Tuesday, August 28, 2007

Aku Hidup Untuk Menyatakan Dia

Mazmur 30

Ketika saya berada di sebuah gereja di Magelang untuk menjalankan praktek pelayanan, saya pernah dipercayakan membawakan firman dengan tema, “Apakah orang Kristen boleh mengharapkan kematian?” Tema ini sangat menarik karena juga dialami oleh banyak tokoh-tokoh Alkitab seperti Ayub, Elia, dan Pemazmur. Mereka memohon Tuhan mengambil nyawa mereka karena kesulitan dan pergumulan hidup yang mereka alami. Jadi, kalau ditanya kepada saya, apakah orang Kristen boleh mengharapkan kematian? Maka saya akan menjawab, “Boleh!” Mengapa? Karena permintaan ini sangat wajar secara psikologis yang menunjukkan pergumulan besar yang sedang dialami seorang manusia yang terbatas.
Tetapi yang perlu kita jajaki lebih lanjut adalah bagaimana kalau Tuhan tidak mengabulkan permintaan kita? Ketika kita sakit, usaha bangkrut, keluarga berantakan, atau masalah-masalah lainnya datang, kita memohon Tuhan membawa kita pulang ke Surga agar kita tidak menderita lagi, tetapi Tuhan masih ijinkan kita tetap ada di dalam dunia. Kita masih harus hidup menanggung segala pergumulan ini. Saya rindu kita mengubah permintaan kita dengan pertanyaan, “Tuhan, mengapa Kau masih ingin aku hidup di dalam dunia yang penuh dengan pergumulan ini?” Rasul Paulus di dalam Filipi 1:21-26 memiliki kerinduan juga untuk meninggalkan dunia ini untuk berjumpa dengan Kristus tetapi Paulus sadar bahwa ketika Tuhan masih mengijinkan dia hidup berarti baginya adalah bekerja memberikan buah sampai Tuhan benar-benar puas dan memanggilnya pulang.
Pemazmur dalam bagian yang kita baca menyadari bahwa kemurahan Tuhan yang menyelamatkannya dari marabahaya membuatnya harus bersyukur karena berarti ada kesempatan lagi untuk memuji, merasakan kasih Tuhan dan memberitakan kesetiaan-Nya (ay. 4, 8, 10). Bagi Pemazmur dan Paulus, hidup ini sangat berharga dan harus digunakan sebaik-baiknya selama Tuhan masih mempercayakan kehidupan. Toh, bukankah kalau kita dipanggil pulang, kita tidak perlu kuatir lagi karena kita sudah mendapatkan tempat di Sorga? Tuhan Yesus menyadari bahwa hidup-Nya adalah menjalankan misi Allah Bapa. Dia memberikan hidup-Nya sampai titik darah penghabisan. Maukah saudara mengikuti Kristus, bekerja memberikan buah selama dipercayakan hidup?

Aku hidup dan bekerja memberikan buah sampai Dia panggilku.

No comments: