapan kita dalam murka—murka Allah. Allah sudah menjadi subjek dan objek propisiasi. Dia yang menjadi korban (subjek), dan Dia sendiri menerima korban propisiasi itu (objek) (Rm. 3:21-26). Inilah kemuliaan salib!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kasih Allah dan tujuan penebusan (Atonement)&lt;br /&gt;Konsep penebusan terbatas menurut Carson sangat tidak menguntungkan karena bersifat defensif dan bisa menyesatkan. Alasannya adalah ada bagian-bagian dari firman Tuhan pula yang mengemukakan betapa Allah mengasihi dunia ini. Tetapi Carson juga tidak menutup mata terhadap penebusan Allah bagi umat-Nya (berdasarkan bagian firman Tuhan lainnya). Karena itu, Carson melihat bahwa penebusan itu cukup untuk semua orang dan efektif bagi umat pilihan. Berdasarkan 1 Yohanes 2:2, ia menyatakan bahwa Rasul Yohanes sebenarnya memaksudkan penebusan Kristus memiliki makna “secara potensial untuk semua orang tanpa pembedaan” daripada “secara efektif untuk semua orang tanpa pengecualian.” Hal ini mengingat konteks sejarah waktu itu di mana Rasul Yohanes sedang menghadapi kaum Protognostik yang memiliki pemikiran bahwa mereka sendiri adalah kelompok elit ontologis yang menikmati hubungan khusus dengan Allah karena pemahaman khusus yang telah mereka terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu untuk menjembatani pemahaman Calvinis dan Arminian, Carson menyatakan bahwa Kristus mati untuk semua orang, dalam pengertian bahwa kematian Kristus cukup untuk semua orang dan bahwa Kitab Suci menggambarkan Allah sebagai Allah yang mengundang, memerintahkan, dan menginginkan keselamatan semua orang semata-mata karena kasih (dalam pengertian ketiga yang dikembangkan pada bab awal). Selain itu, semua orang Kristen juga harus mengakui bahwa, dalam pengertian yang berbeda, Yesus Kristus, menurut tujuan Allah, mati secara efektif hanya untuk umat pilihan-Nya semata, sesuai dengan cara yang digunakan Alkitab dalam membicarakan mengenai kasih Allah yang khusus dan selektif kepada umat pilihan-Nya (dalam pengertian keempat yang dikembangkan di bab awal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carson memberikan implikasi pastoral dari topik ini yaitu:&lt;br /&gt;1. Setiap pengkhotbah (dalam konteks bukunya ini, pengkhotbah muda Reformed) harus berani memberitakan dan menyatakan kepada orang yang tidak percaya bahwa “Tuhan mengasihi mereka” (ungkapan ini tidak hanya berlaku kepada orang yang sudah percaya).&lt;br /&gt;2. Memelihara konsep penebusan khusus (Carson menghindari pemakaian kata “terbatas”) dapat mencegah manusia memegahkan diri. Anugerah keselamatan semata-mata berasal dari Allah, bukan keputusan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kasih Allah kepada dunia ini&lt;br /&gt;Kasih Allah kepada dunia ini patut dipuji karena memanifestasikan pengorbanan diri yang mengagumkan; sedangkan kasih kita kepada dunia ini menjijikkan ketika kasih tersebut bernafsu untuk ikut dalam kejahatan. Kasih Allah kepada dunia ini pantas mendapat pujian karena kasih tersebut membawa Injil untuk mentransformasi dunia; sedangkan kasih kita kepada dunia ini buruk karena kita berusaha untuk serupa dengan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Kasih Allah dan umat Allah&lt;br /&gt;Carson memberikan tiga renungan singkat:&lt;br /&gt;1. Kita tidak boleh lupa untuk bertanggung jawab memelihara diri kita dalam kasih Allah (Yud. 21), mengingat bahwa Allah itu mengasihi dan berbelas kasihan kepada mereka yang mengasihi-Nya dan yang berpegang pada perintah-perintah-Nya (Kel. 20:6).&lt;br /&gt;2. Kasih Allah harus diterima, diserap, dan dirasakan. Sesering mungkin renungkan doa Paulus dalam Efesus 3:14-21. Paulus menghubungkan pengalaman orang Kristen akan kasih Allah itu dengan kedewasaan Kristen (3:19). Sangatlah sulit untuk dipahami apabila seseorang dapat menjadi seorang Kristen yang dewasa tetapi tidak berjalan dalam jalan ini.&lt;br /&gt;3. Jangan sekali-kali meremehkan kuasa kasih Allah untuk meluluhkan dan mentransformasi individu-individu yang paling keras sekalipun. Tentu Tuhan memakai kita menjadi alat-Nya. Karena kasih Allah mentransformasi kita sehingga kita memerantainya juga kepada orang lain. Kita mengasihi karena Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita, kita mengampuni karena kita telah diampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Clue: Dosa yang terutama dan pertama adalah tidak mengasihi Allah dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Untuk hal ini tidak ada cara untuk memperbaikinya, selain apa yang telah Allah sendiri berikan—yaitu di dalam kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-4822590226426399799?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/4822590226426399799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=4822590226426399799&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4822590226426399799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4822590226426399799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/04/ringkasan-buku-doktrin-yang-sulit_10.html' title='Ringkasan Buku Doktrin yang Sulit Mengenai Kasih Allah (4)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-5383756927391320512</id><published>2008-04-08T09:42:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T09:44:02.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi Buku'/><title type='text'>Ringkasan Buku Doktrin yang Sulit Mengenai Kasih Allah (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;KASIH ALLAH DAN KEDAULATAN ALLAH&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;A.    Elemen afektif dalam kasih Allah&lt;br /&gt;Allah memiliki elemen afektif seperti yang ditunjukkan-Nya di dalam Hosea 11.  Tetapi ketika Ia berkata bahwa hati-Nya berbalik dalam diri-Nya, belas kasihan-Nya bangkit serentak, bukan berarti bahwa Dia telah berubah pikiran, sebaliknya, ini berarti bahwa ancaman jangka panjang dari hukuman yang permanen pasti dikesampingkan.  Dengan kata lain, secara praktis, kita harus membatasi pikiran kita terhadap elemen afektif Allah yang terkesan Allah berubah-ubah dan dapat hanyut menurut perasaan manusia.  Kasih Allah jauh lebih kaya daripada kasih kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Kedaulatan dan transendensi Allah&lt;br /&gt;Kedaulatan Allah tidaklah bersifat fatalisme.  Alur sentral dari tradisi Kristen tidak mengorbankan kedaulatan Allah yang mutlak dan juga tidak mengurangi tanggung jawab para penyandang gambar-Nya.  Ini namanya kompatibilisme.  Artinya, kedaulatan Allah yang tidak bersyarat dan tanggung jawab manusia dapat saling kompatibel.  Beberapa bukti yang Carson berikan adalah: Saudara Yusuf bekerja, Allah juga bekerja, tetapi beda motivasi (Kej. 50:19-20).  Asyur merasa diri kuat padahal Asyur hanya alat di tangan Tuhan (Yes. 10:5 dst.).  Ada konspirasi jahat yang mengikutsertakan Herodes, Pilatus, para penguasa non Yahudi, dan para pemimpin Yahudi; tetapi mereka melaksanakan segala sesuatu yang telah Allah tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak Allah (Kis. 4:23-29).  Dan terakhir, lihatlah kepada penyaliban Kristus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carson sangat berhati-hati sekali mengemukakan konsep ini agar tidak terjebak ke dalam pemahaman open theism.  Ketika berbicara imutabilitas Allah (ketidakberubahan-Nya), Dia tidak berubah dalam keberadaan-Nya, tujuan-tujuan-Nya, dan kesempurnaan-Nya.  Tetapi ini tidak berarti bahwa Dia tidak dapat berinteraksi dengan para penyandang gambar-Nya di dalam waktu mereka.  Tujuan Allah sejak kekekalan adalah mengutus Anak-Nya, tetapi pada saat yang telah ditetapkan dalam kontinum waktu-ruang kita, Sang Anak berinkarnasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu kita saluti dari konsep Carson adalah ia tetap memegang teguh akan kedaulatan Allah atas segala sesuatu, dan tujuan-tujuan-Nya baik.  Manusia kadang melakukan hal-hal yang baik, yang didorong oleh anugerah Allah, dan Dia memperoleh penghargaan; kita seringkali melakukan hal-hal yang jahat, dan meskipun kita tidak pernah bisa lari dari kedaulatan Allah, kita sendirilah yang harus bertanggung jawab dan harus disalahkan.  Great statement!  Transendensi Allah yang berdaulat dan kepribadian-Nya terdapat di dalam Alkitab.  Kedua-duanya adalah aspek-aspek terberi (given).  Jangan coba-coba angkat kedua hal ini ketika berbicara tentang Allah.  Hasilnya Open Theism!  Dan Carson jelas menolak dengan tegas konsep ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Impasibilitas (bebas dari perasaan dan penderitaan) yang dibatasi dengan tepat&lt;br /&gt;Impasibilitas yang tepat adalah ketika melihat seluruh emosi Allah, termasuk kasih-Nya–dalam semua aspeknya—tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan Allah, kuasa Allah, dan kehendak Allah.  Jika Allah mengasihi, itu karena Dia memilih untuk mengasihi; jika Dia menderita, itu karena Dia memilih untuk menderita.  Perasaan-perasaan Alah tidak seperti perasaan kita yang secara tiba-tiba meluap keluar kendali, tetapi perasaan Allah seperti segala sesuatu lainnya dalam Allah, ditunjukkan bersama-sama dengan kepenuhan dari seluruh kesempurnaan-Nya yang lain.  Allah tidak “jatuh cinta” dengan umat pilihan-Nya, Dia tidak “jatuh cinta” dengan kita; Dia memberikan afeksi-Nya kepada kita.  Dia tidak mempredestinasikan kita karena ingin membuat lelucon; sebaliknya, dalam kasih Dia menentukan kita dari semula untuk menjadi anak-anak-Nya (Ef. 1:4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;(1)    Allah menyatakan kasih ini bersama-sama dengan seluruh kesempurnaan-Nya yang lain, tetapi ini tidak menjadikan kasih-Nya kalah dari semuanya itu. &lt;br /&gt;(2)    Kasih-Nya berasal dari karakter-Nya sendiri; tidak tergantung kepada keindahan orang-orang yang dikasihi yang berada di luar diri-Nya sendiri.  Karena itulah kita seharusnya mengasihi orang bukan karena apa yang ada di dalam diri orang tersebut, melainkan karena kita sudah diubahkan oleh Injil, kasih kita seharusnya berasal dari diri kita sendiri, bukan didapat dari keindahan orang-orang yang dikasihi.  Karena itulah cara Allah.  Dia mengasihi karena kasih merupakan salah satu kesempurnaan-Nya, dalam harmoni yang sempurna dengan semua kesempurnaan-Nya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” (1Yoh. 4:10)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-5383756927391320512?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/5383756927391320512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=5383756927391320512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/5383756927391320512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/5383756927391320512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/04/ringkasan-buku-doktrin-yang-sulit_08.html' title='Ringkasan Buku Doktrin yang Sulit Mengenai Kasih Allah (3)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-6509731374693206906</id><published>2008-04-08T09:27:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T09:37:27.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi Buku'/><title type='text'>Ringkasan Buku Doktrin yang Sulit Mengenai Kasih Allah (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;ALLAH ADALAH KASIH&lt;br /&gt;A.    Cara yang tidak tepat untuk memulainya.&lt;br /&gt;Pemahaman Allah adalah kasih biasanya menempatkan kasih Allah dalam kata agapao.  Namun apakah kata ini memang dapat menunjukkan secara jelas akan kasih Allah?  Carson membuktikan secara sederhana bahwa kata agapao tidak bisa serta merta menggambarkan kasih Allah karena secara studi kata, kata ini juga dipakai di bagian lain secara jahat—bukan dalam bentuk kasih yang “lebih tinggi” (lih. 2Sam. 13, kisah Amnon dan Tamar).  Poin utama dari maksud Carson ini adalah kita tidak dapat memahami natur kasih Allah hanya dengan studi kata yang cacat secara metodologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.     Bagaimana untuk memulainya: Ayat dalam konteksnya.&lt;br /&gt;Carson memberikan contoh dari Yohanes 5:16-30, bagaimana melihat kasih Allah di dalam konteksnya ayatnya.  Ada 2 hal yang menjadi latar belakang dari implikasi ucapan Yesus yang mengotorisasi aktivitas sabat-Nya sendiri (ay. 17): (1) “Keanakan” (Sonship) sangat sering merupakan sebuah kategori fungsional di dalam Alkitab.  Artinya, Yesus secara implisit mengklaim diri-Nya sebagai Anak Allah, dengan hak untuk mengikuti pola pekerjaan Allah sendiri tetapkan, dan (2) Yesus memang berhak “bekerja” pada hari sabat karena Ia adalah Allah yang “bekerja” bahkan pada hari sabat (sehingga pemeliharaan-Nya tetap berlangsung), tetapi Dia tidak “bekerja” dengan cara yang melanggar hari sabat.  Tentu saja, ini merupakan jalan keluar yang hanya berlaku bagi Allah saja.  Klaim Yesus sebagai Anak Allah yang menyerupai Allah dalam segala hal (prinsip anak seperti bapanya) membenarkan pekerjaan sabat-Nya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang di atas, ada 5 poin yang Carson simpulkan pada bagian Yohanes 5:16-30:&lt;br /&gt;1. Yesus menyangkal bahwa Dia melawan Allah dengan menempatkan diri-Nya sebagai pengganti Allah.  Justru sebaliknya: Ia bergantung sepenuhnya pada Bapa dan tunduk kepada Bapa → Dia dapat mengerjakan hanya apa yang Dia lihat Bapa kerjakan (subordinasi) sebab Dia mengerjakan apapun yang dikerjakan Bapa (tindakan yang koekstensif).&lt;br /&gt;2. Yesus adalah Anak Allah yang begitu unik dan tidak terbatas sehingga Bapa menunjukkan kepada-Nya semua yang Dia kerjakan, karena kasih kepada-Nya, dan Anak bergantung pada Bapa-Nya dan mengerjakan segala sesuatu yang dikerjakan Bapa.&lt;br /&gt;3. Hubungan antara Bapa dan Anak merupakan standar bagi semua hubungan kasih yang lain.  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal memberikan alasan bahwa: jika Allah tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, bagaimanakah mungkin Dia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia (Rm. 8:32)?&lt;br /&gt;4. Kesempurnaan ketaatan Anak (melakukan segala yang diperintahkan Bapa) didasarkan kepada kasih-Nya kepada Bapa (14:31).&lt;br /&gt;5. Ayat 20 menjelaskan bahwa Anak akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar seperti Bapa yaitu membangkitkan orang mati.  Yesus berbeda dengan misalnya Elia—perantara untuk menghidupkan orang mati.  Dia juga memiliki hak prerogatif karena Bapa telah “menunjukkan” kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.     Beberapa refleksi sintesis penutup&lt;br /&gt;1. Kasih Bapa kepada Anak, dan kasih Anak kepada Bapa, tidak dapat dibatasi hanya pada hubungan Kristus yang terjadi mulai dari Inkarnasi saja, tetapi secara intrinsik hubungan ini bersifat intra-Trinitarian.  Hal ini membuat kita paham bahwa Allah adalah kasih karena selalu terdapat orientasi kepada pribadi yang lain dalam kasih Allah.  Seluruh manifestasi kasih Allah itu muncul dari realitas yang lebih dalam dan lebih fundamental: kasih terjadi di dalam natur Allah itu sendiri.  Allah adalah kasih.&lt;br /&gt;2. Pola kasih Bapa kepada Anak dan sebaliknya menjadi model dan insentif bagi relasi kita dengan Yesus.  Jika kita mengasihi Dia, kita akan menuruti segala perintah-Nya (14:15); di sini, jika kita menuruti segala perintah-Nya, kita tetap berada di dalam kasih-Nya.  Karena itu, relasi kita dengan Yesus mencerminkan relasi Yesus dengan Bapa-Nya yang di Sorga—tentu saja, merupakan tema utama dalam Yohanes 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita bukan lagi budak tetapi sahabat.  Apa yang telah membuat perubahan ini adalah bahwa dalam kegenapan waktu, Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia, dan Anak taat; bahwa Bapa mengasihi Anak dan memutuskan bahwa semua orang harus menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa; dan Bapa dan Anak, dalam harmoni rencana dan visi yang sempurna, pada waktu yang telah Allah tentukan, memainkan peranan mereka—Bapa mengutus, memberi mandat, “menunjukkan,” dan Anak datang, mengungkapkan, menyingkapkan apa yang telah “ditunjukkan” kepada-Nya, dan dalam ketaatan berjalan menuju Salib.  Dan kita, ahli waris kovenan yang baru, telah mendapatkan hak istimewa untuk ikut masuk ke dalam rencana yang gemilang ini.  Kita adalah sahabat Allah. . . . Dan kita telah mendapatkan hak istimewa yang tak ternilai, tidak hanya diselamatkan oleh kasih Allah, tetapi juga ditunjukkan kasih itu, diberitahu tentang-Nya, dan diizinkan untuk ikut di dalam pikiran Allah.” (Carson)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-6509731374693206906?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/6509731374693206906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=6509731374693206906&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/6509731374693206906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/6509731374693206906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/04/ringkasan-buku-doktrin-yang-sulit.html' title='Ringkasan Buku Doktrin yang Sulit Mengenai Kasih Allah (2)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-6961899983830075975</id><published>2008-02-22T19:33:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T20:11:50.185-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Apakah engkau mengasihi-Ku?</title><content type='html'>Yohanes 21:15-19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang Kristen yang mengaku Kristen tetapi sebenarnya tidak seperti orang Kristen seharusnya. Ada banyak orang Kristen mengaku mengasihi Tuhan, tetapi hanya kelihatannya saja, tetapi yang sebenarnya tidak. Firman Tuhan kali ini menguji hati kita, apakah kita benar-benar anak Tuhan yang mengasihi Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hamba Tuhan yang melihat bagian ini adalah Tuhan sedang meragukan kasih petrus. Tetapi Tuhan tidak sedang meragukan kasih Petrus (Dia tidak pernah ragu-ragu, segala yang dilakukan-Nya dan dipertanyakan-Nya selalu mantap) tetapi Tuhan Yesus sedang mengukur kasih dari Petrus di dalam tiga hal penting melalui pertanyaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan Tuhan ini pun adalah pertanyaan yang sedang mengukur kasih kita kepada-Nya, Apakah kita mengasihi Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Pertanyaan 1 Tuhan sedang mengukur prioritas kasih kita.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;“mereka ini” bisa mengandung tiga maksud:&lt;br /&gt;a. apakah Petrus mengasihi Tuhan lebih daripada Petrus mengasihi teman-temannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Apakah kita lebih mengasihi suami, istri, anak, orangtua, dll lebih daripada kita mengasihi Tuhan? Kita lebih menurut kepada orang yang dekat dengan kita daripada kita menuruti Tuhan. Kita lebih taat kepada keinginan keluarga, perusahaan kita sehingga kompromi dengan dosa. Apakah hal ini yang sedang kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Apakah Petrus lebih mengasihi pekerjaannya (nelayan) daripada mengasihi Yesus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Apakah kita lebih mengasihi hobi kita, pekerjaan kita? Kita mati-matian mencari barang yang kita suka atau mengerjakan pekerjaan kita seharian, tetapi tidak mati-matian mencari tahu apa yang dimaksud Tuhan di dalam Mazmur 23, atau firman Tuhan yang lain. Apakah ini yang sedang kita lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Apakah Petrus mengasihi Tuhan lebih daripada kasih murid-murid lain kepada Yesus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Apakah kita tidak pernah terpacu untuk mengasihi Tuhan lebih daripada teman-teman, orangtua, istri, suami atau anak-anak kita mengasihi Tuhan? Kita melihat mereka sangat mengasihi Tuhan dan kita hanya berkata, “ah, cukuplah mereka yang melayani, ah, cukuplah mereka yang baca Alkitab dan berdoa.” Ketika bpk/ibu mendengar p Beni mengutarakan kedekatan-Nya dengan Tuhan setiap hari di dalam pujian, pembacaan Alkitab dan dalam doa, apakah kita punya kerinduan untuk, “ya, Tuhan, saya ingin merasakan yang sama seperti itu , bahkan ingin lebih lagi merasakan kedekatan dengan Tuhan.” Pernahkah bpk/ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun maksud dari ketiga hal di atas, semua bisa diterima karena semuanya dimaksudkan apakah prioritas kasih kita kepada Tuhan. Tuhan mengajarkan untuk kita mengasihi Tuhan lebih daripada siapapun juga (Mat. 10:37; Luk. 14:26), mengasihi Tuhan lebih daripada apa yang kita lakukan (Mark. 1:16-18; Luk. 5:1-11), dan mengasihi Tuhan lebih dan lebih lagi (Yoh. 6:67-69; 13:36-38; 21:18-19). Tuhan sedang bertanya kepada saudara saat ini, “apakah prioritas kasihmu adalah Aku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Pertanyaan 2 Tuhan sedang mengukur integritas kasih kita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua semakin bertambah bobotnya karena yang diukur di sini dari Petrus adalah integritas kasihnya. Integritas kasih adalah sesuatu yang genuine murni. Artinya, apa adanya kasih itu. Biasanya bila kita dihadapkan kepada sebuah pembanding misalnya seperti pada pertanyaan pertama yang dibandingkan dengan orang lain, hobi, pekerjaan maka biasanya kita akan langsung mudah menjawabnya karena kita merasa tertantang untuk lebih memilih yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah diberi tebakan, “bagaimana menjatuhkan seekor monyet yang sedang ada di atas pohon kelapa? Kasih angin ribut? Tidak justru monyet itu akan berpegangan sekuat tenaganya. Jawabannya adalah dengan angin sepoi-sepoi karena monyet itu akan ngantuk dan tertidur sehingga pegangan akan lepas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah orang Kristen juga seperti demikian, “kita berdoa atau datang kepada Tuhan kalo ada masalah, sedangkan kalo lagi bahagia, kita cenderung bersenang-senang tanpa memikirkan Tuhan. Atau ketika kita melayani, maka kita akan melayani dengan giat ketika dilihat orang tetapi ketika tidak ada yang melihat atau menghargai pelayanan kita maka kita akan menggerutu atau malas-malasan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau betul kita memiliki integritas kasih, maka kita akan mengasihi Tuhan senantiasa dalam segala keadaan. Baik doa kita dijawab atau tidak dijawab Tuhan, atau pelayanan kita dihargai orang atau tidak, kita akan selalu memiliki kasih yang murni kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus masih dapat dengan mudah menjawabnya karena dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengasihi Tuhan lebih daripada semua yang dimilikinya, dan sejenak dia memiliki keteguhan hati untuk memiliki integritas di hadapan Tuhan. Tuhan saat ini sedang bertanya kepada saudara, bagaimana integritas kasih saudara? Apakah saudara memiliki kasih yang murni di dalam segala keadaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. pertanyaan 3 Tuhan sedang mengukur bukti kasih kita&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pertanyaan ketiga ini adalah pertanyaan yang semakin berat bagi Petrus, Karena yang diukur di sini adalah bukti kasih Petrus kepada Tuhan. Tidak heran, Petrus sedih ketika mendengar Tuhan bertanya untuk yang ketiga kali kepadanya, “Simon apakah engkau mengasihi Aku?” Petrus sedih, Karena Petrus teringat akan penyangkalannya kepada Tuhan Yesus. Di saat ia harus membuktikan prioritas dan integritas kasihnya kepada Tuhan, justru ia gagal. Petrus tidak cukup menunjukkan bukti kasihnya kepada Tuhan. Ia gagal dalam pembuktian kasih! Apalagi ketika dibandingkan dengan bukti kasih Yesus yang sudah mati di atas kayu salib, dengan kata lain, Tuhan berkata, “Aku sudah mati di atas kayu salib untuk menunjukkan bukti-Ku mengasihimu. Apa buktimu Petrus di dalam mengasihi-Ku? Apa bukti saudara kalau saudara mengaku mengasihi Yesus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Petrus di dalam bukti kasihnya kepada Tuhan juga saya alami dalam hidup saya. Sejujurnya sampai hari ada ada beberapa orang di dalam hidup saya yang belum dapat saya ampuni. Saya pernah berdoa dan didoakan untuk mengampuni mereka, dan saya merasa saya sudah mengampuni mereka, tetapi sampai pada saya harus membuktikan pengampunan saya kepada mereka, maka saya harus akui, saya masih belum bisa membuktikannya. Pada titik itu, saya menyadari saya belum mengampuni. Tidak mudah bagi seorang hamba Tuhan berbicara soal mengasihi tetapi dirinya sendiri belum bisa mengasihi. Kiranya Tuhan menolong saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus tahu betul bahwa dirinya belum cukup membuktikan kasihnya kepada Tuhan. Tetapi Petrus mau berubah dan saya mengharapkan ini terjadi di dalam hidup saya dan saudara. Jawaban petrus sangat menarik. “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu. Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Dengan kata lain, petrus ingin berkata, “Tuhan, Engkau tahu hatiku yang berdosa, yang mengecewakan-Mu, tetapi aku ingin dipulihkan oleh-Mu Tuhan. Aku ingin bertekad kembali untuk mengasihi-Mu dengan lebih sungguh lagi.” Kehancuran hati Petrus memulihkan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrus dalam hidupnya kemudian mengalami perubahan demi perubahan. Petrus melayani dengan segenap hatinya, bahkan sampai mati seperti yang Tuhan nubuatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, apakah kita sudah mengasihi Tuhan dengan segenap hati? Ketiga ukuran kasih ini seharusnya menjadi alat bagi kita untuk menguji kita terus apakah kita sungguh mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Ketika kita melayani Tuhan, mari kita lihat apakah prioritas kita di dalam pelayanan adalah demi kemuliaan Tuhan, bukan kemuliaanku? Apakah aku tulus melayani Tuhan, bukan karena terpaksa atau dilihat orang? Apakah aku benar-benar sudah melakukan pelayananku dengan baik? Atau apakah prioritasku di dalam doa adalah kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendakku? Apakah aku lebih mencari wajah Tuhan daripada tangan-Nya? Apakah aku memang berdoa setiap waktu, baik dalam keadaan senang maupun susah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazmur 26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah Dikhotbahkan di dalam pelayanan GIA Lengkong Besar Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-6961899983830075975?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/6961899983830075975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=6961899983830075975&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/6961899983830075975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/6961899983830075975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/02/apakah-engkau-mengasihi-ku.html' title='Apakah engkau mengasihi-Ku?'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-5141920126519291237</id><published>2008-01-29T23:41:00.000-08:00</published><updated>2008-02-04T01:49:29.212-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teologi dan Lingkungan'/><title type='text'>Warning 4 us!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahun 2040: 2000 pulau tenggelam&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlahsuatu masalah yang perlu kita risaukan. "Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah Anda berpikir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 - 0,3o C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah dipesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C pertahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia, yaitu Gunung Jayawijaya di Papua. Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi - termasuk laut di seputar Indonesia - terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai. Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan-lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakarfosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca. Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta. Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan diseluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih. Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan bakar fosil penyumbang besar emisi). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Jika terpaksa memakai AC....Tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;May Jesus Christ help us to do our part!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-5141920126519291237?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/5141920126519291237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=5141920126519291237&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/5141920126519291237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/5141920126519291237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/01/warning-4-us.html' title='Warning 4 us!'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-3550986294958906837</id><published>2008-01-27T20:09:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T20:11:09.016-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Lapangkan Dadamu!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Galatia 2:1-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ungkapan mengatakan, ”Tidak ada gading yang tak retak.” Artinya, tidak ada seorangpun manusia di dunia ini yang sempurna.  Setiap manusia pasti akan melakukan kesalahan di dalam hidupnya.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Petrus (Kefas) adalah salah satu orang yang disebut sebagai sokoguru jemaat (pendiri jemaat; ay. 9).  Tentu sebagai sokoguru jemaat ia digugu (diteladani) dan ditiru.  Meski demikian, tidak sepenuhnya Petrus dapat digugu dan ditiru.  Ia melakukan kesalahan dengan menjadi munafik ketika mengundurkan diri dari perkumpulan saudara-saudara yang tidak bersunat karena takut akan saudara-saudara yang bersunat (ay. 11-14).  Ironisnya, peristiwa ini terjadi setelah Petrus beserta kedua rasul lain mengakui pelayanan Paulus kepada saudara-saudara yang tidak bersunat sebagai pelayanan yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Paulus sebagai saudara seiman dan sepelayanan Petrus mengingatkan Petrus atas kesalahannya.  Paulus perlu sekali melakukan hal demikian, karena bagi Paulus, jemaat Tuhan harus diajarkan untuk tidak kembali kepada hukum Taurat melainkan kepada kasih karunia Allah (ay. 16, 18, 21).  Ketika jemaat kembali kepada hukum Taurat, maka mereka akan memaksakan setiap orang untuk disunat seperti aturan hukum Taurat, jika tidak disunat, maka mereka tidak menjadi bagian dari keselamatan Allah dan akan dijauhkan dari komunitas.  Tentu hal ini keliru, karena, ” . . . tidak ada seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus” (ay. 16).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika saudara adalah seorang yang digugu dan ditiru (kita semua sebagai anak-anak Terang), maka kita harus berani mengakui kesalahan kita ketika orang lain menegur atau memberi masukan.  Melalui sesama kita, maka kita akan semakin terasah di dalam karakter dan dalam mengikut Yesus.  Bukankah kita diperintahkan untuk menyerupai Kristus?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketika kesalahan kita terbuka, itu bukan akhir dari segalanya, melainkan sebuah awal perubahan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-3550986294958906837?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/3550986294958906837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=3550986294958906837&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/3550986294958906837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/3550986294958906837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/01/lapangkan-dadamu.html' title='Lapangkan Dadamu!'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-7451229879360345109</id><published>2008-01-18T18:43:00.000-08:00</published><updated>2008-01-18T18:46:31.648-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mendapatkan Tuhan Lebih Dari Apapun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ayub 42:1-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa adalah ekspresi kasih kita kepada Tuhan atas segala kemurahan yang telah ditunjukkan-Nya kepada kita.  Dengan doa, kita rindu mendekat kepada Tuhan seperti seorang anak yang merindukan pelukan dan gendongan ayahnya dan ibunya.  Doa tidak seharusnya menjadi alat meminta kepada Tuhan, melainkan sebuah kerinduan untuk mengucap syukur atas apa yang sudah diberikan-Nya dan mengerti kehendak dan rencana-Nya atas apa yang tidak (atau belum) diberikan-Nya.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayub selama ± 20 pasal mengajukan permohonan, permintaan, keluh kesah, dan kekecewaannya kepada Tuhan.  Saat-saat itu, Allah tidak menjawab sedikitpun sampai pasal 37.  Tetapi setelah Tuhan menjawabnya di pasal 38-41, Ayub menyesal bahwa apa yang pernah dimintanya lahir dari ketidakmengertiannya kepada rencana Tuhan.  Sekarang, Ayub tidak peduli dengan apa yang sudah diambil daripadanya (harta, keluarga), karena mendapatkan Tuhan lebih dari segalanya.  Ayub tidak meminta kepada Tuhan selain dari apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya untuk berdoa bagi teman-temannya yang sudah mengecewakan hati Tuhan (ay. 7).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melalui permintaan Ayub, Tuhan mengampuni teman-teman Ayub (ay. 9).  Tidak hanya itu, Tuhan pun memberkati Ayub dengan berlimpah-limpah (ay. 10-16), tanpa sedikitpun Ayub meminta Tuhan memulihkan keadaannya.  Firman Tuhan hanya mengatakan, ”Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu” (ay. 10). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bisa memberikan tanpa kita meminta/berdoa kepada-Nya, karena Dia Mahapemurah dan Mahakuasa.  Tetapi Tuhan akan menahan jawaban doa kita agar kita datang kepada-Nya, karena yang Tuhan inginkan adalah kita mendekat kepada-Nya—mendapatkan-Nya lebih dari apapun juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Doa adalah ekspresi kasih kita kepada Tuhan atas segala kemurahan-Nya bagi kita.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-7451229879360345109?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/7451229879360345109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=7451229879360345109&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/7451229879360345109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/7451229879360345109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/01/mendapatkan-tuhan-lebih-dari-apapun.html' title='Mendapatkan Tuhan Lebih Dari Apapun'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-1384015264965807135</id><published>2008-01-08T21:53:00.001-08:00</published><updated>2008-01-08T21:56:34.130-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Bagaimana Rasanya Jatuh Cinta?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mazmur 119:153-176&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”&lt;em&gt;Lihatlah, betapa aku mencintai titah-titah-Mu!  Ya Tuhan, hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu&lt;/em&gt;” (ay. 159).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Membaca bagian Mazmur ini membangkitkan perasaan saya kembali kepada bagaimana rasanya ketika sedang jatuh cinta. Bagaimana tidak?  Saya mencatat setidaknya ada 4 kali  (ada 13 kali di dalam seluruh Mazmur 119) kata ”cinta” dipakai Pemazmur untuk menyatakan perasaannya kepada titah Tuhan (ay. 159), Taurat-Nya (ay. 163, 165), dan peringatan-peringatan-Nya (ay. 167).  Dan lebih hebatnya lagi, Pemazmur sampai 7 kali dalam sehari memuji Tuhan karena hukum-hukum Tuhan yang adil (ay. 164; melebihi makan nasi atau obat yang hanya 3-4 kali sehari).  Pemakaian jumlah 7 kali di dalam Alkitab biasanya menunjukkan jumlah yang sempurna/penuh yang berarti Pemazmur selalu rindu dan kebelet untuk selalu memuji Tuhan atas firman-Nya tanpa henti-hentinya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika saya (atau saudara) ”jatuh cinta” kepada seseorang, hobi atau sebuah benda, saya percaya kita akan selalu rindu untuk menemui dan mengenal kehidupannya (seseorang); kita akan melakukannya, mengutak-atiknya dan akan kita pelototin sepanjang hari (hobi/benda). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi mengapa hal demikian sangat sulit untuk kita lakukan terhadap firman Tuhan?  Mengapa waktu Saat Teduh kita porsinya lebih sedikit daripada hobi kita?  Mengapa kita lebih kuat menghabiskan waktu kita bercengkerama dengan pasangan kita lebih daripada Kekasih Jiwa kita?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemazmur sebenarnya menyadari pula segala kelemahannya yang terkadang ”hilang” dari jalan Tuhan.  Dengan segala kekuatiran dan tekanan hidupnya, Pemazmur kadang lebih memikirkan hidupnya daripada Tuhannya.  Karena itu, Pemazmur dengan segala kerendahan hati memohonkan pertolongan Tuhan untuk tetap menjaganya dari hubungan dengan Tuhan; karena dari Tuhan sajalah kekuatan dan pertolongannya ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Biarlah kita pun dengan segala kerendahan hati memohon kepada Tuhan untuk ”menarik” kita selalu dekat dengan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-1384015264965807135?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/1384015264965807135/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=1384015264965807135&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1384015264965807135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1384015264965807135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2008/01/bagaimana-rasanya-jatuh-cinta.html' title='Bagaimana Rasanya Jatuh Cinta?'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-913416481982987200</id><published>2007-12-30T21:39:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T21:40:29.746-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Betapa Salehnya Kamu Harus Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;2 Petrus 3:1-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kedua surat Petrus, kita dapat melihat sebuah tema yang cukup mencolok yaitu mengenai bertahan dalam penderitaan.  Orang-orang percaya harus mengalami penderitaan dalam mengikut Tuhan—fisikal (1Ptr. 2:18-21; 4:1) maupun batiniah (ajaran sesat; 2Ptr. 2:1-22).  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan yang dialami oleh orang percaya membuat mereka menanti-nantikan janji kedatangan Tuhan.  Di tengah pemerintahan bengis yang menyiksa mereka dan pukulan yang mereka terima (1Ptr. 2:18-20), tersimpan harapan di hati mereka akan kedatangan Tuhan yang akan memberikan kedamaian dan kebebasan dari segala penderitaan.  Namun demikian, harapan tersebut justru mengalami ”kerikil” lagi karena mereka kelihatan jenuh menantikannya; di tambah lagi ada pengejek-pengejek yang berusaha menghasut mereka bahwa janji Tuhan hanyalah ”janji tinggal janji.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bagi Petrus, penting sekali ia mengingatkan kembali pengharapan yang pasti itu di dalam Tuhan.  Petrus mengingatkan kembali bahwa Raja segala raja itu, Tuhan Yesus yang agung dan mulia itu pasti datang—tidak lalai akan janji-Nya (ay. 9a).  Pada saat kedatangan-Nya, langit dan bumi akan hancur dan diubahkan menjadi langit dan bumi yang baru.  Ketika kedatangan-Nya nanti, maka penghakiman akan dimulai oleh hakim yang adil nan agung itu.&lt;br /&gt;Tidak kunjung datangnya Tuhan, karena Tuhan memberikan kesempatan bagi setiap orang yang belum percaya untuk percaya (ay. 9b dan 15).  Bagi setiap kita yang sudah bertobat, ini merupakan kesempatan berharga untuk menceritakan kasih Tuhan.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat kedatangan-Nya nanti akan membuktikan betapa dahsyat dan luar biasa megahnya Tuhan kita.  Memang kita tidak akan tahu kapan Ia datang karena Ia datang seperti pencuri di malam hari, tetapi justru bukankah ini harus selalu membuat kita berjaga-jaga?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar semua ini, seharusnya tidak ada lagi keraguan di hati kita akan kedatangan-Nya, Ia pasti datang!  Karena itu betapa salehnya kita harus hidup dan bertumbuh di dalam kasih karunia dan pengenalan akan Dia.  Sehingga ketika Ia datang, kita akan didapati setia kepada-Nya.  Kiranya Ia sendiri yang memelihara iman kita sampai pada kedatangan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Songsonglah Dia di dalam pertumbuhan iman dan pengenalan akan Dia, juruselamatmu!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-913416481982987200?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/913416481982987200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=913416481982987200&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/913416481982987200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/913416481982987200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/12/betapa-salehnya-kamu-harus-hidup.html' title='Betapa Salehnya Kamu Harus Hidup'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-9097004770971675213</id><published>2007-12-30T21:38:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T21:39:16.323-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kristus Membereskan Masalah Adam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Roma 5:12-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara Adam dan Kristus, maka kita akan melihat dua sosok/pribadi yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adam adalah pribadi yang membawa seluruh umat manusia ke dalam belenggu dosa.  Adam menjadi wakil manusia sebagai penyataan keterbatasan, kelemahan, kesombongan, kedegilan, dan kebodohan manusia.  Apa yang dipilih Adam adalah apa yang dipilih seluruh manusia.  Apa yang dialami Adam adalah apa yang dialami seluruh manusia.  Mungkin kita berkata, ”Andai saya yang menggantikan Adam di Taman Eden, pasti saya tidak akan melakukan kebodohan yang dia lakukan.”  Eits...tunggu dulu.  Anda yakin anda lebih baik dari Adam?  Berbicara dosa di Taman Eden adalah berbicara hal yang tidak dapat dihindari oleh siapapun juga.  Adam mungkin saja manusia terbaik pada waktu itu, tetapi tetap saja dia manusia yang diciptakan dengan keterbatasan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita bersyukur bahwa ada satu sosok lain yang bertolak belakang dengan keadaan Adam.  Dia adalah Yesus Kristus, manusia yang sempurna, tidak diciptakan, tidak sombong, tidak degil, dan tidak bodoh seperti Adam.  Keterbatasan dan kelemahan-Nya hanyalah karena Dia yang adalah Allah telah dibatasi dan lemah secara fisik, ruang dan waktu sebagai manusia.&lt;br /&gt;Yesus Kristus adalah pribadi yang membawa seluruh umat manusia dalam kebenaran.  Tidak ada dosa di dalam-Nya.  Hal ini menjadikan Dia pantas menjadi kurban yang sempurna dengan darah yang kudus dari keAllahan-Nya.  Yesus Kristus membawa dampak yang lebih dahsyat dari dosa yang dibawa oleh Adam.  Hal yang seharusnya tidak pantas dialami oleh setiap kita yang berdosa telah dikerjakan dengan sangat luar biasa oleh Yesus.  Kasih karunia dan pengorbanan-Nya di kayu salib telah menyelamatkan saudara dan saya dari belenggu dosa dan maut yang kekal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya katakan di awal, berbicara Adam dan Kristus, maka kita akan melihat dua sosok/pribadi yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia.  Tetapi saya tambahkan, pribadi Kristus tidak hanya mempengaruhi namun mengubahkan hidupmu dan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dia ubahku, oh . .  Jurus’lamat.  Ku tidak seperti yang dulu lagi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-9097004770971675213?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/9097004770971675213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=9097004770971675213&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/9097004770971675213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/9097004770971675213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/12/kristus-membereskan-masalah-adam.html' title='Kristus Membereskan Masalah Adam'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-4700906963434736272</id><published>2007-12-30T21:31:00.000-08:00</published><updated>2007-12-30T21:37:40.442-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Yesus Kristus—Raja di dalam hatimu</title><content type='html'>Selamat natal SS….Berbicara natal tahun ke tahun berita natal yang sesungguhnya mulai memudar bahkan sudah mengalami distorsi/penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Koran Kompas kemarin meliput mal-mal di Jakarta yang juga merayakan natal. Kompas memberi judul “Musim `salju` di Jakarta.” Di Mal Taman Anggrek tampak hutan pinus dengan salju putih menyelimuti pucuk daun. Rusa dan beruang robot berkeliaran di tengah salju. Di tengah rindangnya pohon, ada pondok kayu di mana Santa Klaus duduk menunggu pengunjung. Ketika ditanya kepada humas Taman Anggrek, mengapa memilih salju? Dia mengatakan, “Salju, pohon pinus, dan Santa Kluas diidentikkan orang dengan natal.” Di Senayan City mengangkat tema Fantasy Land. Di sana ada boneka Teddybear dan pohon natal yang tersusun dari kepingan lego. Mal Ciputra juga menyebut areanya Fantasyland. Di Mal Kelapa Gading dan Summarecon Mal Serpong Tangerang berdiri istana negeri dongeng lengkap dengan penghuninya yaitu Disney Princess, para putri dari Dongeng Walt Disney. Di Mal Artha Gading memberi tema Christmas Wonderland. Di sana berdiri rumah kurcaci dari gabus berwarna merah putih. humas mal Artha Gading berkata, “Anak-anak cenderung suka dengan hal-hal berbau kartun dan kisah-kisah dongeng.” Pertanyaannya sekarang adalah dimana Yesus? Tidak ada kelahiran Yesus. Sinterklas, kurcaci-kurcaci sudah menggantikan Yesus. Hal ini mungkin wajar di Indonesia yang bermayoritas bukan Kristen. Tetapi bagaimana dengan Di Amerika yang hampir seluruh penduduknya mengklaim diri anak Tuhan? Menurut survei yang saya dengar baru-baru ini di Amerika ketika mereka ditanya apa yang mereka pikirkan ketika mendengar kata natal? ± 85% natal adalah pohon natal. ± 65% natal adalah santakalus. ± 35% natal adalah makanan enak dan hadiah. ± 8% natal adalah kelahiran Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak hanya itu. Film2 selama musim natal mencoba mendistorsi makna natal karena waktunya tepat untuk membuat anak-anak lupa bahkan membuang Yesus jauh2. Misalnya: beberapa minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 7 Desember perdana ditayangkan sebuah film di Amerika, dan segera atau mungkin sudah tayang di sini yang berjudul The Golden Compass (sudah ada yang nonton?). film ini diiklankan besar-besaran selama musim natal untuk menjadi tontonan hiburan bagi anak-anak. Film ini sebenarnya diambil dari trilogi buku Phillip Pullman yang berjudul “His Dark Materials” (Sisi gelap Allah). Dari judulnya tentu kita tahu bahwa Pullman bukan seorang Kristen. Ya! Ia adalah seorang ateis (orang yang tidak percaya bahwa Allah itu ada). Pullman dikenal sebagai seorang ateis yang militan menentang C.S. Lewis dan karyanya "Chronicles of Narnia". Motivasinya adalah untuk menandingi perlambangan Kristus di dalam serial Narnia (Aslan singa adalah penggambaran Yesus). Film The Golden Compass memang dibuat lebih halus daripada bukunya tetapi film ini telah disebut sebagai "ateisme bagi anak-anak." film2 seperti ini mencoba menyelewengkan makna natal karena waktunya tepat untuk membuat anak-anak lupa kepada Yesus. Bahkan, dikatakan, “Ini adalah fantasi alam semesta, di mana penyihir itu baik, gereja itu jahat, dan akhir dari segala sesuatunya adalah Tuhan sudah mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal bukan lagi HOLY DAY (hari yang kudus) tetapi menjadi HOLIDAY (liburan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa makna natal mengalami penyimpangan? Semua dikarenakan dosa manusia.&lt;br /&gt;1. Karena dosa, orang yang tidak percaya kepada Tuhan tidak akan pernah mengerti arti natal yang sesungguhnya. Bahkan, mereka akan terus berusaha melawan keberadaan Tuhan.&lt;br /&gt;2. Karena dosa, orang yang percaya pun terpengaruh suara dunia yang menjadikan berita natal—Kelahiran Yesus—membosankan. Seperti lagu dari seorang jemaat di gereja saya, “Dia lahir untuk kami, Dia mati untuk kami, biarin…biarin….aja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi SS tahu bahwa berita yang sudah ± 2000 tahun ini yang kedengarannya membosankan justru akan membawa kedamaian di dalam hatimu. Damai yang dunia tidak dapat beri sampai kapanpun. Damai yang kau butuhkan di tengah-tengah masalah hidupmu dan pergumulanmu. Damai antara dirimu yang berdosa dan Tuhan—Sang Juruselamat. Karena itulah sore ini saya rindu kita kembali merenungkan arti natal yang sesungguhnya sehingga ada damai yang kamu rasakan antara kamu dan Tuhan penciptamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita buka Yohanes 18:37!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, Kaisar Jepang Akihito dan permaisuri Michiko memiliki seorang putri yang bernama Putri Sayako. Beberapa tahun yang lalu ada peristiwa yang mengharukan yang terjadi kepada Putri Sayako. Di usianya yang berumur 36 tahun, ia melepas masa lajangnya dengan menikahi seorang staf pemerintah Jepang yang bernama Yoshiki Kuroda berumur 40 tahun. Seorang putri kerajaan menikah dengan seorang rakyat jelata. SS tahu apa resiko yang harus diterima putri Sayako? Dia harus kehilangan gelar kerajaannya dan harus hidup seperti layaknya rakyat jelata lainnya. Dia harus belajar menyetir mobilnya sendiri. Ia harus belajar berbelanja ke supermaket sendiri tanpa ada pengawal atau pembantu-pembantu yang melayaninya. Dia harus terbiasa hidup sebagai rakyat jelata. Yang mulia itu sekarang menjadi biasa. Putri Sayako memilih kekasihnya daripada kekayaan dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SS, kisah pengorbanan seperti ini lebih agung lagi kita akan temukan di dalam diri Tuhan Yesus, Allah yang bertahta di sorga tetapi mau turun ke dalam dunia menjadi manusia. Ia memilih dunia dan meninggalkan takhta kemuliaan-Nya di surga. Untuk apa? Kedatangan-Nya ke dalam dunia untuk menjadi Raja di dalam hatimu dan hatiku. Tetapi masalahnya, tidak semua orang menerima Dia sebagai Raja. Yesus ditolak sejak Dia lahir bahkan sampai Ia mati di kayu salib. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agenda manusia—orang-orang Yahudi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi di dalam bagian yang kita baca sangat membenci Yesus. Pilatus tidak mengerti mengapa orang yang tidak bersalah ini hendak dihukum mati oleh orang Yahudi. Setidaknya ada 3 kali Pilatus berkata, “aku tidak mendapai kesalahan apapun pada-Nya.” Bahkan klimaksnya Pilatus berusaha membebaskan Yesus (Yoh. 19:12a). Mengapa orang Yahudi benci sekali dengan Yesus? Sampai-sampai mereka mengusulkan kepada Pilatus untuk mengganti tulisan di atas kayu salib Yesus (19:21) yang bertulis, “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi” harus diganti dengan tulisan, “Yesus, orang Nazaret, Aku adalah Raja orang Yahudi” Biar Dia ngaku2 sendiri kalau Dia seorang Raja. Sory, kami gak punya Raja seperti Dia!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua dikarenakan agenda mereka, harapan mereka beratus-ratus tahun lamanya untuk menantikan raja yang akan membebaskan mereka dari penindasan dan kesengsaraan hilang sudah. Kalau SS baca di pasal-pasal sebelumnya, orang-orang Yahudi hendak mengangkat Yesus secara paksa sebagai raja setelah mereka melihat Yesus membuat mujizat dengan memberi makan 5000 orang tetapi Yesus menyingkir (Yoh. 6:15). Ini dia tokoh Pembebas kita yang dijanjikan sejak zaman nenek moyang kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya mereka memang meragukan Yesus. Dengan kata lain, “Mungkinkah seorang bayi yang lemah, dari keluarga miskin, dapat membebaskan kita dari penindasan Roma dan memberikan keamanan di dalam hidup kita?” Mereka ragu, Tetapi ketika melihat Yesus melakukan banyak mujizat, mereka takjub dan berharap Yesus akan menjadi pembebas dan Raja mereka yang perkasa. Tetapi lambat laun justru apa yang mereka dapat? Seseorang yang lemah yang justru suka menolong orang, membiarkan dirinya dicaci maki dan akhirnya membiarkan dirinya disalib. Apakah ini yang pantas disebut raja? Tidak heran mereka sangat membenci Yesus terlebih lagi ketika Yesus mengaku diri-Nya sebagai Allah, jangankan menjadi Allah, menjadi raja di dunia saja Yesus tidak punya tampang. Kalau kalian ke Israel, maka kalian akan mendapati bahwa orang-orang Israel masih menanti-nantikan Juruselamat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah agenda manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang senator Amerika bernama Ernie Chambers dari negara bagian nebraska yang juga punya agenda sendiri tetapi justru koran menuliskan senator ini sudah gila. Senator ini mengajukan gugatan hukum kepada Tuhan atas segala bencana yang Tuhan turunkan ke dunia. Dia mengatakan, “Tuhan telah menyebabkan banjir, badai, gempa, dan tornado yang mengerikan.” Senator ini meminta pengadilan mengambil keputusan permanen yang melarang Tuhan mengeluarkan ancaman teror. Gugatan Chambers menunjukkan bahwa Chambers berusaha menghadirkan Tuhan ke dunia. “Keluarlah di manapun Engkau berada!” mungkin begitu teriak Chambers. Hingga kini penggugat belum bisa dimintai komentar. Tuhan pun sampai saat ini belum menanggapi gugatan itu. Aya aya wae!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dosa, manusia mencari Tuhannya sendiri. Karena dosa, manusia mencari kebenarannya sendiri. Tetapi juga Karena dosa, manusia tidak akan pernah menemukan kebenaran dan keselamatan yang sejati. Yesus tidak melawan karena Yesus datang dan lahir ke dalam dunia bukan untuk memenuhi agenda orang-orang Yahudi/manusia tetapi Ia datang untuk memenuhi agenda Allah Bapa di Sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Agenda Allah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agenda Allah adalah mengutus Yesus, Anak-Nya yang tunggal datang ke dalam dunia untuk merebut kembali kerajaan-Nya dari tangan Iblis. Itu lebih penting dari sekedar melawan pemerintahan Romawi. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, maka kerajaan Allah di dunia dikuasai oleh Iblis. Manusia yang adalah kekasih Allah sudah dikuasai oleh kegelapan. Hati manusia dikuasai dosa. Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari dosa-dosa yang membelenggu dan mereka sangat membutuhkan Juruselamat. Allah merencanakan keselamatan itu dengan kelahiran Yesus ke dalam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mengapa Yesus tidak melakukan perlawanan secara fisik karena Ia datang dengan satu tujuan, mati di kayu salib. Hanya Dengan cara inilah dosa manusia ditebus. Sangat ironis memang, di kala mereka menyalibkan Yesus, salib itu justru yang menebus dosa mereka. Karena itu Natal identik dengan salib karena dari kelahiranlah perjalanan salib Yesus dimulai.&lt;br /&gt;Saya membayangkan seluruh isi surga selama ± 33 tahun sepertinya sedang mengarahkan pandangan mereka dengan serius ke dalam dunia, mengamati Raja mereka yang sedang mengemban Misi Surgawi. Sedih ketika melihat Raja mereka menangis, kedinginan dan badannya tertusuk oleh jerami palungan. Marah ketika melihat tidak ada tempat yang layak bagi kelahiran Raja mereka, yang ada hanyalah palungan. Marah ketika melihat Raja mereka ditampar dan diludahi dan disalibkan. SPEAK UP GOD! Tetapi inilah yang Kristus jalani demi kebenaran yang harus diberitakannya yaitu datang ke dalam dunia untuk menyerahkan diri-Nya bagi tebusan banyak orang. Setiap orang yang adalah milik Tuhan akan mendengar suara-Nya seperti seekor domba yang mengikuti gembalanya karena domba itu mengenal suara gembalanya. Domba yang tidak percaya kepada gembalanya akan lari ketika mendengar suara yang asing baginya. Pilatus “lari” dari hadapan Tuhan. Ia sudah diperhadapkan dengan terang dunia itu dan ketika harus memilih, ia memilih tetap di dalam kegelapan. Pengadilan yang sementara bagi Yesus berubah menjadi pengadilan yang kekal bagi Pilatus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan kamu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu saat inipun sedang lari dari hadapan Tuhan? Apakah kamu domba yang terhilang? Apakah kamu sudah memiliki Yesus di hatimu? Kalau belum, maukah engkau berkata”, Tuhan, saya mengerti sekarang untuk apa Engkau datang ke dalam dunia, yaitu untuk menyelamatkan saya dari dosa, karena itu masuklah ke dalam hati saya dan menjadi Juruselamat saya.” Maukah kamu menyambut kasih-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid Tuhan Yesus juga lari pada malam Yesus disalib. Tetapi mereka tidak lari untuk selamanya. Iman mereka bertumbuh di dalam pemeliharaan Tuhan. Berita kebangkitan Yesus menjadi berita kemenangan mereka akan dosa-dosa. Mereka menjadi pemenang-pemenang yang tidak hanya memiliki Yesus sebagai Raja di hati mereka tetapi di dalam sepanjang hidup mereka, mereka menempatkan Yesus selalu menjadi Raja. Lihat Petrus, ia mati disalibkan dengan kepala di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Andreas mati disalibkan.&lt;br /&gt;2) Matius mati dibunuh dengan pedang.&lt;br /&gt;3) Yohanes mati secara biasa tetapi dia pernah dimasukkan ke dalam minyak yang panas.&lt;br /&gt;4) Yakobus, anak Alfeus mati disalibkan.&lt;br /&gt;5) Filipus mati disalibkan.&lt;br /&gt;6) Simon mati disalibkan.&lt;br /&gt;7) Tadeus mati dibunuh dengan panah.&lt;br /&gt;8) Tomas si peragu mati ditusuk dengan pedang.&lt;br /&gt;9) Bartolomeus mati disalibkan.&lt;br /&gt;10) Yakobus, anak Zebedeus mati dibunuh dengan pedang.&lt;br /&gt;11) Dan banyak lagi orang-orang yang hidup menempatkan Yesus sebagai Raja di dalam hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus berkata, “&lt;em&gt;namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu mengibaratkan di dalam hati kita ada sebuah takhta kursi yang megah. Masalahnya siapakah yang duduk di atasnya? Iblis? Kamu? Atau Yesus? Kalau kau sudah menerima Yesus maka Iblis tentu tidak lagi menguasaimu. Tetapi belum tentu kita menaikkan Yesus di kursi hati kita dan membiarkan-Nya mengendalikan hidup kita. Kita masih bercokol di sana dan tidak mengijinkan Yesus yang bertahta di hati kita. Tidak heran kalau kita masih menggemari dosa-dosa tertentu, dan tidak rindu bertumbuh dalam iman. Biarlah momen natal tahun menjadi saat di mana engkau yang sudah sekian tahun mengaku percaya kepada Tuhan merenungkan kembali apakah hidupmu sudah menyenangkan hati-Nya? Apakah Tuhan segala-galanya bagimu? Apakah ketika engaku belajar, ada kerinduan untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan? Apakah engkau rindu untuk merenungkan firman-Nya setiap hari? Apakah engkau rindu memiliki karakter serupa Kristus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan menutup kotbah saya dengan sebuah kisah nyata di Filipina.&lt;br /&gt;Andy, Adalah seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah bebatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya di mana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja setiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan. Tindakannya selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.&lt;br /&gt;"Bagaimana kabarmu Andy? Apakah kamu akan ke sekolah?""Ya, Bapa Pendeta!" Balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyeberang jalan raya sendirian. Setiap kali pulang sekolah kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan menemani kamu ke seberang jalan. Jadi dengan cara tersebut saya bisa memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."&lt;br /&gt;"Terima kasih, Bapa Pendeta.""Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"&lt;br /&gt;"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan... sahabatku."Dan Pendeta itu segera meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tapi kemudian Pendeta tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.&lt;br /&gt;Andy berkata...Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya.&lt;br /&gt;Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini. Terima kasih buat kue ini Tuhan! Aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya. Lucunya, aku nggak begitu lapar.&lt;br /&gt;Lihat, ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa... paling tidak aku tetap dapat pergi ke skolah.&lt;br /&gt;Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa temanku sudah berhenti sekolah. Tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi. Tolong Tuhan...&lt;br /&gt;Oh ya, Engkau tahu ibu memukulku lagin karena aku nakal. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.Tuhan, Engkau mau lihat lukaku? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, di sini... di sini... aku rasa Engkau tahu yang ini kan? Tolong jangan marahi Ibuku ya? Dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makanan dan biaya sekolahku... Itulah mengapa dia memukul kami.&lt;br /&gt;Oh Tuhan... Aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik di kelasku, namanya Anita. Menurut Engkau apakah dia akan menyukaiku? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.&lt;br /&gt;Hei... ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu. Aku berharap Engkau akan menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang.&lt;br /&gt;Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta itu, "Bapa Pendeta, Bapa Pendeta, aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyeberang jalan sekarang!"Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andy tidak pernah absen sekalipun.&lt;br /&gt;Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah... suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.&lt;br /&gt;Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja diserahkan pengelolaannya kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga sering mengutuki orang yang menyinggung mereka&lt;br /&gt;Mereka sedang berlutut memegangi rosario mereka ketika Andy tiba dari pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan... Aku...""Kurang ajar kamu bocah!!! Tidakkah kamu lihat kami sedang berdoa???!!! keluar...!!! "Andy begitu terkejut, "Di mana Bapa Pendeta Agaton? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya. Dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, ini hari ulang tahun-Nya, aku punya hadiah untuk-Nya...&lt;br /&gt;"Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.&lt;br /&gt;Sambil membuat tanda salib ia berkata "Keluarlah bocah... kamu akan mendapatkannya!!Oleh karena itu Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mulai menyeberang ketika tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang, sebab di situ ada tikungan yang tidak terlihat pandangan.Andy melindungi hadiah tersebut di dalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut.&lt;br /&gt;Waktunya hanya sedikit untuk menghindar, tapi itu tidaklah cukup...Dan...Andy pun tewas tertabrak. Orang-orang di sekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang yang tak bernyawa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andy anak ini mati di dalam Tuhan, tetapi terlebih lagi, ia memiliki kedekatan dengan Tuhan dan rindu selalu menyenangkan hati Tuhan. Kisah selanjutnya memang diceritakan bahwa Tuhan berkenan kepada anak ini. Tuhan senang sekali menerima hadiah dari Andy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai kamu yang mengaku percaya kepada Tuhan, dekatlah kepada Yesus karena Ia sudah hadir di dalam hatimu. Tinggikan Dia di dalam hatimu sebagai Rajamu yang memerintah hidupmu. Dia sungguh mengasihimu, Apakah kamu sungguh mengasihi-Nya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-4700906963434736272?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/4700906963434736272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=4700906963434736272&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4700906963434736272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4700906963434736272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/12/yesus-kristusraja-di-dalam-hatimu.html' title='Yesus Kristus—Raja di dalam hatimu'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-107309760941642936</id><published>2007-12-13T18:43:00.000-08:00</published><updated>2007-12-13T18:45:04.623-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kasih Itu Nyata</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1 Yohanes 3:11-18&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang kisah Alkitab, saya mendapati setidaknya ada 2 hal yang sangat jelas dikerjakan Allah sebagai bukti kasih-Nya kepada kita (tanpa bermaksud mengabaikan kisah lainnya): (1) Kelahiran Tuhan Yesus ke dalam dunia (natal); dan (2) kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib (Jumat Agung).  Kedua bukti ini sangat menunjukkan Allah tidak sekadar cuap-cuap di PL, tetapi justru perbuatan kasih-Nya yang nyata melahirkan PB yang bercerita panjang lebar mengenai Yesus Kristus—Kasih yang nyata itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasul Yohanes yang surat-suratnya dipenuhi dengan nada kasih mengingatkan kepada orang-orang Kristen bahwa orang-orang Kristen harus mengasihi dengan nyata—melalui perbuatannya— seperti kasih yang nyata dari Allah bagi manusia.  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sudah dibenarkan oleh Kristus pastilah orang-orang yang mau (atas dasar kasih Kristus) dan mampu (atas dasar kekuatan dari Roh Kudus) melakukan apa yang Kristus perintahkan.  Memang ini menjadi sebuah pergumulan seumur hidup bagi orang Kristen.  Tetapi akan sulit dipahami jika orang Kristen membenci seseorang kemudian terus menerus membenci tanpa adanya suatu usaha yang kuat melawan kebencian itu dan menggantinya dengan kasih dan pengampunan.  Sulit dipahami!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain seperti yang Yohanes ingin sampaikan, apakah mungkin orang yang mengaku menerima kasih Allah dengan mudahnya membenci saudaranya?  Jangan-jangan ia hanya mengaku-ngaku sudah menerima kasih Allah (ay. 15).   Apakah mungkin orang yang mengaku menerima pengorbanan Yesus menutup hatinya terhadap saudaranya yang kesusahan?  Sekali lagi, jangan-jangan ia hanya mengaku-ngaku saja (ay. 17).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Benar bahwa kita dibenarkan karena iman saja, tetapi iman itu harus terlihat melalui apa yang kita perbuat bagi Tuhan.  Marilah kita melangkahkan iman kita lebih lagi dengan perbuatan kita sehingga orang-orang dapat yakin berkata, “engkau memang anak-anak Allah” (1Yoh. 3:10). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita diselamatkan hanya karena iman saja, tetapi imanmu harus dinyatakan dengan perbuatanmu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-107309760941642936?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/107309760941642936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=107309760941642936&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/107309760941642936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/107309760941642936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/12/kasih-itu-nyata.html' title='Kasih Itu Nyata'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-1061907235131797953</id><published>2007-12-05T21:23:00.000-08:00</published><updated>2007-12-05T21:28:53.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi Buku'/><title type='text'>Ringkasan Buku Doktrin yang Sulit Mengenai Kasih Allah (1)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;D. A. Carson&lt;br /&gt;Penerbit Momentum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Buku ini sangat inspiratif sekali bagi saya sejak awal halaman sampai pada akhirnya&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENGENAI PENDISTORSIAN TERHADAP KASIH ALLAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A. Mengapa doktrin mengenai kasih Allah dianggap sulit?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di antara dunia dan kekristenan terjadi perbedaan yang sangat signifikan di dalam memaknai tentang kasih Allah.  Doktrin mengenai kasih Allah menurut Alkitab sudah diganti dengan paham kasih yang sekedar menghibur dan hampir selalu menggambarkan bahwa kekuatan tertinggi memiliki sifat yang baik.  Misalnya dalam film Star Wars yang membahas mengenai Force yang ambigu tetapi condong kepada kemenangan akhir diraih oleh sisi “terang” dari Force.  ET, yang menggambarkan dongeng inkarnasi yang menyentuh hati yang mencapai klimaksnya pada kebangkitan dan kenaikan.  Kemudian film Contact yang menunjukkan suatu intelegensia yang tidak dijelaskan dipenuhi dengan kasih, pemeliharaan yang bijak, dan menimbulkan kekaguman (wawasan dunianya monistis, naturalis, dan pluralis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kasih Allah telah disanitasi, didemokratisasi, dan yang terpenting sudah dijadikan sentimental.  Sekarang ini, banyak orang yang kelihatannya tidak sulit untuk mempercayai kasih Allah; mereka lebih sulit untuk mempercayai keadilan, murka, dan kebenaran yang tidak berkontradiksi mengenai Allah yang Mahatahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gerakan Postmodernisme menjadikan doktrin kasih Allah universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ketidakmampuan kita yang tersebar luas untuk memikirkan secara mendalam pertanyaan-pertanyaan fundamental (mis. Mengapa Tuhan mengijinkan kelaparan massal atau Hitler dan Pol Pot berkuasa membantai manusia?) yang memampukan kita untuk mempertahankan doktrin Allah dalam proporsi dan keseimbangan yang alkitabiah (Tertantang?—red.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kasih Allah kadang-kadang digambarkan di dalam lingkungan Kristen sebagai sesuatu yang lebih mudah dan lebih jelas daripada kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B. Beberapa cara berbeda yang dipakai Alkitab dalam membicarakan kasih Allah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Kasih Allah yang intra-Trinitarian. &lt;br /&gt;2. Kasih providensial Allah kepada semua orang yang telah diciptakan.&lt;br /&gt;3. Maksud penyelamatan Allah terhadap dunia ciptaan-Nya yang telah jatuh ke dalam dosa (condong Arminian).&lt;br /&gt;4. Kasih Allah yang khusus, efektif, dan selektif kepada umat pilihan-Nya (condong Calvinis).&lt;br /&gt;5. Kasih Allah kadang-kadang dikatakan ditujukan kepada umat-Nya dengan suatu cara yang sementara atau bersyarat—yaitu bersyaratkan ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan bab 1:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Kita tidak boleh melihat cara-cara membicarakan mengenai kasih Allah ini sebagai kasih-kasih yang berdiri sendiri dan terkotak-kotak. Tidak akan membantu jika kita mulai dengan terlalu sering berbicara mengenai kasih Allah yang providensial, kasih-Nya yang memilih, kasih-Nya yang intra-Trinitarian, dan sebagainya, seolah-olah masing-masing terisolasi dari yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kita juga tidak dapat membenarkan salah satu dari cara-cara untuk berbicara mengenai kasih Allah seperti ini dikurangi oleh yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahkan, kita tidak dapat, sekalipun berdasarkan bukti Kitab Suci, membenarkan salah satu cara itu untuk menundukkan cara-cara lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;The Truth&lt;/em&gt;: kita harus menggenggam kebenaran-kebenaran ini secara bersamaan dan belajar mengintegrasikan semuanya dalam proporsi dan keseimbangan yang alkitabiah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Disadur dari D. A. Carson&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-1061907235131797953?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/1061907235131797953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=1061907235131797953&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1061907235131797953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1061907235131797953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/12/ringkasan-buku-doktrin-yang-sulit.html' title='Ringkasan Buku Doktrin yang Sulit Mengenai Kasih Allah (1)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-4062790042838726455</id><published>2007-11-28T20:14:00.000-08:00</published><updated>2007-11-28T20:17:11.994-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tenanglah!  Aku Ini, Jangan Takut!</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Matius 14:22-33&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hidup kita seringkali kita sulit merasakan kehadiran Tuhan.  Kita merasa sendirian menghadapi masalah hidup kita.  Bahkan kadang kita meragukan apakah sebenarnya Tuhan benar-benar ada menyertai kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi di dalam diri murid-murid Yesus.  Mereka kewalahan menghadapi ganasnya gelombang dan berusaha dengan kekuatan sendiri untuk mengatasi masalah ini.  Ketakutan dan kekuatiran tersebut sampai meragukan bahwa Tuhan sebenarnya sudah hadir untuk menolong mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 alasan mengapa kita sulit merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, karena kita belum mengenal-Nya dengan benar.  Murid-murid menyangka mereka melihat hantu sampai mereka teriak-teriak ketakutan.  Kekuatiran menutupi iman mereka padahal mereka baru saja melihat Yesus membuat mujizat dengan memberi makan lebih dari 5000 orang (Mrk. 6:52).  Tidak heran, keluar pengakuan dari mulut mereka, “sesungguhnya Engkau Anak Allah (ay. 33)”  Mereka baru saja benar-benar menyadari siapakah Guru mereka ini.  Apakah saudara sudah mengenal Tuhan dengan benar?  Kenallah Dia dengan benar melalui firman-Nya!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, karena kita belum mengakui kuasa-Nya.  Petrus meragukan kehadiran Tuhan sehingga ia membutuhkan pembuktian.  Tuhan membuktikan dengan kuasa mengijinkan Petrus merasakan bagaimana bisa berjalan di atas air.  Tetapi kekuatiran belum juga jauh dari diri Petrus sehingga ia mulai tenggelam.  Belajar dari Petrus, kita perlu sekali mengakui bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk menolong kita keluar dari masalah kita.  Tetapi Ia tidak akan membabi buta menolong kita bila itu tidak akan memuliakan nama-Nya.  Karena itu, poin pertama yaitu pengenalan yang benar akan Tuhan sangat penting untuk menolong kita memahami rencana dan waktunya kuasa Tuhan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kenallah Tuhan melalui firman-Nya sehingga saudara dapat mengakui kuasa-Nya yang bekerja sesuai waktunya Tuhan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-4062790042838726455?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/4062790042838726455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=4062790042838726455&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4062790042838726455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/4062790042838726455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/11/tenanglah-aku-ini-jangan-takut.html' title='Tenanglah!  Aku Ini, Jangan Takut!'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-70296438799525049</id><published>2007-11-27T22:13:00.001-08:00</published><updated>2007-11-27T22:16:44.600-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Materi Seminar or Kotbah'/><title type='text'>Mengejar kekudusan di pelabuhan kasih karunia Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt; Matius 22:36-39; Yakobus 2:8-10; Ibrani 12:14&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seringkali kita diajak untuk mengejar kekudusan sebagai orang-orang yang sudah mengenal Tuhan, bahkan di dalam Alkitab sendiri, ajakan ini merupakan suatu perintah yang jelas sekali. Di dalam Ibrani 12:14, kata kejar di dalam mengejar kekudusan memiliki makna yang sangat kuat sekali, arti kata mengejar ini sama seperti keinginan yang kuat sekali untuk menganiaya, mencelakakan bahkan membinasakan (seperti kalau kita yang berani sama tikus akan mengejar tikus sampai dapat dan dipukul sama sapu sampai mati). Dengan kata lain, usaha mengejar kekudusan adalah satu usaha yang sangat dahsyat. Kejarlah kekudusan dengan seluruh upaya, tenaga dan usahamu!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena mengejar kekudusan suatu perintah, maka sudah menjadi suatu keharusan untuk selalu hidup dalam kekudusan. Tidak ada kompromi dengan dosa lagi melainkan harus yang ada di dalam pikiran dan hati untuk hidup kudus. Dengan demikian, usaha mengejar kekudusan harus dilakukan terus menerus, tidak boleh ada kemalasan, acuh tak acuh, atau komitmen setengah hati. Dengan kata lain, selalu dan selalu terus rindu mengikuti Tuhan!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun masalahnya adalah seringkali kita melakukan pengejaran kekudusan ini dengan kekuatan diri sendiri. Kita merasa mampu melakukannya sendiri. Namun seberapa mampu kita mengejar kekudusan? Seberapa kuat kita dapat berusaha? Seberapa lama kita dapat bertahan?Ketika orang-orang Farisi bertanya kepada Tuhan, “Guru, hukum mana yang terutama?” Dengan kata lain, “Guru, bagaimana kami dapat dikatakan kudus?” Tuhan berkata, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Totalitas hidupmu selalu untukku! Tidak boleh ada satu pun pelanggaran. Yakobus 2:10 berkata, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau jawaban Yesus menjadi patokan bagi kekudusan kita, maka apakah kita sudah mampu mencapainya? Dan kalau kita tidak akan mampu mencapainya, apakah Yesus akan meringankan syaratnya? Kita tahu bahwa Yesus justru berkata di dalam Matius 5:48, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”Karena itu kalau bpk/ibu dan sdr2 serius di dalam mengejar kekudusan, maka seringkali kita akan stres, frustasi, merasa tidak layak, rasa bersalah, kecewa, dan putus asa ketika kita jatuh lagi dan jatuh lagi dalam dosa. Memang perasaan-perasaan ini bisa membantu kita untuk bangkit lagi namun percaya atau tidak, biasanya hanya bersifat sementara. Ada banyak orang Kristen yang tertekan dengan kebiasaan2 buruk yang sulit sekali dihilangkan. Pikiran2 lama yang kotor atau penuh kebencian/dendam yang sulit sekali dilupakan. Kalau sudah demikian, bagaimana kita seharusnya mengejar kekudusan? Apakah kita mampu mengikuti Yesus yang sempurna itu?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mampu! Tapi bukan dengan usaha kita sendiri. Bpk/ibu dan sdr2 yang dikasihi Tuhan, mengejar kekudusan memang adalah suatu usaha manusia yang dituntut oleh Allah, namun usaha kita akan menemui halangan, frustasi dan putus asa kalau kita tidak berlabuh di dalam kasih karunia Tuhan. Kita tidak akan mampu mengejar kekudusan dengan usaha/kinerja kita semata. Penghayatan akan kasih Kristus di dalam hidup kita akan memotivasi kita seumur hidup!Kita harus ingat dan percaya bahwa ketika kita percaya kepada Tuhan dan tinggal di dalam Tuhan, maka firman Tuhan katakan di dalam Roma 8:1, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.” Darah Kristus dia atas kayu salib sudah membuat kita sempurna di mata Allah. Yesus sudah menjadi wakil kita yang sempurna di hadapan Bapa di Sorga (berita sepanjang kitab Ibrani). Jadi, ketika dikatakan, sempurnalah kamu seperti Bapamu yang di Sorga adalah sempurna, maka kita sebenarnya yang ada di dalam Tuhan sudah sempurna (kita seperti seorang pelari yang berlari di sebuah gelanggang olahraga. Kita berlari bukan untuk mendapatkan kemenangan, tetapi kita berlari untuk menggenapkan kemenangan).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, ketika kita jatuh ke dalam dosa dan kita minta ampun kepada Tuhan dengan sungguh2, kita pasti akan mendapatkan pengampunan tersebut. Tidak heran Paulus berkata di dalam Roma 5:20-21, “Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi mungkin bpk/ibu dan sdr2 bertanya, kalau begitu enak yah jadi orang Kristen. Kita berbuat dosa saja sebanyak-banyaknya, toh ketika kita minta ampun sama Tuhan, Tuhan pasti ampuni kita. Atau dengan kata lain, ngapain susah2 kejar kekudusan, kalau toh Tuhan pasti mengampuni kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pemahaman ini sebenarnya sudah diantisipasi Paulus ketika dia mengungkapkan Roma 5:20-21. Paulus mencegah orang-orang memandang rendah kasih karunia Allah. Karena itu dia berkata dalam Roma 6:1-4, “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu diulang lagi oleh Paulus agar pemahaman ini jelas di ayat 15-16, “Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?” (bdk. Gal 5:13, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih”).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi, tidak mungkin orang yang sudah ada di dalam kasih karunia Tuhan akan senang dengan kubangan dosa, menikmati dosa itu bahkan merancangkan dosa di dalam hidupnya. Tidak mungkin orang yang sudah ada di dalam kasih karunia Tuhan tidak menyiapkan strategi/strategi atau usaha-usaha untuk melawan dosa/kebiasaannya yang buruk. Tentu ada dorongan yang kuat untuk melawan dosa dan membuang kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Pergumulan melawan kedagingan adalah pergumulan seumur hidup, namun kita dapat mengecilkan pengaruh dosa/kedagingan tersebut dengan pertolongan kasih karunia Tuhan yang dikerjakan Roh Kudus di dalam hidup kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mari kita selalu berlabuh di dalam kasih karunia Tuhan dengan menghayati pengorbanan Yesus di atas kayu salib! Penghayatan akan anugerah Tuhan di dalam hidup kita akan membuat kita kembali bangkit dari kejatuhan kita karena Tuhan sudah mengampuni dosa kita. Penghayatan akan anugerah Tuhan juga akan mencegah kesombongan diri kita karena kita tahu bahwa ketika kita bisa menjaga kekudusan, itu semua semata karena Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita rindu untuk hidup kudus karena kasih kita kepada Tuhan, bukan lagi karena takut dihukum. Saudara mau hidup kudus dengan selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-70296438799525049?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/70296438799525049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=70296438799525049&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/70296438799525049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/70296438799525049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/11/mengejar-kekudusan-di-pelabuhan-kasih_27.html' title='Mengejar kekudusan di pelabuhan kasih karunia Allah'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-1941525109840455867</id><published>2007-11-09T21:33:00.000-08:00</published><updated>2007-11-09T21:37:00.571-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Alkitab Sebagai Dasar Mutlak Pemberitaan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Galatia 1:11-24&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegasan akan jabatan kerasulan yang sudah tidak ada lagi di dalam kekristenan saat ini sudah dengan gamblang dibahas beberapa hari ini.  Dan dengan gamblang pula dijelaskan bahwa fungsi/karunia kerasulan masih berjalan sampai saat ini dalam bentuk pengajaran yang sehat dan benar akan firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, seringkali di dalam pengajaran (bagi pendidik/ pengajar/hamba-hamba Tuhan) atau pendalaman kita secara pribadi (Saat teduh bagi jemaat), kita lebih banyak mempengaruhi Alkitab dengan pengalaman, sejarah, atau tradisi kita dibandingkan dengan yang seharusnya terjadi yaitu, Alkitab yang mempengaruhi kehidupan kita.  Dengan kata lain, Alkitab seharusnya dijadikan dasar/acuan segala sesuatu, bukan sekedar menjadi “keset” rohani yang dicocok-cocokkan dengan pengalaman, sejarah, atau tradisi kita, hanya semata-mata untuk mensahkan kepentingan pribadi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sangat penting sekali kita pegang di dalam hidup kita sehingga Alkitab/firman Tuhanlah yang menjadi dasar berpijak kita di dalam menjalani hidup ini.&lt;br /&gt;Bagaimana kita menjaga otoritas firman Tuhan di dalam kehidupan kita?  Rasul Paulus menyatakan bahwa dirinya sebagai Rasul dipercayakan tanggung jawab untuk menjaga otoritas firman ini.  Baginya, pengajaran firman Tuhan harus pengajaran yang sehat yang dinyatakan Tuhan kepada dirinya.  Paulus merindukan kita untuk mengikuti ajarannya (2Tim. 1:13).  Karena itu, Alkitab yang sudah dikanon oleh Bapa-bapa gereja sudah menjadi penyataan Allah yang cukup menjelaskan kepada kita akan Tuhan, tanpa perlu penambahan atau pengurangan dimanapun (Ul. 4:2; 12:32; Why. 22:18-19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, baik pendidik, pengajar, hamba-hamba Tuhan yang dipercayakan pemberitaan firman, maka kita harus selalu setia kepada Alkitab saja sebagai dasar pemberitaan yang mutlak.  Bagi setiap jemaat yang merenungkan firman Tuhan, maka mari kita menggumuli firman Tuhan dengan suatu bimbingan dari pendidik, pengajar, atau hamba-hamba Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rendahkanlah dirimu di hadapan kebenaran firman-Nya!&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-1941525109840455867?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/1941525109840455867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=1941525109840455867&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1941525109840455867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/1941525109840455867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/11/alkitab-sebagai-dasar-mutlak.html' title='Alkitab Sebagai Dasar Mutlak Pemberitaan'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-3289670163249671908</id><published>2007-11-01T23:06:00.000-07:00</published><updated>2007-11-22T21:50:06.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teologi dan Lingkungan'/><title type='text'>KEKRISTENAN DI TENGAH PELIKNYA MASALAH EKOLOGI (8)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KESIMPULAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Roma 8:19-23, sebuah misteri sedikit dibukakan oleh Paulus mengenai pengharapan yang berskala kosmik yaitu bagi seluruh ciptaan (animate and inanimate), bukan hanya untuk orang-orang percaya.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Seluruh ciptaan mendapat bagian di dalam penebusan anak-anak Allah. Dengan kata lain, seluruh ciptaan menerima pula penebusan yang Kristus kerjakan di atas kayu salib. Penebusan yang penuh pengharapan ini hanya akan terwujud secara sempurna ketika orang-orang percaya dimuliakan pada saat Tuhan Yesus datang kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penebusan yang bersifat kosmik ini dipersiapkan Allah ketika melihat Adam jatuh ke dalam dosa, yang membawa kepada kehancuran (Kej. 12-Why. 22). Kehancuran ini berdampak kepada seluruh ciptaan, dengan menarik seluruh ciptaan ke dalam keputusasaan dan kebinasaan. Seluruh ciptaan bersama-sama dengan orang percaya mengeluh dan menderita seperti ibu yang sakit bersalin. D. Martyn Lloyd-Jones menuliskan perhatiannya yang mendalam dengan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;em&gt; wonder whether the phenomenon of the spring supplies us with a part answer. Nature every year, as it were, makes an effort to renew itself, to produce something permanent; it has come out of the death and the darkness of all that is so true of the winter. In the spring it seems to be trying to produce a perfect creation, to be going through some kind of birth-pangs year by year. But unfortunately it does not succeed, for spring leads only to summer, whereas summer leads to autumn, and autumn to winter. Poor old nature tries every year to defeat the “vanity,” the principle of death and decay and disintegration that is in it. But it cannot do so. It fails every time. It still goes on trying, as if it feels things should be different and better; but it never succeed. So it goes on “groaning and travailing in pain together until now.” It has been doing so for a very long time . . . but nature still repeats the effort annually&lt;/em&gt;.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa manusia tersebut membawa kehancuran yang terekapitulasi sampai kepada seluruh ciptaan, tanpa kecuali. Rekapitulasi dosa ini merupakan perwujudan solidaritas antara manusia dengan seluruh ciptaan. Namun demikian, seluruh ciptaan dapat menerima akibat dosa Adam—kesia-siaan dan kebinasaan—karena ada pribadi yang menaklukkannya. Seluruh ciptaan tidak dapat menaklukkan dirinya sendiri, berbeda dengan Adam yang dapat menjatuhkan pilihannya untuk melanggar perintah Tuhan. Allah yang menaklukkan seluruh ciptaan kepada kesia-siaan dan kebinasaan karena manusia yang jatuh ke dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Allah tidak tinggal diam melihat hasil ciptaan-Nya hancur dan menjadi milik Setan. Allah melalui rencana penebusan-Nya akan merebut kembali seluruh milik kepunyaan-Nya—kerajaan-Nya. Allah menggunakan salib Kristus untuk merekonsiliasi segala sesuatu kepada diri-Nya sendiri, baik itu segala sesuatu yang ada di bumi dan di sorga, sehingga segala sesuatu tersebut dapat bersama-sama di bawah satu kepala, yaitu Yesus (Ef. 1:9-10; Kol. 1:19-20). Dengan kata lain, kalau seluruh ciptaan menerima dampak dosa manusia sehingga membawa mereka kepada kesia-siaan dan kebinasaan, maka penebusan yang diperoleh oleh manusia pun membawa dampak bagi seluruh ciptaan, karena penantian pengharapan seluruh ciptaan bergantung kepada penebusan tubuh dari orang-orang percaya&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[3]&lt;/a&gt;. Michael E. Wittmer menjelaskan posisi manusia dengan mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;We humans are the bull’s-eye of God’s grace, the target of his redemption. But through salvation begins with us, the God who redeems us does not want us to keep redemption to ourselves. He wants us to share his grace with the rest of creation, redeeming society, the animal kingdom, and even the earth itself&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesia-siaan dan kebinasaan yang dialami oleh seluruh ciptaan dan manusia hanya sementara sifatnya karena ketika anak-anak Allah dimuliakan yaitu di dalam tubuh kebangkitan, penebusan yang sempurna akan terjadi. Sedangkan bagi seluruh ciptaan, mereka akan diubahkan menjadi langit dan bumi yang baru sebagai tempat yang layak bagi tubuh yang baru dari manusia. “Tubuh kebangkitan” dari seluruh ciptaan adalah keharmonisan dan keteraturan kembali sama seperti awal penciptaan, bahkan jauh lebih indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, pelihara dah bumi ini! God bless!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;Cornelius Pantinga, Jr. berpendapat dunia ini tidak dibagi menjadi dua area yaitu area rohani dan sekuler, di mana penebusan hanya berlaku kepada area rohani. Dunia ini adalah utuh milik Allah, di mana dunia ini sudah jatuh dan perlu untuk ditebus—every last person, place, organization, and program; all “rocks and trees and skies and seas” (Engaging God’s World [Grand Rapids: Eerdmans, 2002] 96).&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref2" name="_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;Romans (Grand Rapids: Zondervan, 1980) 6.59-60.&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;[3]&lt;/a&gt;Kebergantungan seluruh ciptaan kepada pemuliaan orang percaya seharusnya tidak menjadi alasan bagi orang percaya untuk menggantikan ketuhanan Kristus atas seluruh ciptaan. Ketuhanan Kristus kepada seluruh ciptaan adalah bersifat langsung dan segera (&lt;em&gt;direct and immediate&lt;/em&gt;), tidak perlu dimediasi oleh orang-orang percaya. Bolt berkata, “&lt;em&gt;The consolation of believers, the confirmation of their sonship in the face of suffering, the certainty of their hope, all depends directly on Christ’s immediate lordship over the creation. The final glorious affirmation of Romans 8 that nothing in all creation can separate believers from God’s love in Christ depends fully on the immediate and direct lordship of Jesus Christ over creation, over the ‘principalities and powers’&lt;/em&gt;” (“The Relation” 45; penekanan oleh pengarang). Carl. F. H. Henry berkata, “&lt;em&gt;God made the universe through him and for him, and God redeems the universe through him. . . . All the fulness of the Godhead has its permanent abode in him alone (Col. 1:19); it is not distributed among a host of mediators. The cosmos, disordered and alienated from God through the rebellion and persistent disobedience of man, is restored to its true harmony through the act of sacrifice by which Christ makes atonement for sin. Similarly, in 1 Timothy Paul emphasizes both that there is but one God—‘not a lower creator God and a higher savior God’ as the Gnostics taught—and but ‘one mediator between God and men, the man Christ Jesus, who gave himself a ransom of all’ (2:5-6)&lt;/em&gt;” (“God, Revelation and Authority: God Who Speaks and Shows [Wheaton: Crossway, 1979] 60).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8394455240177517079-3289670163249671908?l=kianguan80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kianguan80.blogspot.com/feeds/3289670163249671908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8394455240177517079&amp;postID=3289670163249671908&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/3289670163249671908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8394455240177517079/posts/default/3289670163249671908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kianguan80.blogspot.com/2007/11/kekristenan-di-tengah-peliknya-masalah_01.html' title='KEKRISTENAN DI TENGAH PELIKNYA MASALAH EKOLOGI (8)'/><author><name>Kian Guan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07481661689485784847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_XeMueiFoBB0/R51UrmYBJeI/AAAAAAAAAAg/zDHxKoNaOeU/S220/kg+nyengir.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8394455240177517079.post-8740346273715142603</id><published>2007-11-01T22:57:00.001-07:00</published><updated>2007-11-22T21:49:30.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teologi dan Lingkungan'/><title type='text'>KEKRISTENAN DI TENGAH PELIKNYA MASALAH EKOLOGI (7)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ayat 21&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua dimensi yang dimiliki oleh kata “kemerdekaan,” yaitu dimensi negatif dan positif. Dimensi negatif yaitu kemerdekaan dari perbudakan kebinasaan jelas berbicara tentang kemerdekan dari dosa (Rm. 6:18, 22) dan hukum (Rm. 7:3; 8:2) yang mempersatukan keduanya sebagai bagian dari periode Adam. Lingkaran kematian yang menjadi karakteristik ciptaan akan berakhir pada saatnya nanti (lih. Kol. 3:4; 1Yoh. 3:2). Sedangkan dimensi positifnya, ciptaan akan masuk ke dalam kemerdekaan anak-anak Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan kata kemerdekaan menunjukkan bahwa, pemenuhan keselamatan yang total bagi seluruh ciptaan, hanya terjadi dengan dan hanya karena anak-anak Allah dimuliakan. Pada zaman sekarang, kemerdekaan yang dijanjikan belum sempurna, terkait dengan penderitaan, dosa dan kematian yang masih terjadi. Kemerdekaan akan sempurna ketika Allah menyempurnakan tujuan-Nya di dalam memahkotai manusia dengan kemuliaan (pemahaman &lt;em&gt;doxa&lt;/em&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt;; Mzm. 8:6; bdk. secara khusus &lt;em&gt;4 Ezra 7:96-98&lt;/em&gt;).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn2" name="_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman Paulus mengenai penebusan bagi seluruh ciptaan dapat ditemui juga di dalam tulisan apokaliptik Yahudi.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn3" name="_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Di dalam tulisan apokaliptik Yahudi, penebusan kepada ciptaan diasosiasikan dengan eskatologi orang percaya, sama seperti kerusakan seluruh ciptaan diasosiasikan dengan dosa manusia. Seluruh ciptaan akan dimuliakan ketika manusia menjadi sempurna dan taat kepada kehendak Allah. Setelah orang-orang tidak percaya dimasukkan ke dalam hukuman kekal dan orang-orang percaya memperoleh hidup kekal, seluruh alam ciptaan Tuhan akan berfungsi kembali secara harmonis (&lt;em&gt;Jubilee; Book of Parables 2; 4 Ezra; 2Bar.; Apocalypse of Moses&lt;/em&gt;).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn4" name="_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak hanya tulisan apokaliptik Yahudi yang mempengaruhi Paulus. Kitab-kitab PL khususnya Mazmur dan Yesaya, lebih mempengaruhi pemikiran Paulus—sesuai dengan latar belakang Paulus sebagai orang Farisi. Di dalam kisah Nuh—setelah air bah—Allah membuat perjanjian dengan seluruh ciptaan yang ada di bumi ini (Kej. 9:8-12, 16). Perjanjian Nuh ini merupakan perjanjian yang kekal, sehingga di dalam jangkauan dan waktunya bersifat kosmik.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn5" name="_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; Tidak hanya itu, Yesaya 65-66 menceritakan bagaimana Allah menjanjikan pembaharuan bagi langit dan bumi, di mana manusia yang memiliki tubuh yang baru akan tinggal di lingkungan yang layak baginya (bdk. Im. 26:3-6; Mzm. 85:10-13; Yes. 54:9-10; Yer. 31:35-36; 33:20-25; Yeh. 34:25-31; Hos. 2:21-23).&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=8394455240177517079#_ftn6" name="_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melalui penjelasan di atas, jelas bahwa seluruh ciptaan (kosmos) itu sendiri harus ditebus, dengan menantikan anak-anak Allah dimuliakan, agar manusia yang telah ditebus dapat memiliki lingkungan yang sesuai dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayat 22&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bagian ayat 22 sepertinya kembali kepada tema di dalam ayat 19 mengenai penantian seluruh ciptaan kepada penyelamatan. Kata “sebab kita tahu” sekali lagi (lih. 2:2; 3:19; 7:14; 8:28) menunjukkan bahwa Paulus mengemukakan pandangan yang sudah umum dipahami di kalangan orang-orang Kristen, maupun mereka yang berada di dalam diaspora, khususnya dari tulisan apokalipt
